Skip to main content
Iklan

Asia

Bantuan untuk rakyat Malaysia atasi kenaikan biaya hidup, PM Anwar juga umumkan tunai RM100

Sementara itu, detail mengenai rencana yang telah lama ditunggu-tunggu untuk menghapus subsidi menyeluruh bahan bakar transportasi RON95 yang banyak digunakan akan diumumkan sebelum akhir September.

Bantuan untuk rakyat Malaysia atasi kenaikan biaya hidup, PM Anwar juga umumkan tunai RM100

Sementara itu, detail mengenai rencana yang telah lama ditunggu-tunggu untuk menghapus subsidi menyeluruh bahan bakar transportasi RON95 yang banyak digunakan akan diumumkan sebelum akhir September.

KUALA LUMPUR: Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada hari Rabu (23/7) mengumumkan langkah-langkah baru untuk mengatasi kekhawatiran publik yang semakin meningkat terkait kenaikan biaya hidup, termasuk pemberian bantuan tunai kepada seluruh warga negara dewasa. Anwar juga telah berjanji untuk menurunkan harga bahan bakar.

Pengumuman ini muncul menjelang protes yang direncanakan akan diadakan di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, pada hari Sabtu, yang menuntut Anwar untuk mundur karena kenaikan harga dan kegagalan memenuhi reformasi yang dijanjikan, di antara berbagai kekhawatiran lainnya.

Pemerintahan Anwar telah menerapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan pendapatan dan produktivitas tahun ini, termasuk kenaikan upah minimum, kenaikan tarif listrik bagi pengguna listrik besar, dan pajak penjualan baru untuk beberapa buah impor dan barang mewah.

Anwar mengatakan langkah-langkah tersebut terutama ditujukan kepada perusahaan besar dan orang kaya, tetapi para kritikus menyuarakan kekhawatiran bahwa biaya yang lebih tinggi pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah.

Pada hari Rabu, Anwar mengatakan semua warga negara Malaysia dewasa di atas 18 tahun akan menerima bantuan tunai satu kali sebesar RM100 (Rp 385 ribu) yang akan dicairkan mulai 31 Agustus.

Pemerintah akan mengalokasikan total RM15 miliar dalam bentuk bantuan tunai pada tahun 2025, naik dari RM13 miliar yang awalnya dialokasikan untuk tahun tersebut, ujarnya.

Polisi mengatakan mereka memperkirakan antara 10.000 dan 15.000 orang akan menghadiri protes hari Sabtu, yang diselenggarakan oleh partai-partai oposisi.

"Saya memahami keluhan tersebut dan menerima bahwa biaya hidup masih menjadi tantangan yang harus diatasi, meskipun kami telah mengumumkan berbagai langkah sejauh ini," kata Anwar.

Ia menambahkan bahwa inisiatif lebih lanjut untuk membantu mereka yang berada di bawah garis kemiskinan akan diluncurkan pada hari Kamis.

SUBSIDI BAHAN BAKAR

Anwar mengatakan pemerintah juga akan mengumumkan detail rencana yang telah lama ditunggu-tunggu untuk menghapus subsidi menyeluruh pada bahan bakar transportasi RON95 yang banyak digunakan sebelum akhir September.

Setelah perubahan subsidi diterapkan, harga bahan bakar di SPBU Malaysia akan turun menjadi RM1,99 per liter, dibandingkan dengan harga saat ini RM2,05, kata Anwar.

Namun, warga negara asing harus membayar harga pasar bahan bakar yang tidak disubsidi, tambahnya. Anwar tidak memberikan detail tentang bagaimana langkah tersebut akan ditegakkan.

Sebelumnya, dalam pidato Anggaran 2025 tahun lalu, ia mengatakan bahwa subsidi RON95 akan dipotong untuk kelompok pendapatan 15 persen teratas Malaysia. Belum jelas apakah ini tetap menjadi bagian dari rencana rasionalisasi.

Beberapa warga kelas menengah Malaysia telah menyatakan kekhawatiran bahwa mereka mungkin termasuk dalam kelompok ini—yang didefinisikan oleh survei pendapatan tahun 2022 sebagai rumah tangga dengan pendapatan bulanan gabungan minimal RM13.500—meskipun sudah berjuang dengan meningkatnya pengeluaran.

Para analis mengatakan perubahan skema rasionalisasi subsidi bahan bakar yang awalnya ditetapkan pada pertengahan 2025 dan bertujuan untuk menghapus subsidi bagi orang kaya—dapat memengaruhi rencana konsolidasi fiskal Malaysia.

MENINGKATKAN PERMINTAAN DOMESTIK

Ekonom Kenanga Investment Bank, Muhammad Saifuddin Sapuan, mengatakan bahwa pemberian bantuan tunai dan langkah-langkah subsidi diperlukan untuk meningkatkan permintaan domestik, di tengah tantangan eksternal yang timbul dari ketidakpastian global yang sedang berlangsung.

"Namun demikian, hal ini ada harganya, terutama terkait bagaimana pemerintah akan membiayainya, dan kemungkinan akan menekan target fiskalnya," ujarnya.

Kathleen Chen, dari tim Sovereigns Fitch Ratings, mengatakan penundaan lebih lanjut atau kemajuan yang tidak memadai dalam rasionalisasi subsidi dapat membahayakan tujuan pemerintah untuk mengurangi defisitnya menjadi 3 persen pada tahun 2028.

Fitch memperkirakan utang pemerintah umum Malaysia akan tetap tinggi, sekitar 76,5 persen dari PDB pada tahun 2025, dengan penurunan yang hanya bertahap dalam jangka menengah, ujarnya.

Anwar pada hari Rabu juga mengumumkan alokasi tambahan untuk program pemerintah yang bertujuan meningkatkan akses terhadap barang dan kebutuhan pokok yang terjangkau, dan berjanji untuk meningkatkan langkah-langkah bantuan lain yang sudah ada.

Malaysia telah mengalami penurunan inflasi tahun ini, tetapi kekhawatiran atas kenaikan harga kebutuhan pokok seperti makanan masih ada.

Data yang dirilis minggu ini menunjukkan harga konsumen naik 1,1 persen dari tahun sebelumnya bulan lalu, tetapi biaya makanan dan minuman naik lebih cepat sebesar 2,1 persen.

Secara terpisah, Anwar juga menetapkan tanggal 15 September sebagai hari libur umum tambahan dalam rangka merayakan Hari Malaysia, yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati akhir pekan panjang mulai tanggal 13 September hingga 16 September.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: AGENCIES/CNA/ih

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan