Skip to main content
Iklan

Asia

Singapura jadi negara 'super-lansia', warga usia 65 tahun ke atas terus bertambah

Jumlah warga Singapura berusia 80 tahun ke atas juga meningkat 60 persen dalam 10 tahun terakhir.

 Singapura jadi negara 'super-lansia', warga usia 65 tahun ke atas terus bertambah

Seorang pria lanjut usia terlihat di luar stasiun MRT Raffles Place pada 14 Januari 2022. (Foto arsip: CNA/Calvin Oh)

SINGAPURA: Singapura kini menjadi negara "super-lansia", menurut data resmi yang dirilis pada Jumat (25/9).

Kategori ini berlaku ketika sedikitnya 21 persen populasi penduduknya berusia 65 tahun ke atas.

Pada Juni 2026, sebanyak 21,4 persen warga negara Singapura berada dalam kelompok usia tersebut, menurut laporan Population in Brief tahun ini yang diterbitkan National Population and Talent Division (NPTD) di bawah Kantor Perdana Menteri Singapura bersama sejumlah lembaga mitra.

PBB menggunakan jumlah penduduk keseluruhan untuk menentukan kategori "super-lansia", sedangkan Singapura menggunakan jumlah warga negaranya.

Data terbaru juga menunjukkan jumlah penduduk Singapura mencapai 6,21 juta pada bulan tersebut, naik 1,6 persen dibanding Juni tahun lalu.

Namun, jumlah pernikahan dan kelahiran warga negara Singapura pada 2025 turun dibanding 2024. Pernikahan turun 5,6 persen, sementara kelahiran merosot 10,8 persen.

POPULASI SUPER-LANSIA

Populasi Singapura terus menua, dengan proporsi warga berusia 65 tahun ke atas meningkat lebih cepat dibanding satu dekade sebelumnya.

Pada 2016, kelompok usia ini mencakup 13,7 persen warga negara Singapura. Angkanya meningkat menjadi 21,4 persen pada 2026.

Dalam 10 tahun terakhir, jumlah warga berusia 80 tahun ke atas juga melonjak 60 persen, dari 95.000 pada 2016 menjadi 152.000 pada 2026, menurut laporan tersebut.

Laporan itu memperkirakan lebih dari satu dari empat warga Singapura akan berusia 65 tahun ke atas pada 2035.

Namun, proporsi warga berusia 20 hingga 64 tahun diperkirakan relatif stabil antara 2030 dan 2035.

"Hal ini karena jumlah warga yang memasuki kelompok usia 65 tahun ke atas lebih sedikit, sementara ada tambahan kelompok usia muda yang masuk ke rentang 20 hingga 64 tahun, termasuk dari arus imigrasi yang dikelola," menurut laporan tersebut.

Per Juni, median usia warga Singapura mencapai 44,1 tahun, naik dari 43,7 tahun pada Juni 2025.

Pada 2026, untuk setiap satu warga berusia 65 tahun ke atas terdapat 2,8 warga berusia 20 hingga 64 tahun, turun dari 4,7 pada 2016. Rasio penopang lansia ini diperkirakan kembali turun menjadi 2,2 pada 2035.

PERTUMBUHAN PENDUDUK

Menurut laporan tersebut, pertumbuhan jumlah penduduk Singapura terutama didorong peningkatan jumlah penduduk nonresiden, khususnya pemegang izin kerja.

Jumlah warga negara Singapura naik 0,7 persen dari 3,66 juta pada Juni 2025 menjadi 3,68 juta pada Juni 2026. Sementara jumlah penduduk tetap relatif stabil di 550.000 orang.

Adapun jumlah penduduk nonresiden naik 3,7 persen menjadi 1,98 juta.

Pertumbuhan jumlah pekerja asing antara Juni 2025 dan Juni 2026 lebih tinggi dibanding 12 bulan sebelumnya, terutama karena bertambahnya pemegang izin kerja.

Laporan tersebut secara khusus menyoroti sektor konstruksi. Lebih banyak pemegang izin kerja dibutuhkan untuk proyek seperti Terminal 5 Bandara Changi, perluasan Marina Bay Sands, serta peningkatan pembangunan perumahan dan infrastruktur transportasi lainnya.

Rata-rata pertumbuhan penduduk tahunan pada 2021 hingga 2026 juga lebih tinggi dibanding lima tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah pandemi COVID-19 yang membuat jumlah penduduk pada 2021 lebih rendah.

Singapura memberikan kewarganegaraan kepada 25.094 orang dan status penduduk tetap kepada 35.352 orang pada 2025.

Sepanjang 2021 hingga 2025, rata-rata 22.400 orang mendapat kewarganegaraan dan 34.600 orang menjadi penduduk tetap di Singapura setiap tahun. Angka itu naik dari rata-rata tahunan masing-masing 20.600 dan 31.200 orang pada 2016 hingga 2020.

Menurut laporan tersebut, banyak warga negara dan penduduk tetap baru memiliki hubungan keluarga dengan warga Singapura atau telah belajar, bekerja, maupun tinggal di negara itu selama beberapa lama.

"Imigrasi membantu mengurangi dampak penuaan penduduk dan rendahnya angka kelahiran terhadap populasi warga negara, serta mencegah jumlah warga menyusut dalam jangka panjang," menurut laporan tersebut.

PERNIKAHAN DAN KELAHIRAN MENURUN

Singapura mencatat 21.671 pernikahan warga negara tahun lalu, turun 5,6 persen dari 22.955 pada 2024.

Rata-rata jumlah pernikahan warga negara pada 2023 hingga 2025 mencapai 23.000 per tahun, lebih rendah dibanding rata-rata 23.500 per tahun pada 2016 hingga 2019.

Warga Singapura juga menikah pada usia yang semakin tua. Pada 2025, median usia laki-laki yang menikah pertama kali mencapai 30,8 tahun dan perempuan 29,1 tahun, naik dari masing-masing 30,1 dan 27,9 tahun pada 2015.

Dari seluruh pernikahan warga negara tahun lalu, 37 persen merupakan pernikahan lintas negara dan 19 persen pernikahan antaretnis, menurut laporan tersebut.

Proporsi kedua jenis pernikahan itu relatif stabil sejak 2015, meski pernikahan lintas negara sempat turun pada 2020 hingga 2022 selama pandemi COVID-19.

Proporsi warga Singapura yang melajang juga meningkat. Antara 2015 dan 2025, jumlah lajang meningkat di hampir semua kelompok usia laki-laki dan perempuan, terutama mereka yang berusia 25 hingga 29 tahun dan 30 hingga 34 tahun.

Jumlah kelahiran warga negara turun 10,8 persen dari 29.237 pada 2024 menjadi 26.071 tahun lalu, sementara angka fertilitas penduduk turun menjadi 0,87.

Menurut laporan tersebut, rata-rata kelahiran per tahun pada 2021 hingga 2025 lebih rendah dibanding periode 2016 hingga 2020.

Pada saat yang sama, median usia perempuan Singapura saat melahirkan anak pertama meningkat dari 30,3 tahun pada 2015 menjadi 31,9 tahun pada 2025.

Meski jumlah kelahiran warga negara menurun, jumlah anak yang memperoleh kewarganegaraan berdasarkan keturunan meningkat cukup signifikan pada 2025.

Anak-anak tersebut lahir di luar negeri dengan sedikitnya satu orangtua warga Singapura. Sebanyak 1.646 anak memperoleh kewarganegaraan pada tahun lalu, naik dari 1.409 pada 2024.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/da(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan