Skip to main content
Iklan

Asia

Raja Malaysia Sultan Ibrahim bertemu Presiden Putin dalam kunjungan bersejarah ke Rusia

Kunjungan Sultan Ibrahim dari 5 hingga 10 Agustus atas undangan Putin merupakan kunjungan kenegaraan pertama kepala negara Malaysia ke Rusia sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1967.

Raja Malaysia Sultan Ibrahim bertemu Presiden Putin dalam kunjungan bersejarah ke Rusia

Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kunjungan kenegaraan ke Moskow pada 6 Agustus 2025. (Foto: Facebook/Sultan Ibrahim Sultan Iskandar)

MOSKOW: Raja Malaysia Sultan Ibrahim mengatakan bahwa Malaysia menganggap Rusia sebagai mitra yang "terpercaya dan penting" dan bersedia untuk menjalin hubungan yang lebih erat.

Sultan Ibrahim mengujarkan demikian kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kunjungan bersejarah ke Moskow pada hari Rabu (6/8).

Kunjungan dari 5 hingga 10 Agustus itu atas undangan Putin merupakan kunjungan kenegaraan pertama seorang kepala negara Malaysia ke Rusia sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1967.

“Sultan Ibrahim menyatakan bahwa kunjungan kenegaraan ke Federasi Rusia ini semakin memperkuat hubungan dan kerja sama antara kedua negara. Malaysia menganggap Rusia sebagai mitra yang tepercaya dan penting,” demikian bunyi unggahan di laman Facebook Raja Malaysia itu.

Postingan itu juga mengutip pernyataan Sultan Ibrahim kepada Putin dalam sambutan pembukaannya di Kremlin bahwa kunjungan tersebut mencerminkan “keinginan tulusnya” untuk mempererat hubungan dan kerja sama.

“Seperti kata pepatah Rusia, ‘persahabatan lebih berharga daripada uang’. Dengan semangat persahabatan inilah saya yakin kita akan terus membentuk arah hubungan antara kedua negara kita demi kepentingan seluruh rakyat kita,” demikian pernyataan Raja.

Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar dan Presiden Rusia Vladimir Putin bersama delegasi masing-masing di Kremlin. (Foto: Kantor Pers Kerajaan Malaysia)

Sultan Ibrahim juga mencatat bahwa Malaysia "adalah salah satu negara ASEAN paling awal" yang menjalin hubungan dengan Rusia, tambah unggahan tersebut, merujuk pada Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.

MEMBANGUN DIALOG POLITIK 

Dalam pidatonya pada upacara penyambutan Sultan Ibrahim, Putin mengatakan bahwa Rusia dan Malaysia telah membangun dialog politik yang kuat, memelihara interaksi pemerintahan yang erat, dan membina hubungan yang berkelanjutan antara anggota parlemen mereka selama enam dekade terakhir.

Ia lebih lanjut mencatat bahwa perdagangan bilateral antara kedua negara tumbuh lebih dari 40 persen dalam lima bulan pertama tahun 2025.

"Kami bekerja sama di berbagai platform internasional - terutama, tentu saja, Perserikatan Bangsa-Bangsa. Namun, sudah diketahui umum bahwa mempromosikan dialog dengan ASEAN, yang diketuai Malaysia tahun ini, tetap menjadi salah satu prioritas utama kebijakan luar negeri Rusia di Asia," kata Putin dalam pidatonya yang diunggah dalam bahasa Inggris di situs web Kremlin.

Ia menambahkan bahwa Rusia juga senang mendukung upaya Malaysia untuk menjadi negara mitra dalam kelompok BRICS, yang menurutnya merupakan "langkah penting yang akan menguntungkan kedua belah pihak dalam hubungan bilateral kita".

Menurut media lokal Malaysia, Sultan Ibrahim tiba di Kremlin pada hari Rabu dan disambut oleh Putin di Aula St. George yang megah.

Setelah upacara penyambutan, kedua pemimpin melanjutkan ke Ruang Hijau untuk berdiskusi formal, didampingi oleh delegasi masing-masing.

Delegasi Malaysia terdiri dari Menteri Pertahanan Mohamed Khaled Nordin, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Amran Mohamad Zin, dan Duta Besar Malaysia untuk Rusia Cheong Loon Lai.

Sementara itu, delegasi Rusia terdiri dari pejabat senior seperti Asisten Presiden untuk Urusan Internasional Yury Ushakov, Menteri Pembangunan Ekonomi Maxim Reshetnikov, Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Valery Falkov, Wakil Menteri Luar Negeri Alexander Pankin, dan Wakil Menteri Pertahanan Alexander Fomin.

Setelah Moskow, Sultan Ibrahim akan bertolak ke Kazan di Tatarstan, salah satu republik otonom Rusia dengan populasi mayoritas Muslim. Selama di sana, ia akan bertemu dengan para pemimpin lokal dan mengunjungi fasilitas manufaktur dan perakitan helikopter.

Sebagai ketua ASEAN saat ini, Malaysia juga akan memainkan peran utama dalam meningkatkan kerja sama strategis, terutama dalam konteks status Rusia sebagai mitra dialog ASEAN sejak 1996, tambah pihak istana.

Kunjungan bersejarah Raja Malaysia ke Rusia ini menyusul pertukaran informasi terbaru antara kedua negara, termasuk kunjungan dan pendekatan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Ini adalah kunjungan kenegaraan keempat Sultan Ibrahim, setelah Singapura, China dan Brunei.

Sementara itu, Anwar telah melakukan dua kunjungan ke Rusia selama dua tahun terakhir, dengan kunjungan terakhirnya terjadi pada bulan Mei. Selain berupaya memperluas kerja sama bilateral, ia juga mendorong penguatan hubungan antara Rusia dan ASEAN.

Anwar telah mengundang Putin untuk menghadiri KTT ASEAN pada bulan Oktober, tetapi belum jelas apakah pemimpin Rusia tersebut akan hadir mengingat surat perintah penangkapannya oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan deportasi ilegal anak-anak Ukraina selama perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung. Malaysia bukan negara  penandatangan ICC.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/ih

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan