Skip to main content
Iklan

Asia

Timor Leste resmi jadi anggota ASEAN setelah penantian 14 tahun

Timor Leste resmi jadi anggota ASEAN setelah penantian 14 tahun

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, dan Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao berpose saat upacara penandatanganan deklarasi penerimaan Timor Leste ke dalam ASEAN pada KTT ASEAN ke-47 dan KTT Terkait di Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Oktober 2025. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

26 Oct 2025 10:52AM (Diperbarui: 26 Oct 2025 10:58AM)

KUALA LUMPUR: Negara termuda di Asia, Timor Leste, akhirnya resmi menjadi anggota ke-11 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN pada KTT di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10).

Bergabungnya Timor Leste diresmikan oleh para pemimpin ASEAN pada pembukaan KTT, diiringi tepuk tangan ketika bendera Timor Leste dikibarkan di atas panggung.

Timor Leste telah mengajukan keanggotaan ASEAN sejak 14 tahun lalu dan pembahasan penerimaan negara itu di blok Asia Tenggara berlangsung alot.

Negara berpenduduk 1,4 juta orang ini termasuk yang termiskin di Asia Tenggara. Dengan nilai ekonomi sekitar US$2 miliar, Timor Leste hanya menyumbang porsi kecil dari keseluruhan PDB ASEAN senilai US$3,8 triliun.

Diberitakan Reuters, keanggotaan Timor Leste di ASEAN tidak serta merta akan memberikan manfaat ekonomi kepada negara ini, namun merupakan simbol kemenangan bagi Presiden Jose Ramos-Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao.

Gusmao menyebut momen itu sebagai peristiwa bersejarah bagi negaranya, sekaligus awal baru yang akan membawa “peluang besar” bagi perdagangan dan investasi.

“Bagi rakyat Timor Leste, ini bukan hanya mimpi yang terwujud, tetapi juga penegasan kuat atas perjalanan kami,” kata Gusmao dalam pidatonya.

“Keanggotaan ini adalah bukti semangat rakyat kami, sebuah negara demokrasi muda yang lahir dari perjuangan,” ujarnya, seraya menambahkan, “Ini bukan akhir dari perjalanan.”

Timor Leste pernah berada di bawah kekuasaan Portugal selama tiga abad hingga 1975. Sempat berada di bawah pemerintahan Indonesia, Timor Leste meraih kemerdekaan penuh pada 2002 setelah dilakukan referendum.

Ramos-Horta, 75, peraih Nobel Perdamaian 1996, telah mengusulkan agar Timor Leste bergabung dengan ASEAN sejak 1970-an untuk menjamin masa depan negaranya melalui integrasi regional.

Dalam wawancara dengan CNA pada September lalu, Ramos-Horta mengatakan Timor Leste harus menjaga stabilitas dan tidak menjadi beban bagi ASEAN, sambil menambahkan bahwa negaranya dapat berkontribusi lewat pengalaman dalam menyelesaikan konflik, termasuk dalam perselisihan perbatasan dan Laut China Selatan.

“Jika di masa depan kami dapat membantu memperkuat ASEAN melalui mekanisme penyelesaian konflik, itu akan sangat bernilai. Di setiap negara anggota ASEAN, kami menekankan pentingnya dialog,” kata Ramos-Horta.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Reuters/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan