Skip to main content
Iklan

Asia

Menteri Ekonomi Malaysia Rafizi Ramli dan sekutu keluar Kabinet setelah kalah pemilihan partai

Rafizi mengatakan pengunduran dirinya akan berlaku mulai 17 Juni. Beberapa jam setelah pengumumannya, Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Nik Nazmi Nik Ahmad juga mengatakan bahwa ia telah mengundurkan diri dari jabatannya.

Menteri Ekonomi Malaysia Rafizi Ramli dan sekutu keluar Kabinet setelah kalah pemilihan partai

Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Nik Nazmi Nik Ahmad (kiri) bersama Menteri Ekonomi Rafizi Ramli. Keduanya mengumumkan pengunduran diri mereka dari Kabinet dalam hitungan jam. (Foto: Facebook/Nik Nazmi)

JOHOR BAHRU: Menteri Ekonomi Malaysia Rafizi Ramli telah mengundurkan diri dari jabatannya di Kabinet setelah kekalahannya dalam kontes untuk jabatan wakil presiden di partai Perdana Menteri Anwar Ibrahim akhir pekan lalu.

Beberapa jam setelah pengumuman Rafizi, Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Nik Nazmi Nik Ahmad juga mengatakan bahwa ia telah mengundurkan diri dari jabatannya.

Putri Anwar, Nurul Izzah, menjadi pewaris barunya setelah ia terpilih sebagai wakil presiden, mengalahkan petahana Rafizi dalam kampanye yang intens yang membuat keduanya melontarkan kritik keras terhadap beberapa kebijakan dan langkah pemerintah.

Nurul Izzah menang setelah mengumpulkan 9.803 suara melawan 3.866 suara Rafizi.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim (tengah) akan diangkat kembali sebagai ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR) tanpa lawan. Putrinya Nurul Izzah Anwar (kanan) mengalahkan Rafizi Ramli (kiri) untuk memperebutkan jabatan wakil ketua partai. (Foto: CNA/Zamzahuri Abbas)

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu (28/5), Rafizi mengatakan: "Saya telah menyerahkan surat pengunduran diri saya dari Kabinet kepada Perdana Menteri yang terhormat.

"Saya memasuki dunia politik untuk menumbuhkan budaya politik baru yang didasarkan pada akuntabilitas dan mandat rakyat.

Kekalahan saya baru-baru ini dalam pemilihan PKR menandakan bahwa saya tidak lagi memiliki mandat partai untuk menerjemahkan agenda PKR yang berpusat pada rakyat menjadi program-program pemerintah," Rafizi mengatakan dalam pernyataannya sebagaimana dikutip CNA. 

"Seperti yang dipraktikkan di negara-negara yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi, para pemimpin yang kalah dalam pemilihan partai harus memberi jalan bagi para pemenang untuk mengambil peran dalam pemerintahan."

Rafizi mengatakan pengunduran dirinya akan berlaku mulai 17 Juni dan bahwa ia akan mendapatkan cuti mulai hari ini hingga 16 Juni.

Setelah kekalahannya dari Nurul Izzah, Rafizi mengatakan bahwa ia merasa "sangat lega" saat bersiap untuk kembali ke kehidupan pribadi, mengakhiri masa jabatan selama puluhan tahun di tingkat pimpinan puncak partai.

"Sejujurnya, saya tidak merasa seburuk itu. Sebaliknya, saya merasa sangat lega karena saya dapat kembali menjalani kehidupan pribadi, jauh dari kejahilan koridor kekuasaan," katanya dalam posting panjang di X pada Sabtu (24/5).

Anggota parlemen Pandan berusia 47 tahun dan ahli strategi PKR yang sudah lama berkecimpung itu merenungkan perjalanan politiknya selama 27 tahun, yang ditandai dengan pertempuran di pengadilan, pengungkapan skandal keuangan, dan kepergian dini dari dunia korporat untuk mengabdi di bawah Anwar Ibrahim.

Meskipun kalah dalam pemilihan umum, Rafizi menegaskan dalam posting-nya di X bahwa komitmennya terhadap reformasi tetap tidak berubah.

MENTERI SUMBER DAYA ALAM JUGA UNDUR DIRI

Beberapa jam setelah pengumuman Rafizi, Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Nik Nazmi Nik Ahmad juga mengatakan bahwa ia telah mengundurkan diri dari jabatannya.

Nik Nazmi, yang dianggap sebagai sekutu Rafizi, gagal mempertahankan jabatannya sebagai wakil presiden PKR pada pemilihan akhir pekan.

Nik Nazmi, 43, mengatakan dalam sebuah posting Facebook bahwa ia mengajukan pengunduran dirinya dari Kabinet kepada Anwar pada hari Rabu dan akan cuti mulai hari Kamis hingga 3 Juli.

Ia mengatakan bahwa sejak pengangkatannya ke Kabinet pada bulan Desember 2022, ia telah "bekerja tanpa lelah... untuk melaksanakan reformasi yang sangat dibutuhkan".

Namun, ia mengakui bahwa jabatan sebelumnya sebagai wakil presiden PKR "merupakan pertimbangan utama dalam pengangkatan saya di Kabinet".

"Karena saya gagal mempertahankan jabatan partai saya selama pemilihan baru-baru ini, saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Menteri."

Anggota DPR Setiawangsa itu mengatakan, ia berharap dapat kembali ke bangku belakang dan fokus pada pekerjaan di daerah pemilihannya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/ih

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan