Prabowo bertemu empat mata dengan Putin selama 3 jam, apa yang dibahas?
Putin menyoroti peran Indonesia di forum internasional, termasuk keanggotaan di BRICS.
Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026). (Facebook/Setkab RI)
MOSKOW: Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, termasuk kerja sama di sektor energi.
Pertemuan yang berlangsung selama lima jam tersebut terdiri dari dua jam pertemuan bilateral dan tiga jam pertemuan empat mata. Suasana diskusi disebut berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa sektor energi dan sumber daya mineral menjadi salah satu prioritas kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan Rusia.
“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” kata Teddy dalam keterangan Setpres, Selasa (14/4).
Meski demikian, belum ada rincian lebih lanjut terkait implementasi kerja sama tersebut, termasuk kemungkinan kerja sama dalam pengadaan minyak di tengah dinamika konflik global.
PERLUAS KERJA SAMA MULTISEKTOR
Selain sektor energi, kedua negara juga sepakat untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama di berbagai bidang lain yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pembangunan nasional.
“Keberlanjutan beberapa kerja sama di bidang pendidikan, riset teknologi, pertanian, dan investasi di berbagai sektor terutama pembangunan industri di Indonesia,” ujar Teddy.
Dalam pertemuan tersebut, Putin juga mengajak Indonesia untuk memperluas kolaborasi ke berbagai sektor strategis, mulai dari militer hingga antariksa.
“Sering sudah kita bahas bagaimana peluang untuk mengembangkan kerja sama di bidang tersebut. Antara lain kita bicara mengenai kerja sama di bidang energi, di bidang antariksa, juga di bidang pertanian, di bidang penghasilan industri, serta di bidang farmasi,” kata Putin.
Tidak ketinggalan Putin menyoroti peran Indonesia di forum internasional, termasuk keanggotaannya di BRICS yang dinilai membuka peluang baru dalam kerja sama ekonomi global.
"Indonesia sudah menjadi anggota BRICS. Hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kita, kita bisa bicara mengenai kerja sama Eurasian Economic Union," lanjutnya.
Teddy menyebut pertemuan ini mencerminkan hubungan bilateral yang semakin erat antara kedua negara dalam satu tahun terakhir.
“Presiden Prabowo dan Presiden Putin tercatat sudah lima kali bertemu dalam berbagai kesempatan dalam satu tahun terakhir,” kata Teddy.
Prabowo tercatat telah menyambangi Putin di Rusia sebanyak tiga kali dalam 10 bulan terakhir, termasuk kunjungan ke St Petersburg pada Juni 2025 dan Moskow pada Desember 2025.
Menurut Teddy, Rusia memiliki posisi strategis dalam percaturan global sebagai salah satu negara dengan hak veto di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa serta anggota penting dalam BRICS.
Prabowo menyatakan bahwa kunjungannya ke Rusia juga bertujuan untuk berkonsultasi terkait perkembangan geopolitik global yang dinilai berubah dengan cepat.
“Saya juga datang untuk konsultasi karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat,” tutur Prabowo.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.