Siti Hasmah, istri eks PM Malaysia Mahathir, meninggal di usia 100 tahun
Siti Hasmah meninggal di Institut Jantung Negara Malaysia sekitar pukul 09.20 pada 28 September. Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan ia akan dimakamkan dengan upacara kenegaraan.
Siti Hasmah Mohamad Ali meninggal dunia di Institut Jantung Negara sekitar pukul 09.20 pada Senin (28/9). (Foto: Facebook/Marina Mahathir)
KUALA LUMPUR: Siti Hasmah Mohamad Ali, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, meninggal dunia pada Senin (28/9) di usia 100 tahun.
Ia meninggal di Institut Jantung Negara sekitar pukul 09.20. Kabar tersebut dikonfirmasi putranya, Mokhzani Mahathir, kepada kantor berita Bernama.
Siti Hasmah adalah seorang dokter yang memanfaatkan perannya sebagai istri perdana menteri untuk memperjuangkan kesehatan ibu, keluarga berencana, literasi, pencegahan penyalahgunaan narkoba, dan kesehatan mental.
Ia merayakan ulang tahun ke-100 pada 12 Juli. Sebulan kemudian, ASEAN Records mencatatnya sebagai istri mantan perdana menteri tertua yang masih hidup.
Mahathir, 101, mengunggah kabar duka di media sosial disertai foto Siti Hasmah dan doa untuk jenazah.
Dalam waktu kurang dari tiga jam, unggahan itu mendapat lebih dari 114.000 "like" dan 28.000 komentar di Facebook, serta sekitar 164.000 "like" dan hampir 10.000 komentar di Instagram.
Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Siti Hasmah melalui Facebook.
“Seri Paduka Baginda turut mendoakan agar seluruh keluarga Allahyarham diberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi kehilangan insan tersayang," tulis Sultan Ibrahim.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan Siti Hasmah akan dimakamkan dengan upacara kenegaraan. Ia telah menginstruksikan Kepala Sekretaris Negara dan Panglima Angkatan Tentara Malaysia untuk membantu persiapan pemakaman.
Dalam unggahan media sosial, Anwar menggambarkan Siti Hasmah sebagai sosok yang "lembut tutur katanya, tetapi teguh dan kuat jiwanya, serta selalu menyayangi orang di sekelilingnya dengan kasih seorang ibu".
"Hari ini, negara kehilangan sosok yang dekat di hati rakyat," tulisnya.
Mahathir menjabat Perdana Menteri Malaysia dalam dua periode, yakni 1981 hingga 2003 dan 2018 hingga 2020.
Siti Hasmah menikah dengan Mahathir sejak 1956 dan keduanya merayakan 70 tahun pernikahan pada Agustus.
Mereka bertemu saat sama-sama menjadi mahasiswa kedokteran di King Edward VII College of Medicine di Singapura.
Dalam memoarnya My Name is Hasmah yang terbit pada 2016, Siti Hasmah menyebut Mahathir sebagai "pahlawannya" yang membantunya belajar ketika ia kesulitan memahami fisika dan kimia.
Setelah lulus, Siti Hasmah yang lahir di Selangor menjadi perempuan pertama yang diangkat sebagai pegawai medis pemerintah di Kedah, negara bagian asal suaminya.
Mereka memiliki tujuh anak, termasuk aktivis sosial dan penulis Marina Mahathir serta mantan Menteri Besar Kedah Mukhriz Mahathir.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.