Skip to main content
Iklan

Dunia

Helikopter Presiden Iran kecelakaan, kondisi Ebrahim Raisi belum diketahui

Kantor berita Fars yang dikelola oleh Pasukan Garda Revolusi Iran meminta warga Iran untuk mendoakan keselamatan Presiden berusia 63 tahun itu.

Helikopter Presiden Iran kecelakaan, kondisi Ebrahim Raisi belum diketahui
Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev meresmikan pembangunan proyek bersama bendungan antara kedua negara bernama Qiz-Qakasi di Sungai Aras, provinsi Azerbaijan Timur, di barat laut Negeri Para Mullah itu. Foto ini menjadi foto terakhir Raisi sebelum kecelakaan terjadi. (Iranian Presidential Office)
19 May 2024 10:01PM (Diperbarui: 20 May 2024 04:14PM)

TEHERAN: Helikopter yang sedang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian dilaporkan mengalami kecelakaan.

Rombongan tim penyelamat diberitakan Reuters sedang bergerak menuju lokasi kecelakaan itu terjadi.

Televisi Iran menyebutkan lokasi kecelakaan dekat dengan kota Jolfa, yang berbatasan dengan Azerbaijan.

Kantor berita Fars yang dikelola oleh Pasukan Garda Revolusi Iran meminta warga Iran untuk mendoakan keselamatan Presiden berusia 63 tahun itu.

Menteri Dalam Negeri Ahmed Vahidi mengatakan kepada TV negara bahwa pihak berwenang sedang menunggu detail lebih lanjut.

Laporan yang dilansir Guardian mengindikasikan ada 3 rombongan helicopter yang sedang terbang.

Raisi baru saja menggelar pertemuan dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Minggu siang (19 Mei).

Kedua pemimpin itu meresmikan pembangunan proyek bersama bendungan antara kedua negara bernama Qiz-Qakasi di Sungai Aras, provinsi Azerbaijan Timur, di barat laut Negeri Para Mullah itu.

Raisi terpilih sebagai presiden pada tahun 2021.

Sejak menjabat, presiden beraliran politik konservatif ini melancarkan instruksi pengetatan hukum moral, menindak keras dengan kekuatan bersenjata protes anti-pemerintah, dan memperjuangkan keras pembicaraan nuklir Iran dengan kekuatan dunia.

Raisi memiliki latar belakang judikatif kuat karena pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Iran dari 2019 sampai 2021 sebelum terpilih sebagai presiden.

Dia juga sempat menjabat sebagai Jaksa Agung Iran selama dua tahun.

Raisi dinilai sedang memperkuat kredensialnya konservatifnya dengan target untuk menjadi calon pengganti Ayatollah Ali Khamenei yang telah berusia 85 tahun, sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan