Putri sulung Raja Thailand mangkat pada usia 47 tahun setelah sakit berkepanjangan
Putri Bajrakitiyabha sempat koma setelah kolaps akibat gangguan jantung dan infeksi lain pada 2022.
Putri Bajrakitiyabha dari Thailand menyapa para pendukung kerajaan saat ia meninggalkan upacara keagamaan untuk memperingati wafatnya Raja Chulalongkorn, yang dikenal sebagai Raja Rama V, di Istana Agung di Bangkok, Thailand, pada 23 Oktober 2020. (Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha/Foto Arsip)
BANGKOK: Putri Bajrakitiyabha, putri sulung Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, wafat pada usia 47 tahun setelah hampir empat tahun berada dalam kondisi koma, menurut pernyataan Istana Kerajaan pada Jumat (12/6).
Bajrakitiyabha dilarikan ke rumah sakit pada Desember 2022 setelah kolaps akibat gangguan jantung dan sejumlah infeksi lainnya. Sejak saat itu, ia berada dalam kondisi koma.
Pada 21 Mei, kondisi kesehatannya memburuk akibat infeksi yang menyerang beberapa organ tubuh. Tim dokter tidak mampu mengendalikan detak jantungnya yang tidak teratur.
Setelah bertahun-tahun menjalani perawatan, dokter menemukan adanya infeksi lambung yang menyebabkan peradangan usus pada April lalu. Kondisi tersebut mengakibatkan tekanan darahnya menurun dan detak jantungnya menjadi tidak teratur.
Menempuh pendidikan di Inggris, Amerika Serikat, dan Thailand, Bajrakitiyabha pernah menduduki sejumlah posisi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta aktif mengampanyekan perlakuan yang lebih baik bagi perempuan di penjara.
Dikenal di Thailand dengan sebutan “Putri Bha”, perempuan berusia 47 tahun itu dianggap memiliki hubungan yang dekat dengan ayahnya. Setahun sebelum dirawat di rumah sakit, ia diangkat ke jabatan senior dalam komando pengawal kerajaan.
Tahun lalu, Ibu Suri Thailand yang berpengaruh juga mangkat pada usia 93 tahun.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.