Skip to main content
Iklan

Dunia

Pria ditikam mati di masjid Prancis; tersangka ditahan, politisi kutuk insidenĀ 

Pria ditikam mati di masjid Prancis; tersangka ditahan, politisi kutuk insidenĀ 

Masjid Khadijah di La Grande-Combe, Prancis (Foto: Google Street View)

30 Apr 2025 01:29PM (Diperbarui: 30 Apr 2025 01:40PM)

PARIS: Politisi Prancis mengecam serangan yang menewaskan seorang pria pada Jumat (25/4), saat salat di sebuah masjid di Prancis selatan, sebuah insiden yang terekam dalam video dan disebarluaskan di Snapchat.

Presiden Emmanuel Macron menyampaikan dukungannya kepada keluarga pria tersebut dan komunitas Muslim Prancis, dengan menulis dalam sebuah unggahan di X: "Rasisme dan kebencian yang bermotif agama tidak punya tempat di Prancis."

Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau pada Minggu mengunjungi kota Ales tempat serangan terjadi dan bertemu dengan para pemimpin agama.

Ia mengatakan tersangka, yang melarikan diri setelah insiden itu, telah melontarkan komentar anti-Muslim dan mengatakan ingin membunuh orang lain.

"Jadi ada ketertarikan dengan kekerasan," kata Retailleau kepada penyiar Prancis BFM TV.

Jaksa penuntut kota mengatakan kepada wartawan pada Minggu bahwa tersangka telah diidentifikasi. Saudara laki-laki tersangka telah diperiksa oleh penyidik pada Sabtu.

Pihak berwenang Italia mengatakan bahwa seorang pria telah ditangkap di Italia atas dugaan menikam korban.

Jaksa penuntut umum kota selatan Ales di wilayah Gard, tempat serangan itu terjadi pada hari Jumat, Abdelkrim Grini mengatakan kepada BFM TV pada hari Senin: "Saya dapat mengonfirmasi bahwa tersangka pelaku memang pergi ke kantor polisi Italia, dekat Florence, tadi malam sekitar pukul 11-11.30 malam." 

"Kami tahu dia telah meninggalkan Prancis ... Hanya masalah waktu sebelum kami menangkapnya," tambahnya. Tersangka menyerahkan diri di Pistoia, kota dekat Florence, dan akan dipindahkan ke Florence hari ini, kata pihak berwenang Italia. 

Prancis akan segera memulai prosedur ekstradisi, kata Grini. "Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk menangkapnya kembali sesegera mungkin." 

MOTIVASI SERANGAN 

Mengomentari motivasi serangan itu, Grini mengatakan: "Motivasi anti-Muslim adalah alasan yang lebih disukai (...) tetapi ada juga unsur-unsur dalam penyelidikan yang menunjukkan ada motivasi lain untuk melakukan tindakan itu ... mungkin ketertarikan dengan kematian, untuk dianggap sebagai pembunuh berantai." 

Pawai untuk mengenang korban berlangsung di kota terdekat La Grand-Combe, pada Minggu sore dan demonstrasi menentang Islamofobia diperkirakan akan berlangsung di Paris pada malam harinya.

Politisi Prancis pada Minggu mengecam serangan tersebut, yang terekam dalam video dan dipublikasikan di Snapchat.

Dewan Umat Muslim Prancis pada Minggu mendesak pihak berwenang untuk meluncurkan rencana nasional guna melindungi tempat-tempat ibadah Muslim.

Prancis, negara yang membanggakan diri dengan sekularisme dalam negeri yang dikenal sebagai "laicite," memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa, berjumlah lebih dari 6 juta jiwa dan mencakup sekitar 10% dari populasi negara tersebut.
 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan