Skip to main content
Iklan

Asia

Penusukan fatal di SMP Malaysia: Tersangka berusia 14 tahun diduga menikam teman siswa hingga tewas

Menyusul serangkaian kejahatan kekerasan – dan terkadang fatal – yang terjadi di sekolah-sekolah Malaysia akhir-akhir ini, Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan bahwa penggunaan media sosial yang tidak terkendali oleh kaum muda merupakan penyebab sebagian besar kasus ini.

 Penusukan fatal di SMP Malaysia: Tersangka berusia 14 tahun diduga menikam teman siswa hingga tewas

Gambar tersangka penusukan fatal seorang siswa berusia 16 tahun di sebuah sekolah menengah di Selangor pada 14 Oktober 2025. (Foto: Media Sosial)

KUALA LUMPUR: Polisi Malaysia pada Selasa (14/10) menangkap seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun di sebuah sekolah di Petaling Jaya, Selangor, terkait dengan penusukan fatal seorang siswi berusia 16 tahun.

Inspektur Jenderal Polisi Mohd Khalid Ismail mengatakan kepada media lokal saat itu bahwa pihak berwenang belum menetapkan motif di balik insiden tersebut, yang terjadi di SMK Bandar Utama Damansara (4), Petaling Jaya. Sekolah tersebut terletak tidak jauh dari Pusat Perbelanjaan 1 Utama yang populer.

Dua benda tajam yang diyakini digunakan dalam insiden tersebut disita oleh polisi, lapor kantor berita Bernama.

Menurut Kapolres Petaling Jaya, mereka menerima laporan pada pukul 09.40 pagi mengenai insiden pada 14 Oktober setelah seorang guru—yang mendengar teriakan—bergegas ke area toilet dan menemukan korban.

Ayah dari anak laki-laki berusia 14 tahun yang diduga menikam teman sekolahnya hingga tewas mengatakan kepada media bahwa ia tidak pernah membayangkan putranya mampu melakukan kekerasan seperti itu, meskipun ia mengakui kehilangan yang dialami keluarga korban.

"Saya tahu apa pun yang saya katakan sekarang tidak berarti apa-apa," kata pria berusia 40 tahun itu seperti dikutip oleh harian berbahasa Mandarin, China Press.

"Apa pun yang saya lakukan, itu tidak akan mengembalikan putri mereka. Saya tidak tahu bagaimana menghadapi mereka."

Insiden penusukan terjadi di SMK Bandar Utama Damansara (4), Petaling Jaya, tak jauh dari Pusat Perbelanjaan 1 Utama yang populer. (Foto: Google Maps)

Pria yang menolak disebutkan namanya itu menggambarkan putranya sebagai pribadi yang introvert dan pendiam.

Mengenang hari kejadian, pria itu mengatakan bahwa putranya tidak menunjukkan perilaku yang tidak biasa, lapor Malay Mail.

Insiden tersebut membuatnya sangat terguncang, dan ia merasa hancur atas dugaan tindakan putranya.

"Saya tahu mengatakan apa pun sekarang tidak ada gunanya. Tidak ada yang bisa mengembalikan putri mereka," katanya.

BEBERAPA LUKA TUSUKAN

Polisi Selangor mengatakan bahwa pemeriksaan awal menunjukkan bahwa korban menderita beberapa luka tusukan di tubuhnya.

Dalam pembaruan pada hari Rabu, polisi mengatakan bahwa jenazah korban telah diambil oleh keluarganya setelah otopsi selesai dilakukan di departemen patologi Pusat Medis Universiti Malaya.

Kasus ini sedang diselidiki berdasarkan Pasal 302 KUHP tentang pembunuhan, dan tersangka telah ditahan selama tujuh hari untuk membantu penyelidikan.

Dakwaan tersebut dapat dikenakan hukuman mati atau penjara 30 hingga 40 tahun dan tidak kurang dari 12 kali cambukan, jika terbukti bersalah.

Di Malaysia, usia minimum pertanggungjawaban pidana adalah 10 tahun.

PENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL YANG TIDAK TERKENDALI: PM ANWAR

Menyusul serangkaian kejahatan kekerasan – dan terkadang fatal – yang terjadi di sekolah-sekolah Malaysia akhir-akhir ini, Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada hari Rabu mengatakan bahwa penggunaan media sosial yang tidak terkendali oleh anak muda merupakan penyebab sebagian besar kasus ini.

Anwar menambahkan bahwa ia akan menginstruksikan para menteri Kabinetnya untuk mempertimbangkan langkah-langkah yang lebih ketat terkait penggunaan media sosial dalam rapat mingguan mereka.

"Tanggung jawab tentu saja kembali kepada orang tua dan sekolah, tetapi hampir semua masalah ini bermula dari penggunaan ponsel dan media sosial (yang tidak terkendali).

"Ini pasti akan memicu reaksi beragam, tetapi harus ada tindakan yang diambil terkait penggunaan media sosial," ujarnya seperti dikutip Malay Mail setelah menghadiri pertemuan bulanan di Kementerian Keuangan.

Selain insiden penusukan yang berakibat fatal di Selangor pada hari Selasa, masyarakat Malaysia juga geram atas dugaan pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang siswi Kelas Tiga oleh para seniornya di sebuah sekolah menengah di Melaka awal bulan ini.

Empat tersangka telah ditahan selama enam hari untuk membantu penyelidikan pemerkosaan beramai-ramai.
 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: AGENCIES/CNA/ih

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan