Skip to main content
Iklan

Dunia

Detik-detik terakhir Assad di Suriah: Berbohong, kabur diam-diam tinggalkan pejabat dan kerabatnya

"Assad bahkan tidak bertahan hingga akhir. Dia bahkan tidak memimpin bala tentaranya," kata seorang pengamat. "Dia membiarkan para pendukungnya menghadapi nasib sendirian."

Detik-detik terakhir Assad di Suriah: Berbohong, kabur diam-diam tinggalkan pejabat dan kerabatnya

Presiden terguling Suriah Bashar al-Assad. (Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS)

13 Dec 2024 08:51PM (Diperbarui: 13 Dec 2024 08:59PM)

DUBAI: Tidak ada yang mengira presiden terguling Suriah, Bashar al-Assad, akan kabur ketika Damaskus direbut pasukan pemberontak pada Minggu lalu (8/12). Dia tidak menceritakan rencananya kepada siapa pun, tahu-tahu dia sudah terbang ke Rusia meninggalkan para pejabat dan kerabatnya.

Kesaksian ini disampaikan oleh puluhan orang yang mengetahui detik-detik terakhir keberadaan Assad di Suriah kepada Reuters. Seluruh saksi yang berbicara kepada Reuters ingin agar namanya mereka dirahasiakan.

Menurut beberapa saksi, beberapa jam sebelum kabur ke Moskow, Assad pada Sabtu (7/12) mengatakan kepada sekitar 30 petinggi militer dan keamanan di kementerian pertahanan di Damaskus bahwa Rusia akan segera memberikan bantuan militer. Dia meminta pasukan darat Suriah untuk bertahan sembari menunggu bantuan Rusia itu datang.

Kondisi ketika itu, pasukan pemberontak sudah menguasai kota-kota sekitar Damaskus dan semakin mendekat ke ibu kota. 

Hadi al-Bahra, kepala kelompok oposisi Suriah di luar negeri, mengatakan bahwa Assad telah berbohong kepada para komandan militernya ketika itu.

"Dia mengatakan kepada para komandan dan pejabatnya setelah berkunjung ke Moskow bahwa bantuan militer akan datang," kata Bahra. "Dia membohongi mereka. Pesan yang diterima di Moskow justru negatif."

Rusia memang telah membantu Suriah dalam perang sipil yang telah berlangsung selama lebih dari 13 tahun di negara itu. Namun pemerintah Rusia telah mengatakan bahwa prioritas mereka saat ini adalah perang di Ukraina, bukan Suriah lagi. 

Assad juga tidak memberitahukan rencananya kepada para staf sipil di pemerintahannya. 

Kepada kepala kantor kepresidenan, pada Sabtu pekan lalu Assad mengatakan akan langsung pulang ke kediamannya selepas dari kantor. Tapi bukannya pulang, berdasarkan pengakuan beberapa ajudan di lingkaran kepresidenan, Assad malah bertolak ke bandara.

Seorang pria berjalan di atas poster Bashar al-Assad di Damaskus, setelah pemberontak Suriah mengumumkan bahwa mereka telah menggulingkan pemerintahan Suriah, 10 Desember 2024. (Foto: REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)

Dia juga menghubungi penasihat medianya, Buthaina Shaaban, memintanya datang ke kediamannya untuk dibuatkan naskah pidato. Ketika Shaaban datang, Assad tidak ditemukan di mana pun.

"Assad bahkan tidak bertahan hingga akhir. Dia bahkan tidak memimpin bala tentaranya," kata Nadim Houri, direktur eksekutif lembaga riset regional Arab Reform Initiative. "Dia membiarkan para pendukungnya menghadapi nasib sendirian."

Assad dilaporkan kabur ke Moskow dan menerima suaka dari Presiden Rusia Vladimir Putin. Pesawat yang membawanya mematikan transponder sehingga tidak terlacak darat.

Dia disebut terbang dari Damaskus ke pangkalan udara Hmeimim milik Rusia di kota Latakia, lalu dari situ berangkat ke Moskow. Istri dan ketiga anaknya telah tiba lebih dulu di Moskow, seperti yang disampaikan tiga mantan ajudan Assad.

Menurut sumber Reuters, pemerintah Rusia telah berkoordinasi dengan negara-negara tetangga Suriah agar pesawat yang ditumpangi Assad bisa terbang mulus tanpa diincar atau diserang.

Tidak hanya pejabatnya, rencana Assad untuk kabur juga tidak diketahui oleh kerabatnya, termasuk adiknya yang paling kecil, Maher, komandan pasukan elite Divisi Kendaraan Baja Ke-4. Menurut sumber Reuters, Maher juga kabur ke Rusia setelah sebelumnya menggunakan helikopter menuju Irak.

Dua sepupu Assad dari ibunya, Ehab dan Eyad Makhlouf juga ditinggalkan di Damaskus. Menurut saksi, keduanya sempat mencoba kabur dengan mobil menuju Lebanon, tapi disergap pasukan pemberontak di tengah jalan. Ehab ditembak mati, dan Eyad dilaporkan terluka.

Assad juga membohongi perdana menteri terakhir Suriah, Mohammad Ghazi al-Jalali, ketika mereka bercakap-cakap lewat telepon pada Sabtu pekan lalu pukul 22.30 waktu setempat.

"Dalam percakapan terakhir kami, saya katakan betapa situasi saat itu sangat sulit, dan ada pengungsian besar-besaran dari Homs ke Latakia ... dan ada kepanikan dan ketakutan di jalanan," kata dia kepada media Arab Saudi, Al Arabiya TV pekan ini.

"Assad menjawab: 'Besok, kita akan lihat besok'," kata Jalali. "'Besok, besok', itu adalah kata-kata terakhirnya untuk saya."

Source: Reuters/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan