Skip to main content
Iklan

Asia

Topan Dujuan tewaskan empat orang di Jepang, 45.000 rumah tanpa listrik

Meski melemah saat bergerak ke timur laut, Topan Dujuan mencurahkan hujan dengan rekor tertinggi di sejumlah wilayah Tokyo.

Topan Dujuan tewaskan empat orang di Jepang, 45.000 rumah tanpa listrik

Seorang anak laki-laki mengayuh sepeda melintasi jalan yang tergenang air akibat hujan lebat yang dibawa oleh Topan Dujuan, di Ichikawa, Prefektur Chiba, Jepang, pada 21 September 2026. (Foto: Reuters/Kyodo)

TOKYO: Topan Dujuan menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 22 lainnya di Jepang, sementara ribuan rumah di dekat Tokyo masih tanpa listrik setelah badai menerjang wilayah tersebut, kata pihak berwenang pada Selasa (22/9).

Topan itu menjauh dari pesisir Jepang menuju Samudra Pasifik pada pagi hari, sehingga pihak berwenang dapat mencabut atau menurunkan sebagian besar peringatan hujan lebat dan tanah longsor.

Dujuan sebelumnya telah membuat salah satu pameran dagang gim video terbesar di dunia di Tokyo ditutup lebih awal.

Jepang kerap dilanda topan kuat pada akhir musim panas dan awal musim gugur. Badai lain musim ini juga mengganggu sejumlah pertandingan Asian Games yang digelar di negara tersebut.

Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang menyatakan, tiga orang tewas di Prefektur Chiba dan satu orang di wilayah Kanagawa, keduanya dekat Tokyo.

Pencarian masih dilakukan terhadap enam orang yang hilang setelah hujan deras memicu tanah longsor, kata badan tersebut.

Lebih dari 45.000 rumah tangga di Chiba dekat Tokyo masih tanpa listrik pada Selasa sore, sementara lebih dari 460 rumah rusak.

Sebelumnya, berdasarkan laporan kantor berita AFP, Japan Airlines membatalkan 135 penerbangan, sedangkan All Nippon Airways membatalkan 140 penerbangan.

Meski melemah saat bergerak ke timur laut, Dujuan mencurahkan hujan dengan rekor tertinggi di sejumlah wilayah Tokyo.

Oshima, pulau sekitar 120 kilometer di selatan pusat Tokyo, mencatat curah hujan 832 milimeter dalam 48 jam, lebih dari dua kali lipat rata-rata curah hujan sepanjang September, lapor NHK.

Curah hujan di Distrik Edogawa, Tokyo, mencapai rekor 282,5 milimeter dalam 24 jam.

Para ilmuwan mengatakan, perubahan iklim akibat aktivitas manusia meningkatkan risiko hujan lebat karena atmosfer yang lebih hangat dapat menampung lebih banyak air.

Orang-orang berjalan menyeberangi jalan yang tergenang air akibat hujan lebat yang dibawa oleh Topan Dujuan, di Ichikawa, Prefektur Chiba, Jepang, pada 21 September 2026. (Foto: Reuters/Kyodo)

Dujuan membuat Tokyo Game Show, salah satu pameran dagang gim video terbesar di dunia, ditutup lebih awal pada Senin, hari terakhir penyelenggaraannya.

Sebuah festival musik luar ruang besar dan pertandingan bisbol yang dijadwalkan digelar di Chiba juga dibatalkan.

Unggahan di media sosial menunjukkan jalan-jalan di depan Stasiun Kamakura, destinasi wisata populer, terendam banjir.

"Terjadi banjir di berbagai wilayah kota, sehingga bepergian dengan mobil berbahaya," kata Wali Kota Kamakura Takashi Matsuo di platform X.

Banjir juga merendam sejumlah wilayah Kota Ichikawa di sebelah timur Tokyo.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/ar(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan