Skip to main content
Iklan

Dunia

PBB ungkap sebab gugurnya 3 prajurit TNI di Lebanon: tembakan tank Israel dan ranjau Hizbullah

Hasil investigasi awal PBB soal kematian tiga tentara penjaga perdamaian (UNIFIL) telah dibagikan ke Indonesia, Israel, dan Lebanon.

PBB ungkap sebab gugurnya 3 prajurit TNI di Lebanon: tembakan tank Israel dan ranjau Hizbullah

Isak tangis kerabat dan keluarga mewarnai pemakaman prajurit TNI yang gugur di Lebanon. (Facebook/Pusat Penerangan TNI)

NEW YORK: Penyebab gugurnya tiga penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon mulai menemukan titik terang setelah PBB merilis hasil investigasi awal.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap temuan awal terkait dua insiden pada 29 dan 30 Maret yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Ketiga korban adalah Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Farizal Rhomadon.

Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric menyampaikan bahwa hasil investigasi awal telah dibagikan kepada Pemerintah Indonesia, serta kepada pihak Israel dan Lebanon.

Berdasarkan temuan sementara, insiden pada 29 Maret yang menewaskan Farizal disebabkan oleh tembakan tank Israel.

“Berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi dampak dan fragmen proyektil yang ditemukan di posisi PBB 7-1, proyektil tersebut adalah peluru utama tank kaliber 120 mm yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur,” demikian disampaikan dalam pernyataan PBB yang diterima CNA Indonesia, Rabu (8/4).

PBB juga mengingatkan bahwa koordinat seluruh posisi dan fasilitas UNIFIL telah diberikan kepada Pasukan Pertahanan Israel pada 6 dan 22 Maret untuk mengurangi risiko terhadap personel.

Sementara itu, insiden kedua pada 30 Maret yang menewaskan dua prajurit lainnya disebabkan oleh ledakan alat peledak rakitan (IED) atau ranjau darat.

"Berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi ledakan, kendaraan yang terdampak, serta perangkat peledak rakitan (IED) kedua yang ditemukan di dekat lokasi pada hari yang sama, ledakan tersebut disebabkan oleh IED yang diaktifkan oleh korban (tripwire)," ujar pernyataan tersebut.

"Investigasi menilai bahwa, mengingat lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta konteks saat ini, IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah."

PBB menegaskan bahwa temuan tersebut masih bersifat awal dan berdasarkan bukti fisik yang tersedia saat ini

“Ini merupakan temuan awal. Proses investigasi penuh masih berlangsung untuk memahami konteks dan keadaan secara menyeluruh,” kata Dujarric.

PBB juga akan membentuk Dewan Penyelidikan untuk kedua insiden tersebut sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam pernyataannya, PBB menyebut serangan terhadap penjaga perdamaian dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum internasional.

Organisasi tersebut mendesak semua pihak untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel PBB serta menghormati kekebalan fasilitas mereka.

Ketiga prajurit TNI yang gugur telah dimakamkan dengan upacara militer di kampung halaman masing-masing pada 5 April.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan