Skip to main content
Iklan

Asia

Bertandang ke Jepang, Prabowo pamer kemajuan Indonesia, tidak lagi seperti 20 tahun lalu

Kesepakatan bisnis RI-Jepang mencakup hilirisasi energi bersih, migas, panas bumi, dan keuangan inklusif. Investor diajak bermitra dengan Danantara.

Bertandang ke Jepang, Prabowo pamer kemajuan Indonesia, tidak lagi seperti 20 tahun lalu

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo, pada Senin, 30 Maret 2026. (Foto: BPMI Setpres)

TOKYO: Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia saat ini telah berubah dan bergerak lebih cepat dibanding dua dekade lalu di hadapan pelaku bisnis Jepang.

Pernyataan itu disampaikan dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Imperial Hotel Tokyo, Jepang, Senin (30/3).

Dalam forum tersebut, Indonesia berhasil mengamankan kesepakatan bisnis senilai US$23,63 miliar atau sekitar Rp401,71 triliun.

"Anda juga pasti mengetahui bahwa Indonesia saat ini bukan lagi Indonesia yang Anda kenal 20 atau 25 tahun yang lalu. Kami bergerak lebih cepat dari sebelumnya," kata Prabowo dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin.

Ia menyebut Indonesia kini terus bergerak maju dan semakin kompetitif, serta tengah memasuki fase pertumbuhan baru dengan komitmen meningkatkan daya saing dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.

KERJA SAMA STRATEGIS INDONESIA-JEPANG

Sejumlah kerja sama yang diumumkan mencakup pengembangan proyek hilirisasi berbasis energi bersih, seperti produksi metanol dari emisi karbon, eksplorasi dan pengembangan sektor minyak dan gas, hingga pengembangan energi panas bumi.

Selain itu, terdapat pula penguatan ekosistem keuangan inklusif serta investasi strategis lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menilai Jepang sebagai salah satu mitra ekonomi paling terpercaya bagi Indonesia.

"Itulah sebabnya investasi Jepang dihormati, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia dan secara pribadi saya sangat menghargai hubungan ini," ujarnya.

Kepala Negara juga mengajak para pengusaha Jepang untuk menjalin kemitraan dengan Danantara, dengan menawarkan tata kelola yang baik serta jaminan perlindungan bagi investor global.

“Ini akan memberikan rasa aman dan keyakinan bahwa kita serius serta akan melindungi semua investor. Dan saya pikir reputasi kita sudah sangat baik,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan aset negara kini dilakukan secara terpusat dan profesional untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.

“Hampir semua aset kami sekarang berada di bawah pengelolaan satu manajemen. Kami menginginkan pengelolaan yang rasional dengan praktik terbaik,” jelasnya.

Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki reputasi kuat dalam menjaga kewajiban finansial, termasuk tidak pernah gagal membayar utang.

“Reputasi ini bukan baru berusia 5, 10, atau 15 tahun. Saya rasa reputasi ini sudah ada selama beberapa dekade. Indonesia memiliki reputasi, seperti yang Anda ketahui, bahwa kita tidak pernah gagal membayar utang-utang kita,” ucapnya.

Di sisi lain, ia menyebut hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang telah terjalin selama puluhan tahun dengan kontribusi signifikan dari perusahaan Jepang di berbagai sektor.

"Jepang secara konsisten mendukung pembangunan ekonomi Indonesia. Banyak di antara Anda di ruangan ini telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut," katanya.

Prabowo pun mendorong kemitraan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi, dengan menekankan pentingnya kerja sama di tengah dunia yang semakin terhubung.

"Dunia semakin mengecil. Tidak ada pilihan lain selain kerja sama erat di semua bidang. Saya percaya hubungan ekonomi dan kemitraan yang kuat akan menghasilkan perdamaian dan persahabatan yang berkelanjutan," ujarnya.

Dalam lawatannya ke Jepang, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Selasa (31/3). Sebelumnya, ia juga telah bertemu Kaisar Jepang Naruhito.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan