Selain Donald Trump, ini daftar panjang presiden AS yang pernah ditembak atau dibunuh
Mantan presiden AS Donald Trump terluka dalam penembakan ketika dia kampanye. Dalam sejarahnya, Trump bukan satu-satunya presiden AS yang pernah ditembak, beberapa dari mereka bahkan tewas terbunuh.
Mantan presiden AS Donald Trump jadi sasaran penembakan saat berkampanye di Pennsylvania. (Reuters)
JAKARTA: Semburat darah terlihat di wajah presiden Amerika Serikat Donald Trump ketika dia diamankan oleh Secret Service pada kampanye Sabtu lalu (13/7) di Pennsylvania. Trump menjadi korban penembakan, tepat ketika dia tengah berbicara di atas panggung.
Peluru itu melesat mengiris telinga Trump, beberapa centimeter dari kepalanya. Situasi menjadi tegang, Trump dikerubungi Secret Service dan sempat mengepalkan tangannya ke udara, sebuah pemandangan heroik yang diabadikan banyak pewarta foto yang hadir di tempat tersebut.
Dua orang terluka dan satu pendukung Trump tewas diterjang peluru. Pelaku penembakan adalah Thomas Matthew Crooks, 20, yang dikenal pendiam. Crooks tewas ditembak oleh sniper sesaat setelah melancarkan aksinya. Tidak diketahui motif penembakan ini.
Trump bukan satu-satunya mantan kepala negara AS yang pernah ditembak. Dalam sejarahnya, kekerasan beberapa kali terjadi dalam perpolitikan AS, terkadang memakan nyawa kepala negaranya.
Percobaan pembunuhan terhadap presiden AS
Dikutip dari CNN, pada masa pra-Perang Saudara di AS pada tahun 1835, Presiden Andrew Jackson ditembak ketika menghadiri pemakaman di Capitol, Washington DC. Pelaku menembakkan pistolnya dua kali, tapi meleset.
Mantan Presiden AS Theodore Roosevelt juga pernah jadi korban penembakan ketika dia berkampanye presiden untuk kali kedua seperti halnya Trump. Penembakan terjadi tahun 1912 ketika Roosevelt hendak berpidato di Milwaukee, Wisconsin.
Pelaku menembak Roosevelt, namun dia selamat karena peluru sebelumnya menembus teks pidato setebal lima halaman miliknya sebelum menghantam dada, namun tidak sampai menerjang paru-parunya. Roosevelt selamat dan masih melanjutkan berpidato dengan kemeja putih yang terus menetes darah.
Saudara jauhnya, Franklin D. Roosevelt, juga jadi sasaran penembakan di Miami usai dia dinyatakan menang pemilu pada 1933. Pelaku penembakan itu, Guiseppe Zangara, gagal membunuh Franklin namun peluru yang nyasar menewaskan Walikota Chicago Anton Cermak. Zangara dihukum mati di kursi listrik.
Harry Truman, presiden AS penerus Roosevelt juga selamat dari penembakan pada insiden di Gedung Putih pada 1950. Pelaku adalah seorang dari kubu nasionalis Puerto Rico.
Presiden AS ke-38 Gerald Ford dua kali mengalami percobaan pembunuhan pada tahun 1975. Pelaku adalah dua wanita dalam kesempatan yang terpisah. Upaya penembakan pertama dilakukan oleh Lynette "Sqeaky" Fromme, pengikut aliran sesat Charles Manson, di California. Percobaan pembunuhan kedua dilakukan oleh Sara Jane Moore di San Fransisco. Kedua pelaku diringkus sebelum sempat menekan pelatuk senjata api mereka.
Presiden AS Ronald Reagan ditembak pada 1981 di luar hotel Hilton, Washington DC, sesaat setelah memberikan pidato. Reagan terluka parah, namun berhasil selamat. Sekretarisnya, James Brady, juga mengalami luka serius dalam insiden itu.
Pelaku adalah John Hinckley, yang sebelumnya menghuni rumah sakit jiwa. Hinckley adalah penderita erotomania yang berhalusinasi bahwa penembakan itu akan membuat artis Jodie Foster kagum kepadanya.
Presiden AS Barack Obama juga pernah menjadi mengalami percobaan pembunuhan ketika seorang pria menembakkan pistol ke Gedung Putih pada 2011. Seorang pria juga pernah didakwa percobaan pembunuhan setelah menembakkan pistol ke Gedung Putih di masa kepresidenan Bill Clinton pada 1994.
Empat presiden AS yang tewas ditembak
Abraham Lincoln adalah presiden AS pertama yang tewas terbunuh. Dia ditembak di belakang kepalanya pada 1865 di gedung opera Ford di Washington DC oleh John Wilkes Booth, seorang aktor yang tampil malam itu. Booth berhasil kabur, namun ditembak mati aparat beberapa pekan setelahnya di Virginia.
Presiden AS James Garfield tewas akibat penembakan di sebuah stasiun kereta di Washington DC pada Juli 1881. Dia sempat menjalani perawatan di New Jersey, namun meninggal beberapa bulan kemudian. Pelaku adalah Charles Guiteau, mantan pendukung Garfield yang kecewa karena tidak mendapatkan pekerjaan di pemerintahan. Guitea dihukum gantung setahun kemudian.
Presiden AS William McKinley ditembak pada September 1901 di Buffalo, New York, oleh Leon Czolgosz, seorang anarkis. McKinley saat itu sedang tampil di Pameran Pan-Amerika. Dia sempat dirawat beberapa hari di Buffalo sebelum akhirnya meninggal karena luka-lukanya. Czolgosz dihukum mati di kursi listrik.
John F. Kennedy (JFK) dibunuh oleh seorang sniper, Lee Harvey Oswald, di Dallas pada November 1963 saat ia mengikuti parade dengan limusin beratap terbuka. Oswald, seorang simpatisan Uni Soviet, ditangkap tak lama setelah pembunuhan tersebut. Oswald sendiri tewas dibunuh oleh Jack Ruby di ruang bawah tanah kantor polisi Dallas.
Adik laki-laki JFK, Robert F. Kennedy (RFK), juga tewas ditembak ketika dia sedang kampanye presiden pada 1968 di Los Angeles. RFK ditembak usai diumumkan menang pada kongres Partai Demokrat California. Pembunuhnya, Sirhan Sirhan, sampai saat ini masih mendekam di penjara dan pengajuan pembebasan bersyaratnya ditolak tahun lalu.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id melalui tautan ini.