Dolar AS menguat setelah Fed pangkas suku bunga; Rupiah tertekan, berpotensi melemah
Uang kertas dolar AS di penukaran uang di Jakarta, Indonesia, 9 April 2025. REUTERS/Willy Kurniawan/Foto Arsip
TOKYO: Dolar AS stabil pada Kamis pagi (18/9) setelah jatuh ke level terendah dalam 3,5 tahun dan kemudian rebound yang kuat karena para pedagang bergulat dengan konsekuensi retorika bank sentral AS, Fed tentang pemangkasan suku bunga lebih lanjut.
Dolar Selandia Baru jatuh setelah data menunjukkan ekonomi negara itu menyusut jauh lebih besar dari yang diperkirakan pada kuartal kedua, memicu spekulasi pemangkasan suku bunga yang lebih tajam tahun ini.
Dolar Australia juga melemah setelah tingkat ketenagakerjaan Australia menurun secara tak terduga pada bulan Agustus.
Fed AS menurunkan suku bunga seperempat poin pada hari Rabu, sesuai perkiraan, dan mengindikasikan akan terus menurunkan biaya pinjaman untuk sisa tahun ini.
Ketua Fed, Jerome Powell, menggambarkan tindakan kebijakan hari itu sebagai pemangkasan manajemen risiko sebagai respons terhadap melemahnya pasar tenaga kerja, tetapi mengatakan bank sentral tidak perlu terburu-buru melakukan pelonggaran.
Dolar jatuh ke level terendah sejak Februari 2022 dibandingkan dengan yen Jepang, tetapi melonjak kembali hingga 0,44 persen lebih tinggi kepada 97,074. Dolar sedikit menguat pada hari Kamis hingga mencapai 97,095.
PEMANGKASAN TAMBAHAN
Dot plot ekspektasi kebijakan Fed Amerika yang diawasi ketat memprediksi median pemangkasan tambahan sebesar 50 basis poin selama dua pertemuan kebijakan tersisa tahun ini, tetapi hanya satu pemangkasan tambahan pada tahun 2026.
"Prakiraan yang direvisi menyoroti tingkat ketidakpastian yang masih ada terkait prospek," kata Elliot Clarke, kepala ekonomi internasional di Westpac.
"Waktu dan skala pemangkasan suku bunga yang diramalkan juga menunjukkan risiko inflasi yang masih ada."
Euro stabil di level $1,1809, setelah kembali ke level tertinggi sejak Juni 2021 di $1,19185 pada hari Rabu sebagai reaksi spontan terhadap pengumuman Fed.
Sterling melemah 0,13 persen menjadi $1,3612 setelah sempat melonjak ke level tertinggi sejak 2 Juli di $1,3726 pada sesi sebelumnya.
Bank of England akan mengumumkan keputusan kebijakannya sendiri pada hari Kamis, dan secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 4 persen.
RUPIAH TERTEKAN
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis diperkirakan berpotensi melemah terhadap dolar AS.
Para analis memperkirakan dolar akan menguat terhadap rupiah setelah keputusan Fed untuk memangkas suku bunga pada hari Rabu.
Menurut Bloomberg, nilai tukar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup melemah 0,27 persen pada Rabu ke level Rp16.430 per dolar AS.
Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp16.518 per dolar AS pada Kamis pagi.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.