Setelah Tim Cook mundur, John Ternus jadi CEO Apple
Apple mengumumkan CEO Tim Cook akan mundur pada September dan digantikan oleh John Ternus, sementara Cook akan menjadi ketua eksekutif dewan.
CEO Apple, Tim Cook, menghadiri acara makan siang penganugerahan American Film Institute (AFI) di Los Angeles, California, AS, pada 9 Januari 2026. (Foto: REUTERS/Mario Anzuoni)
SAN FRANCISCO: Apple pada Senin (20/4) mengumumkan bahwa Tim Cook akan mundur dari jabatannya sebagai chief executive officer (CEO) pada September, dan menyerahkan posisi tertinggi tersebut kepada veteran perusahaan John Ternus.
Pengumuman ini menjawab pertanyaan yang telah lama muncul mengenai suksesi Cook yang berusia 65 tahun. Ia mengatakan akan menjadi ketua eksekutif dewan direksi setelah melepas jabatan CEO Apple.
“Merupakan kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk menjadi CEO Apple dan dipercaya memimpin perusahaan yang luar biasa ini,” kata Cook dalam sebuah pernyataan.
Cook bergabung dengan Apple pada 1998, naik melalui berbagai posisi dan berperan dalam mendorong kesuksesan perusahaan sebagai chief operating officer dengan mengoordinasikan rantai pasokan kompleks pembuat iPhone tersebut.
Ia menjadi CEO pada 2011 setelah salah satu pendiri sekaligus pemimpin ikonik Apple, Steve Jobs, mundur karena masalah kesehatan.
Cook direkrut oleh Jobs dari Compaq pada saat perusahaan tersebut tengah berjaya di era ledakan PC (personal computer) pada 1990-an, sementara Jobs berupaya menyelamatkan Apple dari ambang kebangkrutan.
Ia dikenal berhasil memperluas lini produk Apple dan meningkatkan nilai perusahaan hingga sekitar US$4 triliun (sekitar Rp68,5 kuadriliun) berdasarkan nilai sahamnya.
Meski awalnya membangun reputasi di Apple dengan mengembangkan rantai pasokan besar di China, Cook kemudian menjadi sosok CEO terkenal dengan pengaruh tersendiri.
Ia menjadi CEO Fortune 500 pertama yang secara terbuka menyatakan dirinya gay pada 2014 dan mengambil sikap publik dalam isu seperti keberagaman di tempat kerja dan keberlanjutan perusahaan.
Cook, yang pernah memberikan plakat emas khusus kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, akan tetap berinteraksi dengan para pembuat kebijakan, kata Apple.
“Kepemimpinan Tim yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya telah mengubah Apple menjadi perusahaan terbaik di dunia,” kata ketua dewan direksi yang akan lengser, Arthur Levinson, dalam pernyataan tersebut.
“Integritas dan nilai-nilainya tertanam dalam setiap hal yang dilakukan Apple.”
Levinson saat ini menjabat sebagai ketua dewan dalam peran non-eksekutif. Ia akan menjadi direktur independen utama dewan.
Ternus, yang bergabung dengan Apple pada 2001, memainkan peran penting dalam mendorong kembali penjualan produk seperti komputer Mac, yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil meningkatkan pangsa pasar.
Pada usia 50 tahun, Ternus berada di usia yang sama dengan Cook saat mengambil alih posisi CEO dari Jobs. Ia terakhir kali memperkenalkan iPhone Air pada musim gugur lalu, pembaruan terbesar iPhone sejak 2017 dan menjadi ajang pembuktian bagi sejumlah cip baru.
Ternus, yang turut berkontribusi menghadirkan produk-produk yang kini sangat populer seperti iPad dan AirPods, akan bertugas membawa Apple menghadapi lanskap teknologi yang berubah akibat kecerdasan buatan, setelah perusahaan itu kehilangan posisinya sebagai perusahaan paling bernilai di dunia dari Nvidia.
Ia juga harus menghadapi Nvidia, yang telah mengumumkan komputer pribadi sendiri dan tengah mengembangkan cip untuk laptop, serta pesaing seperti Meta Platforms, yang kacamata augmented reality-nya sukses tak terduga meski memiliki kemampuan dan harga jauh di bawah headset Vision Pro milik Apple.
“Promosi Ternus menunjukkan perusahaan akan fokus pada perangkat keras baru seperti ponsel lipat, kacamata, perangkat realitas virtual, dan perangkat AI,” kata direktur pelaksana DA Davidson & Co, Gil Luria.
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini untuk melanjutkan misi Apple,” kata Ternus.
“Setelah menghabiskan hampir seluruh karier saya di Apple, saya beruntung dapat bekerja di bawah Steve Jobs dan mendapatkan bimbingan Tim Cook.”
Apple menandai ulang tahunnya yang ke-50 tahun ini, di tengah tantangan kecerdasan buatan yang menguji kemampuan perusahaan teknologi Silicon Valley tersebut untuk kembali menghadirkan inovasi yang mengubah budaya.
Jobs, seorang jenius pemasaran yang visioner, dan Steve Wozniak, yang menciptakan komputer Apple, merevolusi cara manusia menggunakan teknologi di era internet.
Keduanya – yang sama-sama tidak menyelesaikan kuliah – mengubah cara orang menggunakan komputer, mendengarkan musik, dan berkomunikasi saat bepergian, yang kemudian melahirkan gaya hidup berbasis aplikasi ponsel pintar.
Produk-produk unggulan Apple seperti Mac, iPhone, Apple Watch, dan iPad memiliki basis penggemar setia, jauh sejak awal berdirinya perusahaan pada 1 April 1976 di garasi Jobs di Cupertino, California.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.