Skip to main content
Iklan

Dunia

Menlu Sugiono buka-bukaan alasan Indonesia gabung Dewan Perdamaian Trump

Partisipasi Indonesia merupakan wujud dari langkah strategis, konstruktif, dan konkret dalam rangka mendukung kemerdekaan Palestina

Menlu Sugiono buka-bukaan alasan Indonesia gabung Dewan Perdamaian Trump

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menandatangani Piagam Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump di sela agenda World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, Kamis (23/1/2026). (Instagram/sugiono_56)

DAVOS: Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza bentukan Presiden AS Donald Trump merupakan bukti pengakuan internasional terhadap peran diplomasi Indonesia dalam mendorong perdamaian Palestina.

“Keanggotaan kita di dalamnya merupakan bentuk pengakuan dunia terhadap diplomasi Indonesia serta pada posisi dan pandangan Indonesia terhadap perdamaian dunia dan, khususnya, perdamaian di kawasan tersebut,” kata Sugiono melalui akun Instagram resmi, dikutip Jumat (23/1).

Ia menjelaskan, penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian oleh Presiden  Prabowo Subianto di sela agenda World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, Kamis waktu setempat, menandai resminya badan tersebut sebagai organisasi internasional.

Indonesia bergabung bersama sejumlah negara lain, antara lain Argentina, Bahrain, Belarus, Mesir, Hungaria, Israel, Yordania, Maroko, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Vietnam, serta beberapa negara lainnya.

Namun, negara-negara Eropa seperti Prancis, Jerman, Italia, Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Inggris telah menyatakan penolakan terhadap inisiatif tersebut. 

Sementara itu, negara-negara besar lain seperti Australia, Brasil, China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Rusia hingga kini belum mengambil keputusan.

FUNGSI DEWAN PERDAMAIAN TRUMP DAN PERAN INDONESIA

Menurut Sugiono, inisiatif Dewan Perdamaian Gaza merupakan langkah konkret dalam upaya penyelesaian konflik di Gaza dan Palestina secara keseluruhan.

“Seperti kita ketahui bersama, sejak pelaksanaan Majelis Sidang Umum PBB tahun lalu di New York telah lahir sebuah proposal perdamaian yang disampaikan oleh Presiden Donald Trump yang kemudian juga ditindaklanjuti dengan sebuah pertemuan di Mesir yang pada saat itu membicarakan pembentukan Board of Peace ini,” kata Menlu.

Ia menjelaskan, Dewan Perdamaian Gaza memiliki fungsi utama dalam mengawasi administrasi, stabilitas keamanan, serta proses rekonstruksi Gaza yang akan dilaksanakan secara bertahap.

Selain itu, badan tersebut juga bertugas mengawasi pemerintahan transisi Palestina yang menjalankan fungsi administrasi di Gaza, dengan melibatkan unsur-unsur teknokrat.

“Partisipasi Indonesia di Dewan Perdamaian ini merupakan wujud dari langkah strategis, konstruktif, dan konkret dalam rangka mendukung kemerdekaan Palestina,” ucap Sugiono.

Menlu juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pos perbatasan Rafah akan dibuka untuk penyaluran bantuan kemanusiaan. Di saat yang sama, Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) akan dibentuk sebagai bagian dari upaya mewujudkan perdamaian di Gaza.

Sekjen Partai Gerindra itu menekankan keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza sejalan dengan komitmen jangka panjang Indonesia dalam mendukung perjuangan bangsa Palestina menuju kemerdekaan dan pengakuan kedaulatan.

“Dewan Perdamaian ini merupakan satu alternatif konkret yang saat ini yang bisa kita harapkan untuk mencapai keinginan tersebut,” tuturnya.

“Sekali lagi bagi kita solusi dua negara yang real itu harus terjadi, kemerdekaan Palestina serta kedaulatan pengakuan terhadap kedaulatan Palestina merupakan sesuatu yang selama ini terus kita perjuangkan. Board of Peace ini merupakan satu alternatif yang konkret saat ini yang bisa kita harapkan untuk mencapai keinginan tersebut,” tegasnya lebih jauh.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan