Skip to main content
Iklan

Dunia

Tiga kali bertandang ke Rusia dalam 10 bulan sambangi Putin, apa agenda Prabowo?

Presiden Prabowo kembali ke Negeri Beruang Merah pada 13 April 2026.

Tiga kali bertandang ke Rusia dalam 10 bulan sambangi Putin, apa agenda Prabowo?

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Constantine atau Konstantinovsky, St. Petersburg, Rusia, Kamis (19/6/2025). (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA: Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan ke Rusia untuk ketiga kalinya dalam 10 bulan, menandai intensitas hubungan yang semakin meningkat antara kedua negara.

Sebelumnya, Presiden mengunjungi Negeri Beruang Merah pada 18–20 Juni 2025 di St Petersburg dan kembali ke Moskow pada 10 Desember 2025. 

Dalam kedua kesempatan tersebut, Prabowo juga bertemu langsung dengan Presiden Vladimir Putin.

Prabowo bertolak dari Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur menuju Moskow pada Minggu (12/4) malam. 

Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden beserta rombongan diperkirakan tiba di Moskow pada Senin (13/4) pagi, setelah menempuh perjalanan sekitar 12 jam penerbangan langsung menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

“Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Vladimir Putin pada siang harinya,” kata Teddy dalam siaran pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Minggu (12/4).

Dalam kunjungan ini, Prabowo turut didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.

FOKUS KERJASAMA ENERGI DAN GEOPOLITIK

Presiden dijadwalkan bertemu langsung dengan Putin di Kremlin untuk membahas penguatan kerja sama bilateral.

Teddy menjelaskan bahwa kedua pemimpin akan membahas sejumlah isu strategis, termasuk penguatan ketahanan energi nasional melalui kerja sama dengan Rusia.

“Melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak,” ujarnya.

Pertemuan ini berlangsung di tengah dinamika global yang terus berkembang, termasuk konflik di sejumlah kawasan seperti Timur Tengah. Pemerintah menilai komunikasi intensif dengan mitra strategis menjadi penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi.

Selain isu energi, Prabowo dan Putin juga akan bertukar pandangan terkait perkembangan geopolitik global serta posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

“Kami akan menyuarakan posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global,” ucap Teddy.

Prabowo sebelumnya menjelaskan bahwa intensitas kunjungan luar negeri yang ia lakukan merupakan bagian dari strategi untuk mengamankan pasokan energi nasional.

“Dibilang Prabowo senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak, ya gue harus ke mana-mana,” kata Prabowo dalam taklimat Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (8/4).

Ia menilai langkah aktif menjalin komunikasi dengan berbagai negara menjadi kunci di tengah ketatnya persaingan global dalam memperoleh sumber energi. Salah satu contohnya adalah kunjungan ke Jepang pada akhir Maret lalu yang dinilai memberikan hasil dalam kerja sama energi.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan