Terus bertambah negara, QRIS kini bisa dipakai di Korsel
WNI bisa bayar cukup scan lewat aplikasi domestik, transaksi pakai mata uang lokal tanpa tukar valas.
Ilustrasi QRIS (qris.interactive.co.id/)
SEOUL: Indonesia memperluas jangkauan QRIS ke Korea Selatan (Korsel) sebagai bagian dari penguatan sistem pembayaran digital lintas negara.
Kini, masyarakat Indonesia dapat melakukan transaksi di Negeri Ginseng hanya dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran domestik berbasis QRIS, tanpa perlu menukar valuta asing (valas).
Peluncuran yang diwartakan Kompas.com, Rabu (1/4), ini menjadi tonggak baru dalam pengembangan QRIS antarnegara sekaligus memperluas jangkauan sistem pembayaran digital Indonesia di tingkat global.
Uji coba terbatas melalui sandboxing telah dilakukan sejak 30 Oktober 2025.
Saat ini, QRIS juga telah dapat digunakan di sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang, serta masih dalam tahap uji coba di China dengan target peluncuran pada Mei 2026.
Konektivitas pembayaran ini merupakan hasil kerja sama antara Bank Indonesia dan Bank of Korea, dengan sistem transaksi yang dilakukan langsung menggunakan mata uang lokal masing-masing negara.
Inisiatif ini merupakan bagian dari kesepakatan strategis dalam Joint Vision Statement (JVS) antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang ditandatangani pada 1 April 2026 di Seoul.
Peresmian dilakukan secara serentak di Indonesia dan Korea Selatan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Deputi Gubernur Senior Bank of Korea Sangdai Ryoo.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan implementasi QRIS antarnegara ini tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka peluang ekonomi.
“Terhubungnya pembayaran QR antarnegara tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperkuat UMKM, meningkatkan pariwisata, serta membuka peluang baru bagi dunia usaha, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Perry.
Hal senada disampaikan Deputi Gubernur Bank of Korea Chang Cheong-soo.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi yang lebih strategis guna memperkuat integrasi sistem pembayaran dan mendukung konektivitas ekonomi digital yang lebih erat antara Korea dan Indonesia,” ujarnya.
Sejak diperkenalkan, QRIS menjadi salah satu pendorong utama transformasi pembayaran digital di Indonesia.
Hingga Februari 2026, jumlah pengguna QRIS telah mencapai 60,77 juta.
Transaksi QRIS lintas negara juga menunjukkan tren positif, di mana transaksi wisatawan asing di Indonesia (inbound) tercatat lebih tinggi dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri (outbound).
Pada 2025, transaksi inbound mencapai 5.892.621 transaksi, melampaui outbound yang sebesar 1.681.112 transaksi.
Kerja sama lintas negara juga mencatat pertumbuhan signifikan, antara lain Thailand sejak 2022 dengan 1,64 juta transaksi senilai Rp656,27 miliar, Malaysia sejak 2023 dengan 10,66 juta transaksi senilai Rp2,75 triliun, Singapura dengan 554.510 transaksi senilai Rp179,28 miliar, serta Jepang sejak 2025 dengan 5.088 transaksi senilai Rp428,80 juta.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.