Skip to main content
Iklan

Dunia

Suhu capai 47 derajat Celcius, jemaah haji diminta mitigasi serangan panas dan dehidrasi

Arab Saudi meningkatkan berbagai langkah mitigasi panas ekstrem menjelang puncak ibadah haji, termasuk memperluas jaringan pendingin, peneduh, dan imbauan kesehatan bagi sekitar 1,6 juta jemaah di tengah suhu yang mencapai 47 derajat Celsius.

Suhu capai 47 derajat Celcius, jemaah haji diminta mitigasi serangan panas dan dehidrasi

Para jemaah haji berkumpul di dekat kipas penyemprot air di Jabal Rahmah di dataran Arafah saat puncak ibadah haji di luar kota suci Mekkah, Arab Saudi, 26 Mei 2026. (Foto: REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

MEKKAH: Arab Saudi meningkatkan berbagai langkah mitigasi untuk melindungi jemaah haji dari cuaca panas ekstrem dan potensi badai debu saat jutaan umat muslim mulai menjalani rangkaian ibadah haji tahun ini.

Dilaporkan Arab News pada Sabtu (23/5), Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM) memperingatkan suhu di Mekkah dan wilayah sekitarnya bisa mencapai 47 derajat Celsius selama puncak haji pada Selasa hingga Rabu (26-27 Mei). Kondisi cuaca panas disertai angin kencang yang membawa debu dan pasir diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah.

Selasa menjadi puncak ibadah haji ketika jemaah menjalani wukuf di Arafah sebelum bergerak menuju Muzdalifah dan Mina.

NCM menyebut, langit di sebagian besar wilayah Arab Saudi diperkirakan cerah dengan suhu siang hari berkisar antara 44 hingga 47 derajat Celsius. Suhu minimum berada di kisaran 28 hingga 31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan antara 10 hingga 40 persen.

Angin barat daya hingga barat laut diperkirakan bertiup dengan kecepatan 15 hingga 40 kilometer per jam. Aktivitas angin tersebut berpotensi menyebabkan debu dan pasir beterbangan, terutama di area terbuka dan jalur perjalanan jemaah.

Para jemaah haji berkumpul di Jabal Rahmah di dataran Arafah saat puncak ibadah haji, di luar kota suci Mekkah, Arab Saudi, pada 26 Mei 2026. (Foto: REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

Selain Mekkah, angin permukaan yang membawa debu diperkirakan memengaruhi wilayah Najran, Riyadh, Provinsi Timur, Northern Borders, Al-Jouf, dan Tabuk. NCM juga memperingatkan kemungkinan badai petir dan hujan di sejumlah dataran tinggi di Jazan, Asir, Al-Baha, dan Mekkah.

Otoritas Saudi mengimbau jemaah haji untuk tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunnah di luar rangkaian utama ibadah haji demi menjaga kondisi fisik tetap prima.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi meminta jemaah menggunakan payung, banyak minum air, serta mengikuti langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko sengatan panas dan dehidrasi.

Menurut otoritas kesehatan Saudi, penggunaan payung dapat membantu menurunkan suhu tubuh hingga sekitar 10 derajat Celsius dan mengurangi risiko kelelahan akibat panas.

Selain imbauan kesehatan, Arab Saudi juga memperluas infrastruktur pendingin di kawasan Armuzna — Arafah, Muzdalifah, dan Mina — termasuk menambah jaringan pendingin udara, peneduh raksasa, serta titik penyemprotan uap air di area yang dipadati jemaah.

Teknologi perlindungan panas juga semakin banyak digunakan para jemaah. Sejumlah toko di Mekkah dan Madinah menjual payung pendingin yang dilengkapi kipas dan semprotan air, topi pelindung ultraviolet dengan standar UPF 50+, hingga handuk pendingin.

"Payung-payung ini dirancang sebagai alat multifungsi untuk mengurangi panas, khusus untuk kondisi luar ruangan yang ekstrem," kata Mohammed Ali, manajer cabang ritel SACO di Jeddah dikutip Kompas.id, Selasa (26/5).

Seorang jemaah asal India, Shahnawaz Ahmed, mengatakan, perlengkapan pendingin membantu aktivitas di tengah suhu ekstrem.

"Topi pendingin benar-benar membuat pergerakan di bawah suhu panas menjadi lebih ringan," ujarnya.

Jemaah asal Mesir, Eiman Zayed, menyatakan, cuaca panas tidak bisa dihindari selama haji, tetapi persiapan kini menjadi lebih mudah berkat banyaknya perlengkapan pelindung yang tersedia.

"Perlindungan dari matahari kini tidak lagi terbatas pada berteduh dan tabir surya biasa. Sudah berkembang menjadi teknologi modern," katanya.

Sedikitnya 1,6 juta umat Islam diperkirakan berkumpul di Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini, menjadikan faktor cuaca dan keselamatan sebagai perhatian utama otoritas Arab Saudi.

Selain menjalani ibadah di Mekkah dan lokasi-lokasi suci di sekitarnya, banyak jemaah juga melakukan perjalanan melalui Madinah sebelum atau sesudah ibadah haji.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ar(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan