Skip to main content
Iklan

Dunia

Rusia mulai pilpres dengan Putin hampir pasti menang melawan tiga penantangnya

Rusia mulai pilpres dengan Putin hampir pasti menang melawan tiga penantangnya
Presiden Rusia Vladimir Putin saat wawancara di Moskow pada 12 Maret 2024. (Foto: Sputnik/Gavriil Grigorov/Pool via REUTERS)
15 Mar 2024 11:36AM (Diperbarui: 15 Mar 2024 11:56AM)

MOSKOW: Para pemilih di Rusia memberikan suara pemilihan presiden selama tiga hari mulai hari Jumat (15 Maret), dengan petahana Vladimir Putin hampir pasti menang melawan tiga penantangnya, tanpa ada satupun yang mengkritiknya.

Pilpres tersebut dipastikan akan memperpanjang kekuasaan Presiden Putih selama enam tahun lagi.

Menurut sejumlah media Barat, Putin akan terpilih semula menjadi presiden, malah kembali berkuasa sepanjang dekade setidaknya hingga tahun 2030-an.

CNN International menyatakan dominasi Putin atas sistem pemilu semakin menguat seiring semakin dekatnya pemilu.

Saingan utamanya, Alexei Navalny, meninggal di penjara bulan lalu dan sebelum itu telahpun dilarang mencalonkan diri. Begitu juga berlaku ke sosok anti perang, Boris Nadezhdin.

Bukan sahaja di wilayah Rusia, pemungutan suara juga dilakukan di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia sejak 2022. 

Sebelumnya pada hari Kamis, Menteri Pengembangan Digital Rusia Maksut Shadayev mengatakan kepada kantor berita Tass bahwa dia memperkirakan akan terjadi serangan peretas skala besar terhadap infrastruktur sistem pemungutan suara selama pemilu.

Di Washington, duta besar Rusia untuk Amerika Serikat mengatakan pada hari Kamis bahwa kedutaan besarnya telah menerima sejumlah ancaman sehubungan dengan pilpres Rusia minggu ini.

“Kami mendapat banyak sekali seruan dan ancaman yang provokatif,” kantor berita Rusia mengutip pernyataan Dubes Anatoly Antonov di televisi pemerintah.

“Kami tahu bahwa ada rencana untuk melakukan tindakan anti-Rusia, di sekitar kedutaan dan konsulat kami, dan akan ada upaya untuk masuk ke kedutaan kami.

Bukan untuk mengganggu pemilu, karena hal itu tidak akan berhasil, namun untuk membuat keadaan menjadi lebih baik. lebih sulit dan hanya merusak suasana hati kita," ujar Antonov.

Source: AGENCIES/ih

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan