Skip to main content
Iklan

Dunia

Kanker paru-paru melonjak di kalangan non-perokok, ada apa?

Kanker paru-paru yang menyerang non-perokok menjadi penyebab kematian akibat kanker tertinggi kelima di dunia.

Kanker paru-paru melonjak di kalangan non-perokok, ada apa?
Hasil MRI pasien kanker paru-paru (iStock/da-kuk)

SINGAPURA: Angka kasus kanker paru-paru pada non-perokok terus melonjak, menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu perhatian lebih.

Menurut laporan The Guardian awal pekan ini, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menyebutkan bahwa kanker paru-paru pada kalangan non-perokok kini menjadi penyebab kematian akibat kanker tertinggi kelima di dunia.

Kanker paru-paru masih menjadi penyebab utama angka kesakitan atau morbiditas dan kematian terkait kanker secara global.

Pada tahun 2022, sekitar 2,5 juta orang didiagnosis dengan penyakit ini.

Di kalangan non-perokok, kanker paru-paru umumnya muncul sebagai adenokarsinoma, jenis kanker yang tumbuh pada sel penghasil lendir (kelenjar) dalam organ tubuh, dan menjadi salah satu jenis kanker paling umum.

Dari sekitar 1,5 juta kasus baru kanker paru-paru di kalangan pria, sebanyak 717.211 (45,6 persen) adalah adenokarsinoma.

Sementara itu, di kalangan wanita, diperkirakan terdapat 908.630 kasus baru kanker paru-paru di seluruh dunia, dengan 541.971 (59,7 persen) di antaranya adalah adenokarsinoma.

Polusi udara diduga menjadi salah satu faktor pemicu kanker paru-paru pada non-perokok.

Studi IARC yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Respiratory Medicine mengungkapkan bahwa polusi udara berperan sebagai faktor penting yang menjelaskan dominasi adenokarsinoma pada kalangan non-perokok, dengan menyumbang 53 persen hingga 70 persen kasus kanker paru-paru di dunia.

Pada tahun 2022, sekitar 200.000 kasus adenokarsinoma dikaitkan dengan paparan polusi udara.

Adenokarsinoma yang disebabkan polusi udara banyak ditemukan di Asia Timur, khususnya di China.

Di negara-negara berkembang, paparan kronis terhadap asap masakan dari pembakaran kayu atau penggorengan juga turut meningkatkan angka kanker paru-paru.

Walaupun polusi udara menjadi salah satu faktor, asap tembakau tetap merupakan penyebab utama kanker paru-paru yang menjangkiti non-perokok.

Dalam sebuah studi tentang kanker paru-paru di Asia Tenggara yang dipublikasikan pada Agustus 2024, ditemukan 42 persen pria dan 14,2 persen wanita di wilayah ini merokok alias menggunakan tembakau karena terpapar asap rokok dari lingkungan sekitarnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan