Skip to main content
Iklan

Dunia

Bertambah lagi, 2 prajurit TNI Kapten Zulmi dan Sertu Ihwan gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon

Insiden terbaru menimpa Indobatt saat tugas Mobile Reserve mengawal pengiriman logistik dan kotak jenazah.

Bertambah lagi, 2 prajurit TNI Kapten Zulmi dan Sertu Ihwan gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon

Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). (UN Peacekeeping)

BEIRUT: Satuan Tugas (Satgas) UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) dari Kontingen Indonesia (Indobatt) kembali menghadapi insiden mematikan di Lebanon Selatan.

Peristiwa ini terjadi setelah sebelumnya TNI mengonfirmasi gugurnya Praka Farizal Rhomadhon dalam insiden terpisah di area misi perdamaian PBB.

Dalam keterangan yang diterima CNA Indonesia pada Selasa (31/3), insiden terbaru berlangsung di Bani Hayyan, Lebanon Selatan, yang merupakan AO (Area of Operation) Indobatt pada Senin (30/3) sekitar pukul 11.00 waktu setempat. 

Saat itu, Kompi B /Task Force Bravo (Ki-B/TFB) sedang menjalankan tugas sebagai Mobile Reserve di bawah Komando dan Pengendalian (Kodal) Komandan Sektor (Dansektor) Timur. Misi yang dijalankan adalah pengawalan CSSU (Combat Support Service Unit) dari United Nations Position (UNP) 7-2 menuju UNP 7-1 dalam rangka pengiriman ulang logistik serta pengantaran kotak jenazah.

Konvoi terdiri dari enam kendaraan taktis (Ran), termasuk dua Ran dari TFB dan sisanya dari kontingen Spanyol.

LEDAKAN HANTAM DUA KONVOI

Saat konvoi melintas di Bani Hayyan dan hendak berbelok, terjadi ledakan yang menghantam Ran 1 milik TFB. Kendaraan mengalami kerusakan parah, sementara penyebab ledakan masih dalam penyelidikan.

Dua prajurit TNI dilaporkan meninggal dunia, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar selaku Komandan Kompi (Danki) B yang juga anggota Kopassus dan Sersan Satu (Sertu) Ikhwan. Keduanya tidak sempat dievakuasi dari TKP (Tempat Kejadian Perkara) karena intensitas serangan tinggi

Dalam Ran 1 terdapat empat personel, termasuk dua korban tewas serta dua korban luka, yaitu Kapten Inf Sulthan dan Prajurit Kepala (Praka) Deni.

Ran 2 membawa tiga personel lainnya, yakni Praka Ulil Amri, Praka M. Zakariya, dan Prajurit Satu (Pratu) Iqbal.

Pada pukul 12.00 LT, Ran 2 berhasil mengevakuasi korban luka ke Sector East HQ. Sementara dua korban meninggal dunia masih tertinggal di lokasi.

Penanganan awal dilakukan oleh tim China Medical di UNP 7-2, sebelum evakuasi lanjutan menggunakan helikopter ke RS St. George di Beirut.

PBB KUTUK SERANGAN

Under-Secretary-General for Peace Operations PBB Jean-Pierre Lacroix memastikan dua prajurit Indonesia tewas dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL di Sector East.

Ia menyampaikan bahwa dua personel meninggal dan dua lainnya terluka, dengan penyebab ledakan masih belum diketahui.

Lacroix menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian tidak dapat diterima.

Ia juga menekankan bahwa semua pihak harus menjamin keselamatan pasukan PBB dan menghentikan segala tindakan yang membahayakan mereka.

Selain itu, Lacroix kembali mengingatkan bahwa konflik tidak bisa diselesaikan secara militer, dan solusi politik melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 menjadi satu-satunya jalan jangka panjang.

PBB disebut telah berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia terkait insiden ini, termasuk penanganan korban tewas dan luka.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan