Waspada virus nipah, bandara Asia termasuk Soetta kembali terapkan protokol ala COVID-19
Wabah di Benggala Barat, India dilaporkan terjadi melalui penularan antarmanusia
Seorang penumpang melakukan check-in bagasi di Bandara Changi, Singapura, 24 Juni 2025. (Foto: CNA/Raj Nadarajan)
SINGAPURA: Wabah virus Nipah (NiV) yang dilaporkan terjadi di negara bagian Benggala Barat, India, mendorong bandara-bandara di Asia memperketat pemeriksaan kesehatan penumpang.
Sejumlah bandara utama di Jakarta, Singapura, Bangkok, Hong Kong, hingga Taipei mulai menerapkan protokol pengawasan yang mengingatkan pada masa pandemi COVID-19.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular ke manusia dari hewan yang terinfeksi, terutama babi dan kelelawar. Selain penularan dari hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui kontak dekat antarmanusia, meskipun kasusnya relatif jarang.
Virus ini dapat menimbulkan gejala awal berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan. Pada sebagian kasus, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat, pneumonia, rasa kantuk, hingga perubahan kesadaran.
Singapura menjadi salah satu negara yang mengambil langkah awal. Communicable Diseases Agency (CDA) menyatakan akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh terhadap pelancong yang tiba dari wilayah yang melaporkan wabah virus Nipah.
Kementerian Tenaga Kerja Singapura juga meningkatkan pengawasan terhadap pekerja migran yang baru tiba dari Asia Selatan. Selain itu, penyedia layanan kesehatan primer di bawah kementerian tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan sebagai bagian dari respons awal terhadap wabah Nipah di Benggala Barat, di mana dua kasus telah dilaporkan.
CDA menyampaikan bahwa program biosurveilans yang memantau populasi kelelawar di Singapura sejak 2011 hingga kini belum mendeteksi keberadaan virus Nipah di negara tersebut.
“Wabah di Benggala Barat dilaporkan terjadi melalui penularan antarmanusia, dengan dua kasus sejauh ini,” kata CDA, Rabu (28/1).
“Penularan dari manusia ke manusia jarang terjadi, tetapi memang dapat terjadi.”
Dalam wabah saat ini, penularan dilaporkan terjadi di lingkungan rumah sakit. Hingga kini, belum ada laporan penularan berkelanjutan di tingkat komunitas.
INDONESIA, THAILAND, DAN HONG KONG PERKETAT PENGAWASAN
Di Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk internasional untuk mencegah masuknya virus Nipah.
Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, diwartakan Kompas.com memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah pada pelaku perjalanan yang masuk melalui bandara tersebut.
Mengacu pada pengalaman pandemi COVID-19, BBKK menerapkan sejumlah protokol kesehatan bagi seluruh penumpang internasional. Salah satunya adalah kewajiban pengisian deklarasi kesehatan bagi pelaku perjalanan yang masuk ke Indonesia.
Pemantauan tanda dan gejala penyakit juga dilakukan menggunakan pemindai suhu tubuh atau thermal scanner yang dipastikan berfungsi optimal.
Langkah serupa dilakukan di Thailand. Bandara Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket kini menerapkan protokol kesehatan ketat ala COVID-19. Penumpang dipantau untuk mendeteksi gejala virus Nipah, seperti demam dan gangguan pernapasan.
Penumpang yang menunjukkan gejala akan dipindahkan ke fasilitas karantina yang ditunjuk untuk pemeriksaan lanjutan. Sementara itu, pelaku perjalanan dari Benggala Barat akan diberikan Kartu Peringatan Kesehatan yang memuat panduan tindakan jika mengalami gejala Nipah.
Di Hong Kong, Pusat Perlindungan Kesehatan (Centre for Health Protection/CHP) juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang yang datang dari India. CHP menyebut telah memiliki mekanisme pengawasan dan sistem pemberitahuan yang kuat untuk mendeteksi penyakit menular.