Skip to main content
Iklan

Asia

Singapura lanjut bangun Terminal 5 Bandara Changi setelah tertunda pandemi COVID-19

Setelah tahap pertama dari terminal raksasa ini selesai dibangun pada pertengahan 2030-an, terminal tersebut akan mampu menampung sekitar 50 juta penumpang per tahun.

Singapura lanjut bangun Terminal 5 Bandara Changi setelah tertunda pandemi COVID-19

Sebuah replika yang menunjukkan Terminal 5A Bandara Changi selama upacara peletakan batu pertama pada tanggal 14 Mei 2025. (Foto: CNA/Wallace Woon)

14 May 2025 04:09PM (Diperbarui: 27 May 2025 01:19PM)

SINGAPURA: Pembangunan Terminal 5 (T5) Bandara Changi kembali dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong pada Rabu (14/5), setelah sempat mandek akibat pandemi COVID-19.

Proyek mega ini diperkirakan akan memakan waktu lebih dari satu dekade, dengan tahap pertama beroperasi pada pertengahan 2030-an.

Terminal 5 (T5) Bandara Changi adalah sebuah "proyek rekayasa yang besar" yang akan memberikan manfaat signifikan baik bagi bisnis lokal maupun para pencari kerja, serta menghadirkan lebih banyak peluang bagi warga Singapura, kata Lawrence yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Pembangunan terminal itu sendiri adalah proyek yang "besar" dan "kompleks", ujarnya dalam pidato pada upacara yang digelar di lokasi Changi East, tempat T5 akan dibangun.

"Bisnis lokal kita akan mendapat kesempatan berpartisipasi dalam proses ini; beberapa bahkan sudah terlibat dalam berbagai tahap pekerjaan yang sedang berlangsung," ujarnya.

Terminal ini akan terdiri dari tiga bagian berbeda yang saling terhubung oleh kereta otomatis mirip dengan sky train yang ada saat ini. Lokasi T5 juga memungkinkan pengembangan transfer udara-laut melalui Terminal Feri Tanah Merah.

Singapore Airlines (SIA) Group secara terpisah menyatakan pada hari Rabu bahwa mereka akan menggabungkan operasi SIA dan Scoot di bawah satu atap di T5 untuk menciptakan sinergi operasional yang lebih baik.

Terminal ini juga dirancang tangguh terhadap cuaca ekstrem dan efek perubahan iklim, serta akan menerapkan teknologi otomatisasi skala besar, seperti robot pengangkut bagasi yang diuji coba agar tetap dapat beroperasi dalam kondisi hujan dan petir.

Lawrence menyebut bahwa ketika T5 mulai beroperasi nanti, akan muncul lebih banyak permintaan terhadap layanan dan tenaga kerja, baik di bandara maupun di industri lain yang berkembang seiring dengan keberadaan terminal ini.

"Ini akan menyediakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas untuk warga Singapura, yang membutuhkan keterampilan baru seperti ilmu data, robotika, dan keberlanjutan," tambahnya.

Lawrence juga menyatakan bahwa dalam jangka panjang, perjalanan udara akan terus mengalami pertumbuhan, dengan sebagian besar pertumbuhan itu berlangsung di kawasan Asia-Pasifik.

Saat ini Bandara Changi telah terkoneksi dengan sekitar 170 kota, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat.

Lawrence menambahkan bahwa T5 akan mendukung target Bandara Changi untuk mencapai lebih dari 200 koneksi kota pada pertengahan 2030-an.

Setelah fase pertama proyek T5 selesai dibangun pada masa itu, terminal ini akan mampu melayani sekitar 50 juta penumpang setiap tahunnya.

Empat terminal yang sudah ada di Bandara Changi saat ini memiliki kapasitas total 90 juta penumpang per tahun, dengan realisasi penumpang mencapai 68,4 juta pada tahun anggaran terakhir.

Dengan dibukanya T5, kapasitas Bandara Changi akan bertambah lebih dari 50 persen menjadi 140 juta penumpang per tahun, menjadikannya sebagai salah satu bandara terbesar dunia yang menangani lebih dari 100 juta penumpang setahun.

SEPERTI APA T5 NANTINYA?

Fase pertama T5 akan terdiri dari tiga bagian terpisah: T5A, T5B, dan T5C.

T5A akan mencakup fasilitas seperti ruang imigrasi, ruang pengambilan bagasi, serta gerbang keberangkatan.

Tersambung dengan T5A adalah T5B, yang akan memiliki lebih banyak gerbang keberangkatan.

Secara keseluruhan, T5A dan T5B memiliki total 49 tempat parkir pesawat yang terhubung langsung dengan gerbang.

Sementara itu, T5C akan ditempatkan di bangunan terpisah dari T5A dan T5B, dengan 22 tempat parkir pesawat—hampir sama banyaknya dengan Terminal 4. Lokasi T5C dipisahkan agar pesawat bisa bergerak lebih lancar tanpa perlu berputar jauh.

Semua bagian T5 ini akan dihubungkan oleh sistem kereta otomatis bernama "automated people mover system", yang sebagian besar akan berjalan di atas tanah, kecuali saat menuju T5C yang akan melalui jalur bawah tanah di bawah landasan.

Jarak antara T5A dan T5C sekitar 2km, namun jarak yang harus ditempuh penumpang tidak akan jauh berbeda dengan terminal yang sudah ada, berkat adanya travellator dan kereta otomatis.

Mayoritas penumpang yang tiba di Singapura akan dapat langsung naik taksi atau MRT dalam waktu kurang dari 30 menit setelah turun dari pesawat, kata CEO Changi Airport Group (CAG) Yam Kum Weng dalam sambutannya di acara peletakan batu pertama.

Penumpang transit di T5 juga akan dapat berganti penerbangan dalam waktu kurang dari satu jam, lebih cepat dibandingkan waktu transit saat ini.

Terminal 5 akan terhubung dengan Terminal 2 melalui jalur bawah tanah sepanjang 2,5km yang pembangunannya sudah dimulai sejak 2024.

Atap terminal akan didesain menyerupai "daun-daun bertumpuk" dengan ketinggian yang berbeda untuk menciptakan berbagai ruang yang nyaman. Area pengambilan bagasi akan memiliki "taman vertikal", sedangkan area penjemputan penumpang di area keberangkatan akan mendapat cahaya alami dari atap.

Kawasan Changi East juga akan memiliki Distrik Perkotaan Changi East sebagai pusat bisnis dan gaya hidup, serta Zona Perindustrian Changi East sebagai kawasan industri.

Total biaya pembangunan Changi East, termasuk T5, diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar Singapura, dengan tambahan dana S$5 miliar (Rp63,7 triliun) yang dikucurkan dari Dana Pembangunan Changi Airport.

Dekatnya lokasi T5 dengan Terminal Feri Tanah Merah memungkinkan potensi transfer penumpang udara-laut ke destinasi sekitar Singapura, mirip fasilitas di Bandara Internasional Hong Kong.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/jt

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan