Skip to main content
Iklan

Asia

Tragedi kebakaran mematikan Hong Kong: 1 WNI masih hilang, 9 dipastikan tewas

KJRI Hong Kong mengimbau agar tidak menyebarkan data pribadi WNI terdampak kebakaran di media sosial tanpa izin yang bersangkutan atau keluarga inti.

Tragedi kebakaran mematikan Hong Kong: 1 WNI masih hilang, 9 dipastikan tewas
Lim ALim, penghuni Wang Fuk Court, memotret bagian dalam unitnya setelah kebakaran terjadi di permukiman Tai Po pada 26 Nov 2025. (Foto: Facebook/Lim ALim)

HONG KONG: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi bahwa satu Warga Negara Indonesia (WNI) masih belum diketahui nasibnya pasca kebakaran besar di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, Hong Kong, yang terjadi pada 26 November lalu.

“Per 4 Desember 2025, estimasi WNI yang tinggal di komplek apartemen Wang Fuk Court 140 orang, korban meninggal sembilan orang, korban dirawat di rumah sakit satu orang, terkonfirmasi selamat 129 orang, dan belum ditemukan satu orang,” demikian pernyataan tertulis KJRI Hong Kong, Kamis (4/12). 

Seluruh WNI yang tinggal di kompleks tersebut merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik.

KJRI Hong Kong menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat, agen ketenagakerjaan, dan pihak-pihak terkait untuk mencari satu WNI yang belum ditemukan serta memastikan pemenuhan hak-hak para WNI/PMI terdampak sesuai ketentuan. 

KJRI juga sudah berkomunikasi dengan keluarga korban meninggal untuk memfasilitasi proses repatriasi jenazah atau langkah lainnya sesuai amanat keluarga inti.

KJRI Hong Kong juga mengimbau seluruh pihak untuk mematuhi aturan yang berlaku dan tidak menyebarkan data pribadi WNI terdampak kebakaran di media sosial maupun platform lain tanpa izin yang bersangkutan atau keluarga inti.

Jumlah korban tewas akibat kebakaran hebat itu telah menembus 159 orang, dengan 79 luka-luka dan 31 orang belum ditemukan.

PEMERINTAH HONG KONG NAIKKAN SUBSIDI 

Pemerintah Hong Kong diwartakan Hong Kong Free Press (HKFP) mengumumkan kenaikan subsidi biaya hidup bagi warga terdampak kebakaran di Tai Po menjadi 100.000 dolar Hong Kong, naik dua kali lipat dari sebelumnya 50.000 dolar Hong Kong atau sekitar Rp214 juta.

Menteri Dalam Negeri dan Kepemudaan Hong Kong Alice Mak mengatakan pemerintah akan mentransfer jumlah tambahan tersebut langsung ke rekening sekitar 30.000 rumah tangga yang telah terdaftar.

“Sumber daya ini akan digunakan untuk membantu warga membangun kembali rumah mereka dan memberikan dukungan jangka panjang,” ujar Mak.

Warga terdampak kebakaran juga dapat memperoleh hingga tiga kali konsultasi medis gratis, termasuk obat resep, melalui program dokter relawan yang baru diluncurkan.

Lebih dari 140 dokter swasta telah berpartisipasi dalam layanan pro bono tersebut. Program ini menyediakan lebih dari 170 titik layanan, termasuk empat rumah sakit swasta, dan berlaku hingga 28 Februari tahun depan.

Berdasarkan riwayat medis pasien, para dokter dapat memberikan obat yang dibutuhkan, melakukan tindak lanjut penyakit pernapasan dan trauma akibat kebakaran, serta menangani gejala stres maupun kecemasan terkait peristiwa tersebut.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan