Skip to main content
Iklan

Asia

Korut tembakkan rudal ke udara jelang kunjungan Trump ke Korsel

Korut tembakkan rudal ke udara jelang kunjungan Trump ke Korsel

Foto arsip peluncuran rudal oleh Korea Utara pada 8 Mei 2025. (KCNA via REUTERS)

SEOUL: Hanya beberapa jam Presiden Amerika Serikat Donald Trump memulai kunjungannya ke Korea Selatan pada Rabu (29/10), Korea Utara menembakkan rudal jelajah dari lepas pantai baratnya. Media pemerintah Korut mengatakan bahwa ini adalah pesan kepada “musuh-musuh” Pyongyang.

Menurut kantor berita Korut KCNA, rudal permukaan-ke-laut itu diluncurkan secara vertikal pada Selasa dari Laut Kuning dan melesat selama lebih dari dua jam.

AFP melaporkan bahwa pejabat militer tertinggi Korea Utara, Pak Jong Chon, memimpin uji coba dan menilai adanya “kemajuan signifikan” dalam upaya memperkuat “kekuatan nuklir” sebagai alat pencegah perang.

Uji coba itu bertujuan untuk menguji “keandalan berbagai sarana serangan strategis dan menunjukkan kemampuannya kepada musuh,” ujar Pak.

“Memperkuat postur tempur nuklir secara terus-menerus adalah misi dan tanggung jawab kami,” tambahnya.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang biasanya hadir dalam peluncuran rudal penting, tampak tidak menghadiri uji coba kali ini.

Trump sebelumnya mengatakan ia “ingin sekali bertemu” Kim dalam kunjungan perdananya ke Semenanjung Korea pada masa jabatan keduanya.

Kim sendiri menyatakan kesediaan untuk berdialog jika Amerika Serikat menghentikan tuntutan “mengada-ada” agar Pyongyang menyerahkan senjata nuklirnya.

“Peluncuran ini menegaskan kembali kemampuan pencegahan nuklir Pyongyang menjelang kunjungan Trump, serta menegaskan bahwa denuklirisasi tidak lagi menjadi opsi,” kata Yang Moo-jin, profesor di Universitas Studi Korea Utara di Seoul, kepada AFP.

Kedua pemimpin terakhir bertemu pada 2019 di Zona Demiliterisasi (DMZ), garis perbatasan era Perang Dingin yang memisahkan Korea Utara dan Selatan selama beberapa dekade terakhir.

Korea Utara hingga kini belum menanggapi undangan tersebut secara terbuka.

Lim Eul-chul, profesor di Institut Studi Timur Jauh di Universitas Kyungnam, mengatakan ketidakhadiran Kim menunjukkan pesan tersirat.

“Ini bukan upaya terang-terangan untuk mempermalukan Trump,” ujarnya.

KCNA juga tidak menyebut nama Kim dalam laporan pekan lalu mengenai uji coba beberapa rudal hipersonik.

Source: CNA/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan