Prajurit TNI gugur di Lebanon dipastikan Praka Farizal Rhomadhon dari Kodam Iskandar Muda
Farizal meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila, serta anak berusia dua tahun, Shanaya Almahyra Elshanu.
Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon yang gugur saat bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. (Instagram/farizalrmdn17)
JAKARTA: TNI mengonfirmasi prajuritnya yang gugur saat bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon adalah Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon, 28, dari Kulon Progo, Yogyakarta.
Praka Farizal diketahui tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-S. Ia meninggal dunia setelah posisi pasukan Indonesia terdampak serangan artileri tidak langsung Israel di wilayah dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan.
Insiden tragis ini terjadi saat situasi keamanan di kawasan tersebut memanas akibat baku tembak antara militer Israel (IDF) dan kelompok Hizbullah.
Proyektil artileri yang diduga berasal dari rangkaian serangan tersebut jatuh di sekitar area penjagaan pasukan perdamaian, mengenai lokasi tempat Farizal dan rekan-rekannya bertugas.
Selain satu korban meninggal, tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis di lapangan.
PROFIL PRAKA FARIZAL RHOMADHON
Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, diwartakan Kumparan, Senin (30/3), menyampaikan bahwa Farizal merupakan prajurit dari Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti, Brigade Infanteri 25/Siwah, Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda), Aceh.
"(Almarhum asal) Lendah, Kulon Progo," kata Dyan.
Sebelum ditugaskan ke Lebanon, Farizal berdinas di Aceh. Ia lahir pada 3 Januari 1998 dan dengan jabatan terakhir Tamtama Bantuan Provost 1, Regu Provost, Kompi Markas (Taban Provost 1 Ru Provost Kima) di kesatuan Yonif 113/JS.
Jenazah Farizal saat ini masih berada di Lebanon. Dyan menyebut pihaknya belum menerima informasi pasti terkait jadwal pemulangan maupun proses pemakaman.
"Kami belum ada konfirmasi pastinya dari pihak keluarga, dan jenazah almarhum juga masih ada di Lebanon saat ini," ucapnya.
"Karena almarhum gugur (saat bertugas) maka kita laksanakan upacara pemakaman militer," imbuhnya,
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut mengecam keras serangan tersebut.
"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah konflik antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," tulis Guterres di akun resmi X.
Farizal diberitakan juga telah menerima sejumlah tanda kehormatan seperti Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun.
Ia meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila, 25, serta satu anak, Shanaya Almahyra Elshanu, 2. Keluarganya tinggal di Asrama Militer Kima Yonif 113/JS di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.