Skip to main content
Iklan

Asia

Plesiran ke Thailand, siapkan tambahan Rp582.000 untuk pulang ke Indonesia

Aturan baru ini berlaku di enam bandara utama Thailand, yaitu Suvarnabhumi, Don Mueang, Phuket, Hat Yai, Chiang Mai, dan Chiang Rai. 

Plesiran ke Thailand, siapkan tambahan Rp582.000 untuk pulang ke Indonesia

Bandara Internasional Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand (Vietjetair.com)

BANGKOK: Liburan ke Thailand bakal terasa sedikit lebih mahal. Bukan karena hotel atau makanan, tapi biaya bandara yang ikut naik saat kamu pulang.

Wisatawan yang berlibur ke Thailand perlu menyiapkan biaya tambahan saat kembali ke Indonesia. Mulai 20 Juni 2026, pemerintah Thailand menetapkan tarif baru passenger service charge (PSC) untuk penerbangan internasional sebesar 1.120 baht atau sekitar Rp582.000 per orang berdasarkan kurs 24 Maret.

Kebijakan ini membuat tarif PSC melonjak sekitar 52 persen dari sebelumnya 739 baht (sekitar Rp384.000). Kenaikan tersebut telah disetujui oleh Dewan Penerbangan Sipil Thailand sejak Desember 2025 dan diumumkan oleh Presiden Airports of Thailand (AOT), Paweena Jariyathitipong.

Aturan baru ini berlaku di enam bandara utama Thailand, yaitu Suvarnabhumi, Don Mueang, Phuket, Hat Yai, Chiang Mai, dan Chiang Rai. Sementara itu, tarif untuk penumpang domestik tidak mengalami perubahan dan tetap berada di angka 130 baht atau sekitar Rp67.000.

Meski biaya naik, wisatawan tidak perlu khawatir soal pembayaran tambahan di bandara. PSC akan langsung dimasukkan ke dalam harga tiket pesawat saat proses pemesanan, sehingga tidak ada biaya mendadak saat keberangkatan.

BIAYA NAIK INFRASTRUKTUR DIKEBUT

Menurut Paweena, kenaikan tarif ini bertujuan memperkuat kondisi keuangan operator bandara sekaligus mendukung proyek pengembangan besar. Salah satunya adalah pembangunan Terminal Selatan di Bandara Suvarnabhumi dengan nilai investasi lebih dari 200 miliar baht atau sekitar Rp104 triliun.

Selain pembangunan fisik, dana juga akan dialokasikan untuk modernisasi teknologi, termasuk penyediaan kios check-in mandiri dan penerapan sistem biometrik. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas bandara dalam menghadapi lonjakan penumpang internasional.

AOT menegaskan bahwa PSC bukan pajak, melainkan biaya layanan yang digunakan sepenuhnya untuk operasional dan pengembangan bandara. Peningkatan standar keselamatan dan kapasitas juga menjadi prioritas di tengah pertumbuhan trafik penumpang.

Ke depan, AOT juga tengah mengkaji kemungkinan penerapan biaya serupa bagi penumpang transit, mengikuti praktik yang sudah diterapkan di banyak bandara internasional.

Meski mengalami kenaikan signifikan, AOT menilai tarif PSC di Thailand masih kompetitif dibandingkan bandara global lainnya. Survei terhadap penumpang dan maskapai juga menunjukkan bahwa biaya tersebut tidak menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan destinasi perjalanan.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(jt)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan