Penembakan Pantai Bondi: Belum ada WNI terdampak, korban termuda anak berusia 10 tahun
Korban termuda diidentifikasi bernama Matilda Poltavchenko.
Orang-orang saling berpelukan setelah aksi teror penembakan massal di perayaan hari besar Yahudi di Pantai Bondi, Sydney, Australia, 15 Desember 2025. (REUTERS/Flavio Brancaleone)
SYDNEY: Dipastikan belum ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak aksi penembakan massal yang mengguncang daerah wisata popular Pantai Bondi di Sydney, Australia, pada Minggu (14/12).
Berdasarkan data terakhir kepolisian negara bagian New South Wales (NSW), Senin (15/12) penembakan fatal itu telah menyebabkan 16 orang tewas, termasuk pelaku.
Sementara itu 43 luka-luka, di antaranya dua anggota kepolisian dengan 5 orang dalam kondisi kritis.
Korban berada pada rentang usia 10 hingga 87 tahun termasuk dua orang rabbi.
Korban termuda adalah seorang anak berusia 10 tahun diidentifikasi bernama Matilda Poltavchenko.
Otoritas Australia menyebut investigasi masih berlangsung, termasuk pemeriksaan potensi ancaman lanjutan.
Hingga kini, belum ada pengumuman soal kewarganegaraan para korban
Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui KJRI Sydney dalam keterangan yang diterima CNA Indonesia menyatakan terus memantau perkembangan situasi dan menjalin komunikasi dengan aparat setempat.
WNI di wilayah NSW diminta waspada, menjauhi lokasi kejadian, serta mengikuti arahan pihak keamanan.
Apabila membutuhkan bantuan, WNI dapat menghubungi Hotline KJRI Sydney +61 434 544 478.
AUSTRALIA NYATAKAN AKSI TERORISME
Insiden brutal ini terjadi saat festival Yahudi Hanukkah di Taman Archer dekat Pantai Bondi.
Aksi teror ini merupakan penembakan massal kedua paling mematikan dalam sejarah Negeri Kangguru setelah pembantaian Port Arthur pada tahun 1996.
Polisi menyebut lebih dari seribu orang hadir dalam acara tersebut.
Penembakan terjadi sekitar pukul 19.00 waktu setempat, dilakukan oleh dua pria berpakaian hitam dari posisi yang lebih tinggi.
Dua pelaku diidentifikasi sebagai Sajid Akram (50) dan Naveed Akram (24), ayah dan anak.
Sajid tewas dalam baku tembak dengan polisi, sementara Naveed berhasil dilumpuhkan oleh seorang warga bernama Ahmed al Ahmed, yang kini dipuji luas sebagai pahlawan.
Polisi menyatakan penembakan ini adalah aksi terorisme. Investigasi menemukan enam senjata api dan sejumlah bahan peledak yang terkait dengan pelaku, namun motifnya belum terungkap.
Perdana Menteri Anthony Albanese mengecam serangan itu sebagai momen kelam bagi Australia Ia mengunjungi Pantai Bondi pada Senin pagi dan meletakkan bunga di lokasi serangan, sementara para pelayat terlihat menyalakan lilin dan membawa bendera Israel serta Australia sebagai bentuk penghormatan.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.