Prabowo: Pengiriman pasukan Board of Peace Trump ditunda, Perang Iran–AS tidak rasional
Prabowo menjelaskan Indonesia tetap non-blok dan ingin memengaruhi forum Dewan Perdamaian untuk mendorong solusi dua negara bagi Palestina.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump usai menandatangani dokumen bertajuk “Implementasi Perjanjian Menuju ERA KEEMASAN BARU bagi Aliansi Amerika Serikat–Indonesia”. (dok. White House)
JAKARTA: Presiden Prabowo Subianto menyatakan rencana pengiriman pasukan penjaga perdamaian Board of Peace alias Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk sementara ditunda di tengah memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam wawancara dengan Bloomberg belum lama ini, Prabowo mengaku terkejut dengan pecahnya perang tersebut.
“Saya cukup terkejut dengan perang ini,” ucap Prabowo.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak melihat “rasionalitas” dalam kampanye militer yang sedang berlangsung itu.
“Kita semua bingung. Dan saya sedih. Saya tidak merasa ada rasionalitas dalam ini,” sebutnya.
Menurut Prabowo, pihak Iran menyampaikan kekhawatiran kepadanya terkait kemungkinan negosiasi dengan Amerika Serikat untuk menghentikan konflik.
Iran, kata dia, merasa telah “ditipu dua kali” dalam upaya perundingan sebelumnya.
Dalam perang yang bersifat asimetris, Prabowo menyebut Iran kemungkinan hanya berupaya bertahan.
Prabowo menghadapi kritik di Indonesia setelah bergabung dengan inisiatif Board of Peace.
Presiden berusia 74 tahun itu membelanya dengan menjelaskan bahwa keterlibatan dalam forum tersebut bertujuan memberi ruang bagi Indonesia untuk memengaruhi upaya penyelesaian konflik, khususnya terkait dukungan terhadap solusi dua negara bagi Palestina.
“Setiap kebijakan pasti ada pro dan kontra,” tekannya.
“Jika kita berada di dalam BOP, kita masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi yang langgeng, yang menurut pandangan kami adalah Palestina merdeka dengan solusi dua negara,” imbuhnya.
Prabowo juga mempertanyakan apakah strategi Amerika Serikat yang mengandalkan serangan udara terhadap Iran dapat menghasilkan perubahan rezim.
Menurutnya, operasi militer semacam itu sulit berhasil jika hanya dilakukan dari udara.
“Sulit melakukan operasi seperti ini hanya dari udara,” kata Prabowo.
Ia menambahkan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut kemungkinan dibutuhkan “pemboman tanpa pandang bulu”.
DORONG JALUR DAMAI DAN POLITIK NON BLOK
Kepala Negara menuturkan sulit memprediksi berapa lama perang akan berlangsung. Ia menegaskan bahwa upaya mediasi hanya dapat berhasil jika semua pihak bersedia membuka jalur dialog.
“Saran saya selalu mencari opsi damai,” serunya.
Di kesempatan yang sama, ia juga menepis kekhawatiran bahwa China akan memanfaatkan situasi konflik untuk mengambil langkah militer terhadap Taiwan. Menurut Prabowo, para pemimpin China saat ini lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyatnya dan cenderung menghindari konflik terbuka.
Meski demikian, Prabowo mengonfirmasi Indonesia tengah mempertimbangkan pembelian persenjataan dari China, termasuk pesawat tempur. Ia menegaskan Indonesia membeli peralatan militer dari berbagai negara dan tidak akan berpihak pada kekuatan besar mana pun.
Indonesia, kata dia, mempertahankan hubungan baik dengan semua negara tetangga dan menganut postur pertahanan yang bersifat defensif.
“Kita tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun. Ketika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun," tegasnya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.