Kehormatan besar: Prabowo jadi Presiden Indonesia pertama hadir di Bastille Day Prancis
Prabowo berdiri berdampingan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di podium kehormatan, mengukuhkan posisi Indonesia sebagai mitra yang makin diperhitungkan secara global.
PARIS: Presiden Prabowo Subianto, mencatat sejarah baru sebagai Presiden Indonesia pertama yang menjadi tamu kehormatan dalam peringatan Hari Nasional Prancis (Bastille Day) yang digelar di Paris, Senin (14/07).
Kehadiran Prabowo di panggung utama atas undangan langsung Presiden Emmanuel Macron menjadi simbol kehormatan tinggi yang biasanya diberikan kepada negara mitra strategis. Undangan tersebut disampaikan Macron saat berkunjung ke Indonesia pada Mei 2025.
DUDUK BERDAMPINGAN DENGAN MACRON
Prabowo berdiri berdampingan dengan Macron di podium kehormatan, mengukuhkan posisi Indonesia sebagai mitra yang makin diperhitungkan secara global.
Bahkan, Macron memeluk erat Prabowo setelah membuka upacara Bastille Day, menandakan kehangatan hubungan personal kedua pemimpin.
Dalam tradisi Bastille Day, kehadiran tamu kehormatan menandai penghormatan istimewa dari Pemerintah Prancis. Negara tamu biasanya juga diberikan kesempatan menampilkan kontingen militernya dalam parade militer yang menjadi ikon perayaan tersebut.
Tradisi mengundang pemimpin dunia sebagai tamu kehormatan dalam parade Bastille Day dimulai secara simbolik pada akhir abad ke-20.
Dikutip dari Antara, Bastille Day telah menjadi panggung kehormatan bagi sejumlah pemimpin besar dunia, seperti Presiden Nelson Mandela pada tahun 1996, Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva pada 2005, dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 2017.
Selain itu, ada juga Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong (2018); serta Perdana Menteri India, Narendra Modi pada 2023.
“Terima kasih atas kehadiran Anda di hari perayaan nasional kami, sahabat Prabowo. Saya sangat bangga melihat tentara Indonesia berbaris bersama pasukan kami,” tulis Presiden Macron dalam bahasa Indonesia lewat akun Instagram resminya, @emmanuelmacron, pada Selasa (15/7).
Selain kehadiran Prabowo, Indonesia juga mendapat kehormatan mengirimkan kontingen untuk tampil dalam defile pasukan pada perayaan Bastille Day 2025.
Indonesia mengirim kontingen Satgas Patriot II, yang terdiri dari taruna dan taruni dari Akademi Militer (TNI AD), Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara, dan Akademi Kepolisian.
Kontingen Indonesia bahkan mendapat kehormatan tampil pertama dalam defile pasukan, sebuah bentuk pengakuan simbolik atas kedekatan kedua negara.
Lagu kebangsaan "Indonesia Raya" juga berkumandang di tengah perayaan Bastille Day, menyentuh momen emosional bagi diaspora Indonesia di Prancis.
Dalam unggahannya, Macron turut membagikan video parade kontingen Indonesia dan momen saat ia memeluk Prabowo. Ia juga mengenang kunjungannya ke Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah, saat berkunjung ke Indonesia Mei lalu.
“Saya masih menyimpan kenangan kuat dari kunjungan saya, terutama saat berada di Akademi Militer di Magelang dan bertemu para prajurit Indonesia yang sedang belajar bahasa Prancis,” kata Macron.
Presiden Prabowo pun membalas sapaan Macron melalui akun Instagram-nya @prabowo, dengan menulis dalam bahasa Prancis:
“Merci, Monsieur le Président, pour l’honneur de votre invitation et pour le témoignage d’amitié qui unit nos deux pays.”
Yang berarti: “Terima kasih, Bapak Presiden, atas kehormatan undangan Anda dan atas persahabatan yang menyatukan kedua negara kita.”
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.