AS kembalikan artefak yang dijarah dari Indonesia dan Kamboja
Tiga artefak yang dicuri dari Indonesia berasal dari zaman Majapahit antara abad ke 13 dan 16.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengumumkan pemulangan barang antik yang dicuri ke Kamboja pada tahun 2022. New York adalah pusat perdagangan barang antik ilegal dan beberapa benda seni telah disita dalam beberapa tahun terakhir dari berbagai museum. (Foto arsip: Reuters/Andrew Kelly)
NEW YORK: Jaksa penuntut di Kota New York mengatakan telah mengembalikan 30 artefak asal Indonesia dan Kamboja yang dijarah dan dikirim secara ilegal ke jaringan pedagang barang antik di Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya pada Jumat (26 Apr) yang dikutip dari AFP, Jaksa Penuntut Distrik Manhattan Alvin Bragg mengatakan barang-barang antik yang dikembalikan ke Phnom Penh dan Jakarta itu bernilai total USD3 juta (Rp4,7 miliar).
Barang antik itu yang dicuri itu terdiri dari 27 artefak asal Kamboja, salah satunya patung perunggu dewa Hindu Siwa, dan tiga artefak dari Indonesia, di antaranya pahatan relief batu dari zaman Majapahit antara abad ke 13 dan 16.
Pelaku perdagangan ilegal ini adalah pedagang barang antik Subhash Kapoor dan Nancy Wiener yang menadah hasil curian dari Asia Tenggara dan menjualnya di galeri mereka di Manhattan, New York.
Kapoor telah ditahan di Jerman pada 2011 lalu dideportasi ke India untuk diadili dan mendapatkan vonis 13 tahun penjara pada November 2022.
Sementara Wiener juga telah divonis penjara pada 2021 di AS karena berusaha menjual barang seni curian. Barang-barang tersebut disita oleh pengadilan New York pada 2023.
Mengutip Al Jazeera, New York adalah pusat perdagangan barang antik ilegal dan curian. Dalam beberapa tahun terakhir, aparat telah menyita barang-barang tersebut dari beberapa museum, bahkan dari museum terkenal seperti Metropolitan Museum of Art, dan rumah-rumah kolektor.
Perwakilan Indonesia di New York, Konsul Jenderal Winanto Adi, memuji upaya Bragg, dan mengatakan bahwa hal ini adalah "hadiah yang sangat berharga" saat AS dan Indonesia merayakan ulang tahun ke-75 hubungan diplomatik mereka.