Kenalkan PMX.AI, avatar AI PM Anwar Ibrahim untuk berinteraksi dengan warga
Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengumumkan peluncuran avatar AI miliknya melalui video bertema "superhero". Warga Malaysia kini dapat berbincang dengan PMX.AI melalui WhatsApp.
Tangkapan layar dari video di Facebook yang memperkenalkan replika berbasis kecerdasan buatan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. (Video: Facebook/Anwar Ibrahim)
KUALA LUMPUR: Warga Malaysia kini dapat berinteraksi dengan PMX.AI, sosok kembaran berbasis kecerdasan buatan (AI) milik Perdana Menteri Anwar Ibrahim yang memiliki rupa dan suara yang nyaris identik dengan dirinya.
Dalam unggahan di media sosial pada Sabtu (18/7) malam, Anwar mengajak masyarakat untuk mengobrol dengan avatarnya melalui platform pesan WhatsApp guna "mulai membangun gagasan-gagasan baru dan diskursus publik yang bermakna bagi negara dan rakyat".
Unggahan tersebut disertai video yang menampilkan Anwar dalam berbagai karakter, mulai dari astronot yang melayang di luar angkasa, pahlawan super yang melompat dari pesawat sambil membawa perisai menyerupai Captain America, hingga sosok dirinya yang lebih muda mengenakan kostum mirip Spiderman dan melompat dari satu atap ke atap lainnya.
Video itu menyebut, cara baru menjangkau masyarakat ini sebagai "evolusi komunikasi nasional".
Avatar tersebut mengatakan bahwa dirinya "terinspirasi" oleh nilai-nilai dan visi Anwar.
"AI membuka dimensi baru," ujar avatar AI Anwar, seraya berjanji akan mendengarkan suara masyarakat dan memahami aspirasi mereka dengan lebih baik. "Tidak ada pemimpin yang bisa berada di semua tempat pada saat yang sama."
Video berdurasi sekitar dua setengah menit itu juga memperlihatkan avatar tersebut membalik halaman buku-buku di kantor perdana menteri di Putrajaya, sebelum berubah menjadi sosok Anwar muda di sebuah perpustakaan yang memunculkan buku-buku layaknya menggunakan mantra.
Video tersebut turut menyisipkan berbagai referensi terhadap waralaba film superhero Avengers. Beberapa versi avatar Anwar terlihat berjalan berbaris dengan tulisan "assemble!", dan video ditutup dengan referensi mengenai "Madani multiverse".
Pemerintahan persatuan yang dipimpin Anwar juga dikenal sebagai Pemerintahan Madani.
"Bagaimana jika seluruh sisi diri saya bisa hadir secara bersamaan?" ujar avatar tersebut, yang menyebut dirinya sebagai "perpanjangan digital" Anwar.
"Siap mendengarkan, membantu, dan melayani rakyat."
Unggahan Anwar di Facebook mengenai peluncuran tersebut juga menyertakan tautan WhatsApp agar masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan avatar AI tersebut.
"OTAK KEDUA"
Menurut Zetrix AI, perusahaan infrastruktur digital Malaysia yang mengembangkan avatar Anwar, PMX.AI dapat berinteraksi dengan para pemilih, mendengarkan keluhan mereka, serta menghimpun sentimen masyarakat di lapangan.
Nama PMX.AI sendiri diambil dari sebutan Anwar sebagai perdana menteri ke-10 Malaysia.
Secara umum, sistem AI agentik dapat beroperasi secara semiotonom maupun sepenuhnya otonom untuk mencapai tujuan tertentu dan menjalankan berbagai tugas, tidak sekadar merespons perintah dari pengguna.
Bloomberg pertama kali melaporkan pada 10 Juli bahwa Anwar akan meluncurkan sosok AI untuk membantu warga Malaysia mengakses berbagai layanan pemerintah.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa avatar AI Anwar dilatih menggunakan tulisan-tulisan, pidato-pidato, serta rekam jejak kebijakan pemerintahannya.
Direktur pelaksana Grup Zetrix AI, TS Wong, mengatakan kepada CNA bahwa para politikus lain juga dapat membangun avatar AI mereka sendiri.
