Skip to main content
Iklan

Dunia

30 tewas dalam serangan terbaru Israel di Gaza, termasuk pejabat layanan penyelamatan dan wartawan

30 tewas dalam serangan terbaru Israel di Gaza, termasuk pejabat layanan penyelamatan dan wartawan

Pertahanan Sipil Palestina/Handout via REUTERS

KAIRO: Serangan militer Israel menewaskan sedikitnya 30 warga Palestina di seluruh Jalur Gaza pada hari Minggu, termasuk seorang pejabat senior layanan penyelamatan dan seorang wartawan, kata otoritas kesehatan setempat.

Kematian terbaru dalam kampanye Israel tersebut diakibatkan oleh serangan Israel terpisah di Khan Younis di selatan, Jabalia di utara dan Nuseirat di Jalur Gaza tengah, kata petugas medis.

Di Jabalia, mereka mengatakan wartawan lokal Hassan Majdi Abu Warda dan beberapa anggota keluarga tewas oleh serangan udara yang menghantam rumahnya pada hari Minggu sebelumnya.

Serangan udara lainnya di Nuseirat menewaskan Ashraf Abu Nar, seorang pejabat senior di layanan darurat sipil wilayah tersebut, dan istrinya di rumah mereka, tambah petugas medis.

Kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas mengatakan bahwa kematian Abu Warda meningkatkan jumlah jurnalis Palestina yang tewas di Gaza sejak Oktober 2023 menjadi 220.

Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kepala staf Eyal Zamir mengunjungi pasukan di Khan Younis pada hari Minggu, memberi tahu mereka bahwa "ini bukanlah perang tanpa akhir" dan bahwa Hamas telah kehilangan sebagian besar asetnya, termasuk komando dan kendalinya.

"Kami akan mengerahkan setiap alat yang kami miliki untuk membawa para sandera pulang, membubarkan Hamas dan membubarkan kekuasaannya," kata Zamir.

Pernyataan itu tidak membahas serangan hari Minggu.

DUA STAF PALANG MERAH TEWAS

Kemudian pada hari Minggu, Komite Internasional Palang Merah ICRC mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dua stafnya - Ibrahim Eid dan Ahmad Abu Hilal - telah tewas dalam serangan terhadap sebuah rumah di Khan Younis pada hari Sabtu.

"Pembunuhan mereka menunjukkan jumlah korban sipil yang tidak dapat ditoleransi di Gaza. ICRC menegaskan kembali seruannya yang mendesak untuk gencatan senjata dan untuk menghormati dan melindungi warga sipil, termasuk personel medis, bantuan kemanusiaan, dan pertahanan sipil," tambah pernyataan ICRC.

Dalam pernyataan terpisah, kantor media Gaza mengatakan pasukan Israel menguasai 77% Jalur Gaza, baik melalui pasukan darat atau perintah evakuasi dan pemboman yang membuat penduduk menjauh dari rumah mereka.

Sayap bersenjata Hamas dan Jihad Islam mengatakan dalam pernyataan terpisah pada hari Minggu bahwa para pejuang melakukan beberapa penyergapan dan serangan menggunakan bom dan roket anti-tank terhadap pasukan Israel yang beroperasi di beberapa wilayah di Gaza.

Pada hari Jumat, militer Israel mengatakan telah melakukan lebih banyak serangan di Gaza semalam, yang mengenai 75 target termasuk fasilitas penyimpanan senjata dan peluncur roket.

Warga Palestina berduka atas kematian kerabat mereka dalam serangan terbaru Israel di Gaza (Reuters/Hatem Khaled)

Israel melancarkan perang udara dan darat di Gaza setelah serangan lintas perbatasan oleh militan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang menurut penghitungan Israel dengan 251 sandera diculik ke Gaza.

Konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 53.900 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan Gaza, dan menghancurkan jalur pantai tersebut. Kelompok bantuan mengatakan tanda-tanda kekurangan gizi parah tersebar luas.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: AGENCIES/ih

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan