Meksiko mencekam setelah bos kartel Jalisco tewas dalam baku tembak
Polisi mengamankan jalanan usai kelompok kartel membakar mobil untuk memblokade jalan setelah pemimpin mereka Nemesio "El Mencho" Oseguera, tewas dalam penangkapan aparat pada Minggu (22/2). (Foto: Reuters/Gilberto Gallo)
Kondisi Meksiko tengah mencekam setelah bos kartel negara bagian Jalisco, Nemesio "El Mencho" Oseguera, tewas dalam penangkapan polisi pada Minggu (22/2). Pembalasan dari kelompoknya menyebabkan beberapa negara bagian di Meksiko dalam keadaan genting, diwarnai pembakaran dan penembakan.
Diberitakan Reuters, pada Senin waktu setempat (23/2) pemerintah mengerahkan 2.000 tentara ke Jalisco untuk mengamankan situasi. Sejauh ini, 25 anggota polisi militer Garda Nasional Meksiko dan 30 anggota kartel tewas dalam pertempuran usai kematian Oseguera.
Penggeledahan anggota kartel dilakukan di 14 negara bagian, setidaknya 70 orang ditangkap di tujuh negara bagian.
Dalam berbagai video yang beredar, terlihat asap tebal mengepul ke udara ketika anggota kartel membakar kendaraan dan pom bensin. Menteri Keamanan Meksiko Omar Garcia Harfuch mengatakan, seorang warga tewas dalam baku tembak.
Kementerian Pertahanan Meksko mengatakan, serangan pembalasan ini dilakukan oleh tangan kanan Oseguera yang dikenal dengan nama alias El Tuli. Dia terbunuh dalam baku tembak dengan polisi saat hendak ditangkap.
Kondisi mencekam membuat berbagai maskapai membatalkan penerbangan mereka pada Minggu lalu. Pada Senin, jadwal penerbangan mulai pulih meski belum semuanya.
KEMATIAN EL MENCHO
Oseguera adalah pemimpin dan pendiri kelompok Jalisco New Generation Cartel (CJNG), salah satu kelompok kriminal utama yang menyelundupkan sabu dan fentanil ke Amerika Serikat.
AS telah menawarkan hadiah senilai Rp232,5 miliar untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mendapatkan tekanan dari Presiden AS Donald Trump untuk memberantas kelompok ini. Pada penangkapan Minggu lalu, intelijen AS memberi petunjuk soal rumah kekasih Oseguera, ujar Menteri Pertahanan Meksiko Ricardo Trevilla.
Ketika mengunjungi kekasihnya tersebut di Tapalpa dengan ditemani beberapa pengawalnya, pasukan kepolisian Meksiko menyerbu. Dalam baku tembak, Trevilla mengatakan delapan anggota kartel tewas dan dua tentara terluka.
Oseguera dan dua orang anggotanya terluka berat dan ketiganya meninggal di atas helikopter ketika hendak diterbangkan ke rumah sakit.
Dalam penyisiran di lokasi tersebut, tentara menemukan berbagai pucuk senapan, peluncur granat, peluncur roket dan mortir.
Berita kematian Oseguera membuat anggota kartel mengamuk dan melakukan pengrusakan. Mareka bahkan menawarkan hadiah 20.000 peso (Rp19 juta) bagi yang berhasil membunuh aparat.
President Claudia Sheinbaum mengatakan dengan pengerahan aparat, situasi saat ini berangsur normal dan tidak ada pemblokiran jalan. Prioritas pemerintahannya saat ini, kata dia, adalah memastikan perdamaian serta keamanan.
Kimberley Sperrfechter, ekonom pasar negara berkembang di Capital Economics, mengatakan dampak langsung dari peristiwa ini akan dirasakan sektor pariwisata. Namun jika kerusuhan berlarut-larut, hal itu juga berisiko mengganggu manufaktur elektronik dan semikonduktor di negara bagian Jalisco.
Selain manufaktur elektronik, Jalisco juga merupakan pusat pertanian untuk produk seperti telur, buah beri, dan alpukat, serta menjadi tempat kelahiran dan produsen utama tequila.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.