Skip to main content
Iklan

Dunia

Menlu Sugiono tegaskan Indonesia tidak keluar dari Board of Peace di tengah eskalasi Timur Tengah

Desakan agar Indonesia keluar dari BoP mengemuka jika forum bentukan Donald Trump itu justru memperluas konflik.

Menlu Sugiono tegaskan Indonesia tidak keluar dari Board of Peace di tengah eskalasi Timur Tengah

Presiden Prabowo Subianto KTT Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Donald J. Trump US Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, pada 19 Februari 2026. (Foto: Instagram/@presidenrepublikindonesia, @prabowo)

JAKARTA: Desakan agar Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) mengemuka setelah eskalasi konflik di Timur Tengah. Namun pemerintah menegaskan belum ada rencana untuk mundur dari forum tersebut.

Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan Indonesia tetap menjadi anggota Board of Peace (BoP) meski ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkat.

"Tetap BoP," kata Sugiono dikutip Kontan di Istana Kepresidenan, Selasa (3/3).

Sugiono menegaskan hingga kini belum ada pembahasan lanjutan bersama negara anggota terkait keberlanjutan BoP. Ia menyebut diskusi dalam forum tersebut untuk sementara dihentikan.

Menurutnya, pemerintah saat ini lebih fokus pada perkembangan konflik di Timur Tengah serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan.

Indonesia juga terus melakukan koordinasi dengan negara-negara di kawasan Teluk yang tergabung dalam BoP. Beberapa di antaranya turut terdampak akibat eskalasi yang terjadi.

Presiden Prabowo Subianto disebut telah berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan mayoritas pimpinan negara Teluk.

“Kalau masalah Board of Peace ya kita tetap juga sama teman-teman kita, konsultasi dan konsolidasi dekat gitu ya dengan rekan-rekan kita yang ada di Teluk gitu. Karena mereka juga, ya, mengalami diserang gitu. Karena mereka juga kan ada di BoP juga kan,” sambungnya.

“(Semua) Sudah telepon, yang masih menunggu waktunya mungkin MBS. Yang lain sudah,” imbuhnya.

MUNCUL DESAKAN EVALUASI KEANGGOTAAN

Di sisi lain, Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, meminta Presiden mempertimbangkan secara serius opsi keluar dari Board of Peace.

Menurutnya, langkah tersebut perlu dikaji apabila forum itu justru memperluas konflik.

"Jangan sampai malah keberadaan Indonesia dijadikan sebagai alat stempel legitimasi untuk melebarkan perang ini gitu loh. Karena mestinya damai malah kemudian terjadi perang yang melebar ke mana-mana,” ujarnya.

Hidayat menilai sejak awal Board of Peace dibentuk untuk menghadirkan perdamaian, tidak hanya di Palestina tetapi juga di kawasan konflik lainnya. Namun, kondisi terkini dinilai berlawanan dengan tujuan pembentukannya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan