Skip to main content
Iklan

Asia

Nelayan Sugianto, WNI penyelamat 7 lansia di Korsel, terima penghargaan dari Presiden Lee Jae Myung

Pekerja asal Indramayu itu menekankan saling menolong merupakan kewajiban sesama manusia.

Nelayan Sugianto, WNI penyelamat 7 lansia di Korsel, terima penghargaan dari Presiden Lee Jae Myung

Sugianto, nelayan asal Indramayu menerima penghargaan dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, setelah menyelamatkan lansia saat kebakaran hutan di Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara, pada Maret 2025. (Tangkapan Layar YouTube/MBC News)

SEOUL: Sugianto, warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi buah bibir di Korea Selatan setelah aksi heroiknya menyelamatkan warga lanjut usia (lansia) dari kebakaran hutan, menerima penghargaan langsung dari Presiden Lee Jae Myung dalam sebuah upacara resmi di Istana Presiden Blue House, Seoul, Jumat (2/1).

Penghargaan Order of Civil Merit (Medali Dongbaek) itu diberikan sebagai bentuk pengakuan tertinggi negara atas kontribusi kemanusiaan yang dilakukan Sugianto. Upacara penyerahan penghargaan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube MBC News.

Sugianto menjadi satu-satunya warga negara asing dari total 11 tokoh yang menerima penghargaan dalam acara tersebut. Sebelumnya, Pemerintah Korea Selatan juga telah memberikan visa tinggal jangka panjang (F2) kepada Sugianto sebagai bentuk apresiasi atas tindakannya.

Penghargaan bergengsi itu diberikan atas aksi penyelamatan tujuh warga lansia saat kebakaran hutan melanda Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara, pada Maret tahun lalu.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Sugianto, nelayan asal Indramayu, Jawa Barat, tengah menjalani shift malam di wilayah pesisir Chuksan-myeon. Saat melihat api mulai merembet ke permukiman, ia berteriak untuk memperingatkan warga sekitar.

Sugianto kemudian berlari dari rumah ke rumah untuk membantu proses evakuasi. 

Mengingat kondisi desa berada di lereng yang curam, ia bahkan menggendong beberapa lansia dan membawa mereka sejauh sekitar 300 meter menuju lokasi yang lebih aman. Seluruh warga yang dievakuasi berhasil selamat.

RENCANA DIANGKAT JADI FILM

Diwartakan Kompas.com, Sugianto mengaku tidak pernah menyangka akan menerima penghargaan langsung dari Presiden Korea Selatan. Ia menyebut pengalaman tersebut terasa seperti mimpi.

“Gak nyangka. Sampai orang Koreanya juga ngomong walau mereka orang Korea susah kalau mau ketemu sama Presiden tuh,” ujar Sugianto.

Ia berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di mana pun berada.

“Saya juga lihat di media sosial ramai banyak yang ngeposting, tapi alhamdulillah lah, semoga saja bisa menjadi inspirasi PMI lain di mana pun,” tuturnya.

Pria berusia 31 tahun itu telah tinggal di Korea Selatan selama sembilan tahun dan dikenal sebagai sosok yang sering membantu warga lanjut usia di lingkungan sekitarnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Sugianto juga menitipkan pesan agar sesama PMI tidak ragu menolong siapa pun, tanpa memandang perbedaan negara maupun latar belakang.

Menurutnya, saling menolong merupakan kewajiban sesama manusia.

Istri Sugianto, Indah, 30, juga mengungkapkan ada seorang sutradara yang menyampaikan keinginan mengangkat kisah suaminya ke layar lebar.

“Waktu itu sudah ketemu, ngobrol-ngobrol, diceritain juga kejadian waktu itu gimana sama suami saya,” ujar Indah di rumah mereka di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Minggu (4/1)

Indah menambahkan, sejak dulu suaminya memang dikenal tidak berat tangan dan senang menolong sesama.

“Seneng banget. Suami saya kan cuma niat nolong ya, gak nyangka kalau yang dilakukan suami saya mendapat sesuatu yang sejauh ini. Saya nyangkanya paling dapat penghargaan dari kesatuan posko atau menteri, tapi ternyata presiden yang ngasih,” katanya.

 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan