Skip to main content
Iklan

Asia

Dua mantan personel militer Singapura dipenjara karena pelecehan seksual pada anak 15 tahun

Kedua pria dewasa itu melakukan aktivitas seksual dengan bocah 15 tahun di gedung parkir bertingkat di Punggol.

Dua mantan personel militer Singapura dipenjara karena pelecehan seksual pada anak 15 tahun

Gedung Pengadilan Negeri di Singapura. (Foto: CNA/Ili Mansor)

SINGAPURA: Seorang mantan juru masak Angkatan Laut Republik Singapura mengatur pertemuan dengan bocah 15 tahun yang dikenalnya secara daring bersama mantan pacarnya, seorang kapten Angkatan Darat Singapura.

Di sebuah gedung parkir bertingkat, kedua pria dewasa itu melakukan pelecehan seksual terhadap pelajar 15 tahun tersebut.

Owen Toh Wei Song, warga Singapura berusia 26 tahun, dijatuhi hukuman 12 bulan penjara pada Selasa (22/9). Ia mengaku bersalah atas dakwaan menyebabkan anak di bawah umur melakukan penetrasi seksual, sementara dua dakwaan lain dipertimbangkan dalam penjatuhan hukuman.

Pengadilan mendengar bahwa Toh bekerja sebagai juru masak angkatan laut ketika pelanggaran itu terjadi.

Sekitar April 2024, seorang pelajar sekolah menengah berusia 15 tahun mencari cara untuk mendapat teman secara daring.

Ia diarahkan ke sebuah forum daring untuk "pria gay Singapura dewasa".

Bocah itu melihat-lihat profil pengguna dan memilih profil Toh, yang mencantumkan tautan ke akun Telegram miliknya.

Korban kemudian berkomunikasi dengan Toh melalui Telegram dan memberikan informasi pribadi, termasuk usianya.

Toh mengetahui korban masih bersekolah di tingkat menengah dan akan mengikuti ujian N-Level pada tahun itu.

Mereka mulai membicarakan topik seksual tertentu yang tidak umum. Toh mengatakan tidak berpengalaman dalam hal itu, tetapi mantan pacarnya berpengalaman.

Mantan pacar itu adalah Chaw Chia Jun, yang juga menjadi terdakwa dalam kasus tersebut. Saat itu ia berusia 39 tahun dan merupakan kapten Angkatan Darat Singapura.

Toh dan Chaw menjalin hubungan dari 2021 hingga 2022 dan tetap berhubungan setelah berpisah.

Korban setuju bertemu mantan pacar Toh, sehingga Toh menghubungi Chaw dan memberi tahu bocah itu bahwa Chaw berusia 32 tahun.

Beberapa waktu sebelum 5 Juni 2024, Chaw menjemput Toh sebelum mereka pergi menjemput bocah tersebut.

Mereka pergi ke gedung parkir bertingkat di Punggol dan memarkir mobil di salah satu lantai teratas yang saat itu sepi.

Toh kemudian melakukan tindakan seksual terhadap bocah itu, sementara Chaw merekam mereka.

Ketika Chaw meminta bocah tersebut melakukan tindakan seksual terhadapnya, korban menolak.

Ketiganya melakukan aktivitas seksual lainnya sebelum kembali ke mobil dan pergi.

Toh mendapatkan salinan video yang direkam Chaw dan menyimpannya di komputernya.

Ibu dan saudara perempuan korban kemudian khawatir melihat perilakunya dan hadiah-hadiah yang diterimanya dari seorang pria dewasa.

Mereka menanyai bocah itu, yang kemudian mengungkapkan pertemuan seksual tersebut. Korban membuat laporan polisi pada 23 Oktober 2024.

ARGUMEN PENJATUHAN HUKUMAN

Jaksa menuntut Toh dihukum 14 hingga 16 bulan penjara, dengan mengatakan korban "rentan karena situasi" yang dihadapinya sebagai anak di bawah umur berhadapan dengan dua pria dewasa yang bertindak bersama.

Korban juga berada di lokasi terpencil.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Maximilian Chew mengatakan, Toh adalah "perancang seluruh pertemuan itu", dengan mempertemukan bocah 15 tahun dan pria 39 tahun untuk tujuan seksual.

Toh diwakili Josephus Tan, Cory Wong dan Devlin Mohyong dari Invictus Law.

Mereka meminta hukuman tidak lebih dari 10 bulan penjara, dengan mengatakan korbanlah yang mencari secara daring dan memulai kontak dengan Toh.

Korban pula yang mengatakan tertarik pada topik seksual tertentu yang tidak umum dan ingin "menjajaki" tindakan tersebut.

Para pengacara menambahkan bahwa pelanggaran Toh hanya terjadi dalam satu pertemuan.

Chaw dijadwalkan mengaku bersalah bulan depan.

Pelaku yang menyebabkan anak di bawah 16 tahun melakukan penetrasi seksual dapat dipenjara hingga 10 tahun atau didenda, atau keduanya.

CNA telah menghubungi Kementerian Pertahanan Singapura untuk meminta informasi lebih lanjut.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/ar(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan