Skip to main content
Iklan

Dunia

Museum Louvre kebobolan dalam 7 menit di siang bolong, Permata Mahkota Prancis rusak

Ketika pengunjung terpukau oleh lukisan Mona Lisa di ruangan lain, para pencuri nekat menembus keamanan Louvre, yang hanya 800 meter dari markas besar polisi Paris.

Museum Louvre kebobolan dalam 7 menit di siang bolong, Permata Mahkota Prancis rusak

Petugas polisi berdiri di dekat piramida museum Louvre setelah adanya laporan perampokan, di Paris, Prancis, 19 Oktober 2025. (Foto: REUTERS/Gonzalo Fuentes)

20 Oct 2025 11:03AM (Diperbarui: 20 Oct 2025 11:17AM)

PARIS: Dalam waktu kurang lebih tujuh menit, sekelompok pencuri berhasil menggasak perhiasan kerajaan Prancis dari Galeri Apollo di Museum Louvre di Paris pada Minggu (19/10). Aksi perampokan ini terjadi di siang hari saat ribuan wisatawan masih memadati ruang-ruang ikonik tempat lukisan Mona Lisa dipajang.

Menurut laporan media Prancis, aksi kejahatan terjadi sekitar pukul 09.30 waktu Paris, saat museum sudah dibuka untuk umum. Aksi perampokan nekat ini terjadi hanya sekitar 800 meter dari markas besar kepolisian Paris.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mengungkapkan bahwa para pelaku masuk ke bangunan Gallerie d’Apollon (Galeri Apollo) yang menjadi lokasi penyimpanan Permata Mahkota Prancis. Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi lebih lanjut soal barang apa saja yang berhasil digasak para pencuri.

Namun, mahkota milik Eugenie de Montijo—istri Napoleon III—ditemukan dalam keadaan rusak dekat museum setelah perampokan, menurut laporan media Prancis, Le Monde.

Mahkota tersebut menampilkan elang-emas dan dipenuhi dengan 1.354 berlian dan 56 zamrud, menurut situs web museum.

"Nilainya bernilai beberapa puluh juta euro—itu mahkota ini saja. Dan menurut saya, itu bukan barang terpenting yang hilang," kata Alexandre Giquello, Presiden rumah lelang Drouot kepada Reuters.

"Semestinya para pelaku menyadari keseriusan kejahatan mereka dan dimensi yang telah mereka masuki, dan mengembalikan barang-barang itu, karena perhiasan ini benar-benar tak bisa dijual," ujar Giquello.

"Kita sedang menyentuh sejarah Prancis … Ini tindakan yang sama sekali tak bisa dipahami, karena para pelaku akan dikejar oleh seluruh aparat polisi di dunia, dan menurut saya, mereka telah menempatkan diri mereka dalam situasi yang sangat berbahaya," tambahnya.

Petugas polisi forensik tiba di museum Louvre setelah adanya laporan perampokan, di Paris, Prancis, 19 Oktober 2025. (Foto: REUTERS/Gonzalo Fuentes)

TUJUH MENIT

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, mengungkapkan bahwa para pencuri menggunakan keranjang lift, memaksa sebuah jendela terbuka, dan memecahkan etalase display. Tidak ada korban dalam pencurian ini, baik dari publik maupun pegawai museum atau aparat keamanan.

Dalam wawancara di stasiun radio France Inter, Nuñez menggambarkan aksi tersebut sebagai "perampokan besar", mengatakan bahwa para penyusup "jelas sudah melakukan pengintaian".

Barang-barang yang biasanya dipamerkan di Galeri Apollo mencakup tiga berlian sejarah— egent, Sancy dan Hortensia—serta sebuah kalung zamrud dan berlian yang diberikan Napoleon kepada istrinya, Marie Louise.

Nuñez juga mengatakan kepada beberapa media Prancis bahwa "tiga atau empat" pencuri memfokuskan pada dua display, dan menyelesaikan perampokan dalam hanya tujuh menit.

Menurut laporan majalah Le Parisien, para pencuri masuk melalui fasad yang menghadap Sungai Seine—yang kebetulan sedang ada pekerjaan konstruksi—dan menggunakan lift barang untuk naik ke galeri.

Setelah memecahkan jendela, mereka mencuri sembilan buah dari koleksi perhiasan Napoleon dan Sang Maharani, bunyi laporan koran tersebut.

Seorang saksi bernama Samir, yang saat itu sedang bersepeda di dekat lokasi, mengatakan kepada outlet berita TF1 bahwa dia melihat dua orang "naik ke hoist, memecahkan jendela dan masuk … butuh 30 detik".

Dia mengatakan melihat empat orang kemudian keluar, dan dia pun menelepon polisi.

"Penyelidikan telah dimulai, dan daftar rinci dari barang-barang yang dicuri sedang disusun. Selain dari nilai pasarnya, barang-barang ini memiliki nilai warisan dan sejarah yang tak ternilai," bunyi pernyataan Kementerian Dalam Negeri Prancis.

Louvre—museum paling banyak dikunjungi di dunia dan tempat lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci dipamerkan—mengumumkan di platform X bahwa museum akan tetap tutup untuk hari itu karena "alasan kahar".

Polisi menutup area museum dan mengevakuasi pengunjung. Pengunjung baru tidak diperbolehkan masuk, dan ruas-ruas jalan di dekatnya ditutup, menurut laporan BBC. 

Anggota tim forensik memeriksa jendela yang diyakini dibobol perampokan di museum Louvre di mana perhiasan dicuri, di Paris, Prancis, 19 Oktober 2025. (Foto: REUTERS/Gonzalo Fuentes)

Beberapa museum di Prancis belakangan menjadi sasaran. Bulan lalu, pencuri menyusup ke museum sejarah alam di Paris, dan membawa kabur sampel emas senilai €600.000 (sekitar Rp11,6 miliar). Mereka menggunakan gerinda sudut (angle grinder) dan obor untuk mencuri emas alami—paduan logam yang mengandung emas dan perak dalam bentuk alaminya.

Louvre sendiri punya sejarah panjang pencurian dan percobaan pencurian. Yang paling terkenal terjadi pada tahun 1911, ketika Mona Lisa hilang dari bingkainya, dicuri oleh Vincenzo Peruggia, mantan pekerja yang bersembunyi di dalam museum dan berjalan keluar membawa lukisan di balik mantelnya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Januari lalu berjanji bahwa Louvre akan "dirancang ulang, dipulihkan, dan diperluas" setelah sang direktur museum mengungkapkan kondisi internal museum yang memprihatinkan. 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan