Ditolak tampil di kejuaraan dunia, Federasi Senam Israel: Indonesia sudah kelewatan
Israel menegaskan akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS)
JAKARTA: Federasi Senam Israel (Israel Gymnastics Federation/IZF) mengecam langkah pemerintah Indonesia yang menolak kedatangan atlet Israel ke ajang World Artistic Gymnastics Championship 2025.
Mereka menyebut tindakan Indonesia sebagai keputusan yang “keterlaluan” dan “memalukan.”
Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang akan berlangsung di Jakarta pada 19–25 Oktober 2025, diikuti sekitar 500 atlet dari 78 negara.
Namun, delegasi Israel diwartakan detikSport ditolak masuk karena Indonesia tidak mengeluarkan visa bagi atlet dari negara tersebut.
Penolakan itu disebut sebagai bentuk protes Indonesia terhadap agresi Israel di Gaza, sejalan dengan posisi politik luar negeri RI yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
FIG DUKUNG KEPUTUSAN INDONESIA
Federasi Senam Internasional (Federation Internationale de Gymnastique/FIG) menyatakan dukungannya terhadap langkah Indonesia.
Namun, Federasi Senam Israel tidak tinggal diam. Dalam pernyataannya yang dikutip media berbahasa Ibrani Davar, IZF menyebut keputusan Indonesia sebagai “garis merah yang telah dilewati.”
“Kami berniat menentang keputusan keterlaluan ini dan mengajukan banding ke otoritas hukum guna mencegah kompetisi diselenggarakan tanpa delegasi Israel,” tulis IZF.
IZF juga menegaskan akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) untuk memaksa partisipasi atlet Israel, termasuk peraih medali emas Olimpiade 2020, Artem Dolgopyat.
“Ini adalah keputusan memalukan dan lemah yang bisa membuka jalan bagi diskriminasi terhadap atlet Israel di masa mendatang. Kami tidak akan tinggal diam dan akan melawan dengan segala cara hukum yang kami miliki,” tambah IZF.
Menanggapi langkah hukum IZF, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa Indonesia tetap mempertahankan posisi politik luar negeri, namun tetap menghormati proses hukum internasional yang ditempuh Israel.
“Kami sudah mengetahui rencana Federasi Senam Israel untuk mengajukan gugatan ke CAS terkait keputusan di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025,” tulis Erick di akun Instagram resminya, Senin (13/10).
Erick menegaskan Indonesia sebagai negara punya aturan dan prinsip politik yang tegas, termasuk dalam isu yang berkaitan dengan konflik Palestina–Israel.
“Indonesia akan menghadapi gugatan ini secara terhormat dan tetap berpegang teguh pada prinsip yang kami yakini,” ujarnya.