Skip to main content
Iklan

Asia

Nebeng Jet Pribadi hingga Brompton: Ini daftar gratifikasi yang diterima eks menteri Singapura Iswaran

Eks Menteri Transportasi Singapura S Iswaran divonis 12 bulan penjara karena bersalah menerima gratifikasi dari pengusaha. 

Nebeng Jet Pribadi hingga Brompton: Ini daftar gratifikasi yang diterima eks menteri Singapura Iswaran

Mantan menteri transportasi Singapura S Iswaran tiba di pengadilan pada 3 Oktober 2024. (Photo: CNA/Wallace Woon)

03 Oct 2024 11:03AM (Diperbarui: 03 Oct 2024 12:18PM)

SINGAPURA: Mantan Menteri Transportasi Singapura S Iswaran pada Kamis (3/10) divonis penjara 12 bulan atas empat dakwaan gratifikasi dan satu dakwaan menghalangi penyelidikan.

Dalam pembacaan vonis pada Kamis (3/10), Iswaran dinyatakan bersalah karena menerima gratifikasi dari pengusaha berdasarkan Pasal 165 Kitab Pidana Singapura soal penerimaan barang berharga dari orang lain ketika menduduki jabatan publik. 

Hakim mengatakan bahwa Iswaran telah menyalahgunakan jabatannya ketika menjabat menteri dan panitia penyelenggara ajang Formula 1 (F1) di Singapura.

Nama Iswaran terseret dalam kasus penyelidikan korupsi oleh Biro Investigasi Praktik Korupsi (CPIB) Singapura terhadap pengusaha properti Ong Beng Seng pada Mei 2023.

Dalam penyelidikan tersebut, ditemukan bahwa nama Iswaran terdapat di dalam manifest jet pribadi Ong ke Qatar pada 2022. Penyelidikan berikutnya menemukan Iswaran menerima beberapa barang berharga dari pengusaha.

Berikut adalah gratifikasi yang diterima Iswaran:

NEBENG JET PRIBADI

Pada 6 Desember 2022, Iswaran naik jet pribadi milik Ong menuju Doha, Qatar. Ketika itu, Iswaran mengajukan cuti pribadi untuk nebeng dalam jet pribadi tersebut secara gratis.

Di Doha, dia menginap di hotel Four Seasons dan pulang keesokan harinya menggunakan penerbangan kelas bisnis. Semua akomodasi senilai lebih dari  S$20.000 atau hampir Rp240 juta dibayari oleh Singapore GP, di mana Ong adalah pemilik saham mayoritasnya.

Singapore GP adalah penyelenggara turnamen balap F1 Grand Prix Singapura sejak 2008. Sementara Iswaran adalah panitia penyelenggara F1 dari sisi pemerintah dari 2008 hingga 2023.

Penyidik menyebut ini adalah bentuk gratifikasi karena Iswaran adalah seorang menteri dan panitia pelaksana turnamen F1, sementara Ong terlibat dalam kontrak antara Singapore GP dan Dewan Pariwisata Singapura pada 2022 untuk ajang F1. 

Setelah tahu dirinya tengah diselidiki, Iswaran menghubungi Ong untuk mengiriminya tagihan perjalanan ke Doha. Penyidik mengatakan, tindakan Iswaran ini adalah bentuk menghalangi penyelidikan yang merupakan pelanggaran hukum.

Iswaran berfoto bersama Ong Beng Seng dari Hotel Properties Limited (kanan) dan Stefano Domenicali (tengah), CEO Formula 1. (Foto: Facebook/S Iswaran)

TIKET F1, TEATER DAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA

Iswaran mendapatkan 10 tiket gratis turnamen F1 di Green Room - ruang VIP outdoor lengkap dengan makanan dan minuman alkohol. 

Tiket gratis diberikan oleh Singapore GP itu kemudian digunakan Iswaran bersama dengan keluarga dan teman-temannya. Dia diketahui menerimanya antara 2016 dan 2019, lalu kembali mendapatkannya pada 2022.  

Satu tiketnya seharga lebih dari S$4,200 atau hampir Rp50 juta. Penyidik menyebut total tiket yang didapatkan Iswaran senilai S$347,000 (Rp4 miliar).

Iswaran juga disebut menerima tiket teater dan pertandingan sepakbola senilai lebih dari S$16.000 (Rp190 juta).

MIRAS DAN BROMPTON

Iswaran juga menerima hadiah dari pengusaha lain, Lum Kok Seng, direktur Lum Chang Building Contractors dan direktur utama Lum Chang Holdings.

Pada 2016, Otoritas Transportasi Darat (LTA) di bawah kementerian transportasi yang diampu Iswaran memberikan Lum Chang Building Contractors kontrak senilai S$325 juta untuk konstruksi di Stasiun Tanah Merah dan jembatan.

Pada akhir 2021, Iswaran meminta Lum untuk membelikannya wiski dan wine merah. Lum pada 2022 kemudian mengirimkan dua botol wiski dan 12 botol wine merah ke rumah Iswaran, nilainya lebih dari Rp32 juta.

Mantan menteri transportasi Singapura S Iswaran tiba di pengadilan pada 3 Oktober 2024. (Photo: CNA/Wallace Woon)

Lum juga membelikan Iswaran sepeda lipat Brompton seri T Line sebagai hadiah ulang tahun Iswaran pada 18 Juni 2022. T Line adalah seri Brompton paling mahal yang dibeli Lum untuk Iswaran senilai S$7.900 atau lebih dari Rp93 juta.

Dari Lum, Iswaran juga mendapatkan set stik golf senilai hampir S$6.000 (Rp71 juta) dan tambahan botol wiski senilai S$1.800 (Rp21 juta).

Dalam penyelidikan, CPIB menyita barang-barang berikut ini di kediaman Iswaran:

  • Empat botol wiski Gordon & MacPhail Caol Ila dengan nilai sekitar S$1.084 (Rp12.877.224)
  • Tiga botol wine Albert Bichot Domaine du Clos Frantin Grands Echezeaux Grand Cru 2015 dengan nilai S$1.177 (Rp13.987.422)
  • Tiga botol wine Pichon Lalande 2010 dengan nilai S$955 (Rp11.351.430)
  • Stik golf TaylorMade dengan nilai sekitar S$749 (Rp8.904.714)
  • Sembilan stik golf Honma Beres BE-08 dengan nilai S$4.420 (Rp52.552.920)
  • Sebuah sepeda Brompton T Line dengan nilai S$7.907 (Rp93.954.402)
  • Dua botol wiski M&H Elements Sherry Cask dengan nilai S$198 (Rp2.353.428)
  • Sebuah stik golf Scotty Cameron Phantom dan dua stik golf dengan nilai sekitar S$800 (Rp9.508.800

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini. 

Source: CNA/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan