Skip to main content
Iklan

Dunia

Bandara Heathrow ditutup akibat kebakaran besar, jadwal penerbangan global terganggu

Bandara Heathrow ditutup akibat kebakaran besar, jadwal penerbangan global terganggu

Pesawat penumpang British Airways saat mendarat di Bandara Heathrow di London barat, Inggris, 28 Januari 2025. (REUTERS/Toby Melville/Foto Arsip)

LONDON: Bandara Heathrow Inggris mengatakan akan ditutup sepanjang hari Jumat setelah kebakaran besar di gardu listrik di dekatnya memutus aliran listrik, mengganggu jadwal penerbangan di seluruh dunia.

Brigade Pemadam Kebakaran London mengatakan sekitar 70 petugas pemadam kebakaran sedang menangani kebakaran di London bagian barat, yang menyebabkan pemadaman listrik massal di Heathrow, bandara tersibuk di Eropa dan kelima tersibuk di dunia.

Kobaran api oranye besar dan gumpalan asap terlihat membumbung ke langit. Sekitar 150 orang dievakuasi dari gedung-gedung di dekatnya dan ribuan properti tanpa listrik.

Brigade pemadam kebakaran mengatakan penyebab kebakaran tersebut belum diketahui.

"Untuk menjaga keselamatan penumpang dan kolega kami, Heathrow akan ditutup hingga pukul 23.59 pada tanggal 21 Maret," kata Bandara Heathrow dalam sebuah posting di X, menambahkan bahwa penumpang disarankan untuk tidak bepergian ke bandara tersebut.

Kepulan asap dan api mengepul dari gardu listrik di Hayes, Inggris, 20 Maret 2025, dalam tangkapan layar yang diperoleh dari sebuah video. (Video Diperoleh oleh REUTERS)

Menurut situs web pelacakan penerbangan FlightRadar24, sedikitnya 120 penerbangan masuk ke Heathrow harus dialihkan ke bandara lain, sementara 1.351 penerbangan dijadwalkan mendarat dan lepas landas di Heathrow pada hari Jumat.

Para pakar industri mengatakan pariwisata, perjalanan, dan perdagangan akan semakin terganggu di seluruh dunia, karena penerbangan akan dibatalkan atau ditunda karena pesawat tidak berada di posisi yang tepat.

British Airways sendiri memiliki 341 penerbangan yang dijadwalkan mendarat di Heathrow pada hari Jumat.

"Ini jelas akan berdampak signifikan pada operasi dan pelanggan kami, dan kami bekerja secepat mungkin untuk memberi tahu mereka tentang pilihan perjalanan mereka untuk 24 jam ke depan dan seterusnya," katanya.

Kebakaran tersebut memaksa pesawat untuk mengalihkan rute di seluruh dunia.

Qantas Airways mengirimkan penerbangannya dari Perth ke Paris, penerbangan United Airlines New York menuju Shannon, Irlandia, dan penerbangan United Airlines dari San Francisco dijadwalkan mendarat di Washington, D.C. alih-alih London.

Beberapa penerbangan dari AS berputar balik di udara dan kembali ke titik keberangkatan mereka.

"Heathrow adalah salah satu pusat utama dunia," kata Ian Petchenik, juru bicara FlightRadar24. "Ini akan mengganggu operasi maskapai penerbangan di seluruh dunia." Sebanyak 77 maskapai penerbangan memiliki total 669 penerbangan yang dijadwalkan mendarat di Bandara Heathrow pada hari Jumat. British Airways sendiri memiliki 341 penerbangan.

GANGGUAN AKAN MELUAS 

Para ahli perjalanan mengatakan gangguan tersebut akan meluas jauh melampaui Heathrow

Jaringan maskapai penerbangan yang diatur dengan cermat bergantung pada pesawat dan kru yang berada di lokasi tertentu pada waktu tertentu. Puluhan maskapai penerbangan harus segera mengkonfigurasi ulang jaringan mereka untuk memindahkan pesawat dan kru.

"Pertanyaan lainnya adalah, 'Apa yang akan dilakukan maskapai penerbangan untuk mengatasi antrean penumpang?'", kata analis industri perjalanan Henry Harteveldt dari Atmosphere Research Group. "Ini akan menjadi beberapa hari yang kacau."

Beberapa penumpang beralih ke media sosial. Adrian Spender, yang bekerja di pengecer Inggris Tesco, mengatakan dalam sebuah posting di X bahwa ia berada di Airbus A380 yang sedang menuju Heathrow.

Heathrow, dan bandara utama London lainnya, telah dilanda pemadaman listrik selama beberapa tahun terakhir, yang terbaru adalah kegagalan gerbang otomatis dan kegagalan sistem lalu lintas udara, keduanya pada tahun 2023.

Seorang juru bicara Heathrow mengatakan kepada Reuters melalui email bahwa tidak ada kejelasan kapan listrik akan dipulihkan, dan mereka memperkirakan gangguan yang signifikan selama beberapa hari mendatang.

Di London, listrik di sejumlah rumah dan bisnis terputus. "Petugas pemadam kebakaran telah membawa 29 orang ke tempat yang aman dari properti tetangga, dan sebagai tindakan pencegahan, garis polisi sepanjang 200 meter telah ditetapkan, dengan sekitar 150 orang dievakuasi," kata tim pemadam kebakaran.

Ikuti Kuis CNA Memahami Asia dengan bergabung di saluran WhatsApp CNA IndonesiaMenangkan iPhone 15 serta hadiah menarik lainnya.

Source: AGENCIES/ih

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan