Skip to main content
Iklan

Dunia

Influencer pendukung Trump, Charlie Kirk, tewas ditembak sniper saat debat di kampus

Influencer pendukung Trump, Charlie Kirk, tewas ditembak sniper saat debat di kampus

Charlie Kirk dalam acara debat live di Utah University, AS, 10 September 2025, sebelum tewas ditembak sniper. (Foto: Reuters/Trent Nelson/The Salt Lake Tribune)

11 Sep 2025 06:31AM (Diperbarui: 12 Sep 2025 10:15AM)

WASHINGTON: Influencer sayap kanan pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Charlie Kirk, tewas tertembak di tengah acara debat luar ruangan yang dihadiri ribuan orang di Utah University pada Rabu (10/9). 

Diberitakan Reuters, hingga saat ini belum diketahui siapa pelaku penembakan aktivis berusia 31 tahun itu. Sempat ditangkap satu orang yang diduga pelaku sebelum akhirnya dibebaskan.

Penembakan Kirk sekitar pukul 12 siang waktu setempat itu terekam jelas oleh kamera ponsel para penonton acara debat tersebut. Dalam salah satu cuplikan yang beredar di media sosial terdengar suara tembakan, Kirk lalu terhuyung dan jatuh dari kursinya.

Dalam rekaman lain, darah terlihat mengucur deras dari leher Kirk sesaat setelah tembakan. Peristiwa itu tidak ayal memicu kepanikan, dengan para penonton yang berhamburan berlarian.

Menurut penyelidikan polisi, pelaku melakukan tembakan bergaya sniper dari atap gedung, diperkirakan dari jarak sekitar 60 meter. 

Peristiwa itu terjadi di pemberhentian pertama Kirk dari rencana tur 15 kampus seluruh Amerika Serikat dalam acara debat bertajuk "American Comeback Tour". Dalam acara yang dihadiri sekitar 3.000 orang di Utah University, Kirk mengajak debat para mahasiswa yang disiarkan live di medsos tentang berbagai hal, terutama terkait kebijakan pemerintahan Trump.  

Beberapa detik sebelum ditembak, Kirk sedang ditanya seorang peserta tentang kekerasan bersenjata di AS. "Apakah Anda tahu berapa banyak pelaku penembakan massal di Amerika dalam 10 tahun terakhir?" tanya peserta itu.

Kirk menjawab, "Kekerasan geng dihitung atau tidak?" Beberapa saat kemudian, ia tertembak.

PENDUKUNG TRUMP DAN ISRAEL

Kirk bersama organisasi yang ia dirikan, Turning Point USA, organisasi pemuda konservatif terbesar di AS, memainkan peran penting dalam menggalang dukungan pemilih muda bagi Trump pada pemilu November lalu.

Setelah memenangkan pemilu, Trump memuji Kirk karena berhasil menggerakkan pemilih muda dan pemilih kulit berwarna untuk mendukung kampanyenya. 

Kirk memiliki 5,3 juta pengikut di X serta membawakan podcast dan program radio populer “The Charlie Kirk Show”. Ia juga baru-baru ini menjadi pembawa acara tamu di “Fox & Friends” di stasiun televisi Fox News.

Ia merupakan bagian dari jejaring influencer konservatif pro Trump, termasuk Jack Posobiec, Laura Loomer, Candace Owens, dan lainnya. 

Kirk kerap menyerang media arus utama serta menyoroti isu perang budaya seputar ras, gender, dan imigrasi, sering kali dengan gaya provokatif. Kirk juga ramai menuai kontroversi karena gencar membela Israel dan perang di Gaza. 

Usai kematian Kirk, Trump menyampaikan belasungkawanya.

“Charlie Kirk yang hebat dan legendaris telah tiada. Tak ada yang lebih memahami dan menyentuh hati kaum muda Amerika Serikat selain Charlie. Ia dicintai dan dikagumi oleh semua orang, terutama saya, dan kini ia sudah tidak bersama kita lagi,” tulis Trump di media sosial.

Meski belum diketahui motif pembunuhan Kirk, namun Gubernur Utah Spencer Cox mengatakan ini adalah pembunuhan politik.

“Ini adalah hari kelam bagi negara bagian kami, hari yang tragis bagi bangsa kami,” kata Gubernur Spencer Cox dalam konferensi pers. “Saya ingin menegaskan dengan sangat jelas bahwa ini adalah pembunuhan politik.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Reuters/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan