Skip to main content
Iklan

Asia

Jepang sambut hangat PMI Muslim Indonesia, dipuji rajin dan jujur

Bahkan warga Negeri Sakura di wilayah pedesaan yang dikenal konservatif kini semakin menerima pekerja Indonesia.

Jepang sambut hangat PMI Muslim Indonesia, dipuji rajin dan jujur

Para pengunjung di sepanjang Jalan Nakamise di distrik Asakusa, sebuah tempat wisata populer, saat pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan sengatan panas di Tokyo dan prefektur lainnya akibat gelombang panas, di Tokyo, Jepang, pada 5 Agustus 2025. (Foto: Reuters/Issei Kato)

JAKARTA: Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang menembus 180.000 orang dan menjadi yang tumbuh paling cepat dibanding negara lain. Pemerintah Jepang menyebut masyarakatnya kini semakin menerima pekerja Muslim, termasuk dari Indonesia.

Chargés d'Affaires ad interim Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru, mengatakan tren peningkatan tenaga kerja Indonesia di Jepang menunjukkan perubahan sikap masyarakat terhadap pekerja asing Muslim.

"Sekarang jumlah pekerja Indonesia sudah mencapai 180.000 orang di Jepang. Itu membuktikan bahwa masyarakat Jepang kini tidak memiliki keraguan untuk menerima pekerja Muslim, termasuk dari Indonesia," urainya dalam acara Buka Bersama Kedubes Jepang bersama tokoh Islam Indonesia di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (4/3).

Ia mengakui secara historis Jepang tidak memiliki pemahaman besar mengenai komunitas Muslim. Namun situasi tersebut berubah seiring meningkatnya interaksi dan kehadiran pekerja asing dari berbagai negara, termasuk Indonesia

Menurut Myochin, bahkan masyarakat di wilayah pedesaan yang dikenal konservatif kini semakin menerima pekerja Indonesia karena dinilai rajin dan jujur.

“Jadi, itulah mengapa, seperti yang bisa Anda bayangkan, orang Jepang, di daerah pedesaan, semacam daerah yang sangat tradisional, daerah konservatif, tetapi mereka menerima begitu banyak orang Indonesia. Itu membuktikan bahwa orang Jepang sekarang tidak ragu-ragu untuk menerima orang Muslim, tentu saja, termasuk orang-orang dari Indonesia,” ungkapnya. 

"Orang-orang di daerah pedesaan Jepang akhirnya menyadari bahwa pekerja Indonesia itu rajin, jujur, dan baik. Itu sebabnya penerimaan terhadap mereka semakin besar," pujinya.

WNI DI JEPANG TEMBUS 230 RIBU ORANG

Data Kementerian Kehakiman Jepang melalui Badan Pelayanan Imigrasi yang dipublikasikan akun Instagram @kbritokyo mencatat jumlah WNI di Jepang per Juni 2025 mencapai 230.689 orang. Angka ini meningkat 37,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempatkan Indonesia dalam enam besar warga asing di Jepang.

Lonjakan tersebut tidak hanya mencerminkan peningkatan mobilitas tenaga kerja, tetapi juga penguatan hubungan bilateral melalui jalur pendidikan, budaya, serta pertukaran pemuda.

"People-to-people contact sangat penting. Kita harus saling mengenal dan memahami latar belakang masing-masing, serta saling menghormati," ujar Myochin.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap budaya Ramadan di Indonesia. Ia mengutip peribahasa Jepang, "Hunger is the best seasoning," yang berarti rasa lapar adalah bumbu terbaik bagi makanan. Menurutnya, pengalaman berbuka puasa menunjukkan kebahagiaan yang muncul setelah menahan diri sepanjang hari.

Sejak 2004, pemerintah Jepang telah mengundang lebih dari 190 pimpinan pesantren melalui program Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS). Tahun ini, delapan pemuda dari NU, Muhammadiyah, Masjid Istiqlal, dan UIN diundang ke Tokyo dan Nagasaki guna memperkuat pemahaman lintas budaya antara kedua negara.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan