Skip to main content
Iklan

Asia

Mengintip penjara untuk menteri yang korupsi di Singapura

Menteri transportasi S Iswaran divonis 12 bulan penjara karena menerima gratifikasi dari para pengusaha. 

Mengintip penjara untuk menteri yang korupsi di Singapura

Iswaran memulai masa hukuman penjara 12 bulan pada 7 Oktober 2024 setelah menyerahkan diri ke Pengadilan Negeri sebelum tenggat waktu pukul 16.00 untuk melakukannya. (Foto: CNA/Wallace Woon, Kementerian Dalam Negeri)

08 Oct 2024 07:39AM (Diperbarui: 08 Oct 2024 07:56AM)

SINGAPURA: Mantan menteri transportasi Singapura S Iswaran yang didakwa atas kasus korupsi mulai menjalani masa tahanan 12 bulan pada Senin (7/10). Dia dipenjara di sebuah sel berukuran kecil seorang diri.

Menurut Layanan Penjara Singapura (SPS) kepada CNA, penetapan sel seorang diri Iswaran diambil dengan pertimbangan potensi risiko keamanan dan keselamatan tingkat tinggi jika dia ditempatkan bersama tahanan lainnya.

Sel penjara yang ditempati Iswaran memiliki luas 6,9 meter persegi, dengan toilet di dalam. Untuk tidur, disediakan bagi Iswaran matras jerami dan dua selimut. 

SPS mengatakan bahwa seluruh tahanan mendapatkan perlakuan yang sama dan harus menaati peraturan serta proses yang tidak dibeda-bedakan.

"S Iswaran menjalani pemeriksaan keselamatan, keamanan dan medis, seperti halnya narapidana lainnya. Karena kami menilai bahwa ada risiko keselamatan dan keamanan yang lebih tinggi bagi S Iswaran untuk ditempatkan dengan narapidana lain, kami akhirnya menempatkannya di sel satu orang," ujar pernyataan SPS kepada CNA.

Mantan menteri berusia 61 tahun itu divonis penjara 12 bulan pada 3 Oktober lalu karena terbukti bersalah menerima gratifikasi dari para pengusaha, dari tumpangan jet pribadi, tiket nonton pertandingan hingga berbagai hadiah mahal.

Iswaran mulai menjalani tahanan setelah dia menyerahkan diri kepada Pengadilan Negeri sesuai tenggat waktu. Setelah tiba di penjara, dia menjalani pemeriksaan keamanan, keselamatan dan medis, kata SPS.

"Seluruh barang bawaan tahanan disimpan di tempat aman. Barang itu akan dikembalikan ketika mereka bebas. Mereka diperiksa untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk," kata SPS.

"Seluruh tahanan diberikan perangkat kebutuhan dasar keseharian mereka, seperti sikat dan pasta gigi, pakaian, sandal, handuk dan sendok plastik untuk makan."

SPS mengatakan mereka memiliki ruangan penjara yang bisa menampung satu tahanan, empat tahanan atau yang hingga delapan tahanan.

"Semua sel memiliki toilet di dalamnya. Sebuah matras jerami dan dua selimut disediakan untuk tidur tahanan. Tahanan dengan kondisi medis parah atau kebutuhan klinis, setelah mendapatkan penilaian dari petugas medis penjara, bisa dipindahkan ke bangsal medis untuk perawatan.

"Tahanan ditempatkan di sel-sel yang berbeda berdasarkan penilaian kami terhadap risiko keamanan dan keselamatan mereka, dan juga kebutuhan medis," lanjut SPS lagi.

SPS juga mengatakan bahwa tahanan berhak dikunjungi oleh keluarga atau kerabat sebanyak dua kali dalam sebulan, baik pertemuan langsung atau elektronik. Mereka boleh berkirim surat sebanyak empat kali melalui elektronik dalam sebulan.

Kasus Iswaran ini mengejutkan Singapura, salah satu negara dengan tingkat korupsi terendah di seluruh dunia. Usai sidang, dia menyatakan tidak akan mengajukan banding dan meminta maaf atas kesalahannya kepada seluruh rakyat Singapura.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini. 

Source: CNA/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan