Kebakaran Hong Kong: 22 WNI masih belum ditemukan, 108 selamat
PMI yang selamat mengalami trauma mendalam dan tidak bisa tidur selama 2–3 hari.
HONG KONG: Sebanyak 22 Warga Negara Indonesia (WNI) masih hilang pasca kebakaran dahsyat di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong.
Jumlah WNI selamat bertambah menjadi 108 orang, menurut laporan terbaru KJRI Hong Kong, Selasa (2/12).
“Estimasi jumlah WNI tinggal di kompleks apartemen adalah 140 orang, korban meninggal 9 orang, korban dirawat di RS 1 orang, terkonfirmasi selamat 108 orang, dan belum ditemukan 22 orang,” demikian pernyataan resmi KJRI Hong Kong.
Dari tiga WNI yang sebelumnya dilaporkan mengalami luka, dua orang telah pulih dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit.
Semua WNI yang tinggal di Wang Fuk Court merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik.
Salah satu korban meninggal adalah Erawati, PMI asal Malang yang ditemukan tewas sambil memeluk bayi majikannya—bayi tersebut berhasil selamat.
PMI SELAMAT ALAMI TRAUMA BERAT
Para relawan dari Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) yang mendampingi para penyintas menyebut banyak PMI mengalami trauma mendalam. Koordinator JBMI di Hong Kong, Sringatin, mengatakan sebagian korban tidak bisa tidur selama 2–3 hari.
“Kalau saya melihat kondisinya, mereka semuanya mengalami trauma. Ada yang tidak bisa tidur dalam waktu 2–3 hari,” katanya kepada CNA Indonesia.
Sebagian PMI kini mengungsi bersama majikan mereka di tempat penampungan sementara. Beberapa lainnya tinggal di rumah keluarga majikan atau boarding house milik agensi.
Ketakutan terhadap kata “kebakaran”, “api”, atau “asap” membuat banyak dari mereka enggan memberikan keterangan kepada media.
“Mereka takut saat mendengarkan kata-kata yang berhubungan dengan kebakaran, api, asap, dan melihat video yang beredar. Mereka juga sedih karena belum mendengar kabar temannya,” cerita Sringatin.
Jumlah korban tewas akibat kebakaran hebat itu terus meningkat menjadi 156 orang, dengan 79 luka-luka dan 30 orang belum ditemukan. Otoritas Hong Kong memperingatkan bahwa angka kematian kemungkinan terus bertambah seiring pencarian dan identifikasi korban.
KJRI Hong Kong memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah Hong Kong untuk repatriasi jenazah, pemenuhan hak korban, serta pendampingan PMI yang selamat.
Dalam perkembangan terbaru, 14 orang dari pihak kontraktor utama, subkontraktor perancah, dan konsultan teknis telah ditahan terkait kebakaran tersebut.
Pemerintah Hong Kong masih menyelidiki penyebab pasti insiden, termasuk kemungkinan kelalaian teknis dalam pembangunan dan sistem keselamatan apartemen.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.