Singapura akan impor 1GW listrik tenaga surya dari Indonesia didukung perusahaan Prancis
Pembangkit listrik tenaga surya dan sistem baterai akan dibangun di Provinsi Riau untuk mendukung industri lokal serta ekspor ke Singapura.
Gambar panel surya dengan cahaya alami di wilayah Kota Sabang, Aceh Indonesia. (Foto: iStock/Zulfan Monika)
SINGAPURA: Pemerintah Singapura telah memberikan lisensi bersyarat kepada perusahaan patungan Singa Renewables untuk mengimpor 1 gigawatt (GW) listrik rendah karbon dari Indonesia, menurut sebuah siaran pers dari Otoritas Pasar Energi (EMA) Singapura yang dirilis pada Jumat (30/5).
Proyek yang merupakan pengimporan listrik keenam yang menerima izin serupa ini dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial mulai 2029.
Singa Renewables dibentuk oleh perusahaan asal Prancis, TotalEnergies, dan Royal Golden Eagle (RGE), yang juga berkepanjangan Raja Garuda Emas dalam Bahasa Indonesia, sebuah perusahaan berbasis di Singapura yang didirikan oleh konglomerat asal Indonesia, Sukanto Tanoto.
Singa Renewables sebelumnya telah memperoleh persetujuan bersyarat dari EMA pada September 2024. Sejak saat itu, proyek ini menunjukkan kemajuan signifikan, termasuk penyelesaian survei laut dan studi kelayakan.
"Lisensi bersyarat diberikan kepada proyek-proyek yang dinilai layak secara teknis dan komersial serta telah mencapai tahap pengembangan lanjut. Apabila kewajiban dalam lisensi ini dipenuhi, EMA dapat mengeluarkan lisensi impor listrik untuk memulai pembangunan dan pengoperasian," kata EMA.
PENGEMBANGAN KABEL BAWAH LAUT
Sebagai bagian dari infrastruktur pendukung, perusahaan baru bernama Singapore Energy Interconnections (SGEI) akan mengembangkan kabel bawah laut, berdasarkan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani bersama Singa Renewables.
Kerja sama ini mencakup perencanaan, pembangunan, pendanaan, operasi, dan pemeliharaan koneksi lintas laut yang akan mengalirkan listrik dari Indonesia ke Singapura.
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani di Singapura pada Jumat, disaksikan oleh Menteri Tenaga Kerja merangkap Menteri Penanggung Jawab Urusan Energi dan Sains & Teknologi, Tan See Leng, serta Menteri Ekonomi Prancis, Eric Lombard, di sela-sela kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Singapura.
"Proyek interkonektor ini mendukung target Singapura untuk mengimpor hingga 6GW listrik rendah karbon pada tahun 2035 dan memperkuat kemitraannya dengan Indonesia dalam berkontribusi untuk mewujudkan visi Jaringan Listrik ASEAN (APG)," kata SGEI, RGE, dan TotalEnergies dalam sebuah siaran pers gabungan.
Secara terpisah, Imelda Tanoto, managing director RGE dan putri dari Sukanto, mengatakan: “Kami melakukan bagian kami untuk mempercepat transisi energi bersih di kawasan ini. Lisensi bersyarat merupakan tonggak penting yang menegaskan peran kami dalam memajukan tujuan kolaborasi dan dekarbonisasi di kawasan ini semantara kami tetap fokus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat, pasar, dan pemerintah."
Helle Kristoffersen, presiden Asia dan anggota komite eksekutif TotalEnergies, turut mengapresiasi diterbitkannya lisensi proyek impor listrik oleh Singapura.
"Proyek ini akan berkontribusi pada tujuan Singapura untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi Provinsi Riau di Indonesia. Prakarsa ini juga menggambarkan komitmen TotalEnergies terhadap transisi energi ASEAN dan keamanan pasokan,” kata Helle.
RGE menambahkan proyek ini juga akan menyediakan listrik bersih untuk menggerakkan kompleks industri hijau di Provinsi Riau, sehingga turut mendukung upaya Indonesia untuk mendekarbonisasi sektor-sektor utama dan sejalan dengan target negara untuk meningkatkan pangsa energi terbarukannya dari 13 persen pada tahun 2023 menjadi 31 persen pada tahun 2050.
RGE dan TotalEnergies pada Rabu lalu mengumumkan pembangunan bertahap pembangkit listrik tenaga surya berskala utilitas dan sistem baterai di Provinsi Riau yang akan menyuplai energi untuk kawasan industri lokal dan ekspor ke Singapura. Penandatanganan kerja sama ini disaksikan oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.