"Politikus dari berbagai kubu politik dapat memanfaatkan avatar agentik sebagai kembaran digital yang selalu hadir untuk membangun hubungan dengan para pemilih melalui WhatsApp maupun aplikasi Avatar milik Zetrix AI," tuturnya.
"Dengan berinteraksi dan mendengarkan pandangan pemilih mengenai berbagai isu kebijakan, para politikus dapat memperoleh umpan balik secara langsung mengenai sentimen masyarakat."
Layaknya para politikus yang diwakilinya, agen AI yang dikembangkan perusahaan Wong juga dapat membantu pengguna mendaftarkan diri ke berbagai program pencarian kerja maupun pelatihan pemerintah, atau melakukan perpanjangan surat izin mengemudi.
Avatar buatan Zetrix AI dimodelkan berdasarkan kepribadian masing-masing pengguna.
Hal itu dilakukan melalui sistem yang disebut personal knowledge model (PKM), yang memungkinkan pengguna melatih agen AI menggunakan pengetahuan, preferensi, dan sudut pandang mereka sendiri, kata Wong.
"Avatar Anda akan seakurat data yang Anda berikan kepada PKM," ujarnya.
Menurut Wong, avatar perusahaannya juga telah digunakan oleh berbagai tokoh, mulai dari ahli feng shui, ulama, hingga dokter berlisensi untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
"Individu biasa maupun perusahaan menggunakan avatar Zetrix karena ia merupakan kembaran digital sekaligus otak kedua yang menggabungkan AI dengan pengetahuan, perspektif, dan preferensi pribadi Anda," katanya.
Menurut Bloomberg, Anwar bukanlah politikus pertama yang memanfaatkan AI.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menggunakan avatar AI secara luas selama kampanye pemilu 2022 untuk menjawab pertanyaan para pemilih sekaligus menyampaikan pesan-pesan kampanye.
Perdana Menteri India Narendra Modi juga telah menggunakan AI untuk menyampaikan pidato dalam berbagai bahasa di India.
Wong mengatakan, produknya mampu melangkah lebih jauh. Misalnya, avatar tersebut dapat melakukan negosiasi serta menandatangani dan memverifikasi dokumen atas nama penggunanya.
Menurutnya, semua tugas tersebut dijalankan "dalam batas-batas yang ditentukan pengguna", sementara seluruh tindakan agen AI "dapat diverifikasi, dicatat secara permanen di blockchain, dan diakui secara hukum".
"Ini adalah agen AI Anda yang menggunakan identitas dan kredensial resmi Anda," ujarnya.
Wong menjelaskan bahwa meskipun berbagai alat AI agentik lain dapat menjalankan tugas pemrograman atau membalas email atas nama pengguna, alat-alat tersebut tidak memiliki kewenangan, pengetahuan, maupun kapasitas untuk benar-benar mewakili individu secara utuh.
MENGURANGI HALUSINASI
Wong mengakui adanya risiko dari "AI agentik tanpa pembatasan", namun mengatakan bahwa PKM yang dikembangkan perusahaannya mengoordinasikan seluruh respons maupun tindakan AI.
"PKM berfungsi sebagai alat pemeriksa fakta dan verifikasi sehingga seluruh respons tetap konsisten dan selaras dengan preferensi pengguna," katanya.
"Semakin baik pengguna melatih PKM-nya, semakin baik pula PKM memahami maksud serta informasi pengguna, sehingga mampu memberikan respons yang lebih akurat, lebih mencerminkan pengguna, dan mengurangi tingkat halusinasi."
PKM juga mengelola dompet digital yang menyimpan identitas digital pengguna sehingga hanya PKM yang berwenang mewakili pengguna, ujar Wong.
"Tidak ada ruang bagi tindakan yang menyimpang karena setiap langkah dilindungi oleh verifikasi kriptografi yang kuat dan dicatat secara permanen dalam blockchain yang tidak dapat diubah," katanya.
Mengenai keamanan data, Wong menegaskan bahwa data pribadi pengguna tidak dapat diakses oleh pihak lain.
"Data pribadi Anda disimpan baik dalam bentuk weights di dalam PKM maupun dalam sistem terenkripsi, bergantung pada apakah pengetahuan tersebut bersifat statis atau dinamis," ujarnya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.